Zaitun sebagai “penyembuh”

by 0

Namun, nilai pohon zaitun jauh lebih berharga dari sekadar "Penghasil makanan". Sejak zaman Nabi Adam as., zaitun sudah dikenal sebagai herbal penyembuh (vibrational herbal medicine).

Energi dari minyak zaitun dapat digunakan untuk pemijatan. Al-Quran juga menyebutkan zaitun Sebagai tanaman keramat, "By the fig and the olive, and the Mount of Sinai, and this secure city.".
 Minyak zaitun juga direkomendasikan oleh Nabi Muhammad saw. karena bisa menyembuhkan 70 penyakit, “Consume olive oil and anoint it upon your bodies since it is of the blessed tree. ” Nabi Muhammad saw. dikatakan juga merekomendasikan minyak zaitun untuk pijat dan akupresur.

Manfaat terapeutik dan pengobatan minyak zaitun tidak hanya bersifat eksternal (pengobatan luar). Minyak zaitun juga populer Sebagai laksatif untuk anak karena bisa mengurangi deposit batu empedu dan juga menghilangkan cacing perut.

Sakit kulit dan rematik juga bisa dikurangi oleh minyak zaitun. Bila dioleskan dengan perlahan pada gusi anak kecil, lewat penyerapan, minyak zaitun menjaga fungsi pencernaan.

Dokter di Spanyol juga menggunakan minyak zaitun untuk pengobatan dalam (internal). Daun zaitun juga pernah diresepkan untuk pengobatan demam para tentara selama perang Spanyol 1808-1813.
Tahun 1854 dilaporkan dalam Pharmaceutical Journal of Provincial Transactions bahwa minyak zaitun lebih efektif dibandingkan kina.

Pada tahun 1960, Panizzi mengisolasi glukosida pahit bernama oleuropein dari daun zaitun, Sebagai sumber “kunci” dari kekuatan penghalau penyakit dari zaitun. Oleuropein dapat bertindak Sebagai antibakteri, dengan menghambat asam laktat, Staphylococcus aureus (mikroba pencemar makanan), dan lain- lain.

Elenolic acid Sebagai produk samping dari hidrolisis oleuropein juga mampu menghambat beberapa virus.
Tahun 1969, suatu penelitian komponen antivirus baru oleh H.Renis berhasil diisolasi dari oleuropein, yaitu kalsium elenolate.
Dalam eksperimennya, kalsium elenolate “menghancurkan”seluruh virus yang diuji: herpes vaccina, pseudorabies, influenza A, newcastle disease, parainfluenza 3, encephalomyocardis, polio 1,2,3 nutular stomatitis, dan mencegah penyebaran infeksi virus di paru-paru.

Perusahaan Upjohn dari Michigan melakukan pengembangan kalsium elenolate lebih lanjut di tahun I960—1970. Namun ditemukan “masalah” karena kalsium elenolate ternyata memiliki daya tarik (afinitas) kuat pada protein plasma. Akibat berikatan dengan protein plasma tersebut, kalsium elenolate membuat protein tersebut menjadi tidak aktif selama beberapa menit.

Lalu pada tahun 1994 dibuat beberapa perubahan pada mnlckul aktif kalsium elenolate. Penemuan ini dirahasiakan dan dipatenkan. Penelitian tersebut menemukan cara untuk mengurangi atau menghilangkan pengikatan kalsium elenolate ilmgan protein plasma. Merek dagang produk tersebut adalah "Eden Extrac". Karena merupakan ekstrak daun zaitun yang ilulapatkan lewat proses hydro-ethanol. Walau produk ini dijual secara legal, namun tidak terbukti dengan baik sehingga saat pemasarannya kurang dipercaya

Leave a Reply