MAKANLAH UNTUK SEHAT DAN KUAT

by 0

Agama mengajarkan, makanlah ketika kamu lapar, dan berhentilah sebelum kekenyangan. Artinya, janganlah makan yang berlebihan, karena timbulnya berbagai macam penyakit degeneratif, seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, gagal ginjal, ,isam urat dan lain-lain, hampir 80% terjadi akibat makanan yang masuk dalam tubuh manusia. Sebab pola makan yang salah, akan menimbulkan berbagai macam penyakit.
Oleh karena itu, penting sekali, kita harus mengetahui Irntang ilmu gizi, meski hanya garis besarnya saja. Karena It'tidak tahuan akan pola makan, bisa membuat kita terkena berbagai macam penyakit yang dampaknya merugikan diri kita sendiri. Disamping itu, bila sudah terlanjur sakit,biayanya tidaklah murah. Cara yang paling baik adalah menjadi sehat, dengan mengubah pola makan kita.

Baru-baru ini, hasil sebuah survei di Amerika Serikat membuktikan penyakit jantung, pembuluh darah, dan kanker, bertanggung jawab atas 70% dari semua kematian di negeri Paman Sam itu. Padahal ada dua hal penyebab utama yang bisa dihindari, agar terhindar dari hal tersebut. Pertama jangan merokok, dan kedua, perbaikilah pola makan. Jadi, pola makan memegang peranan penting agar manusia bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.

Kenapa pola makan penting karena dari makanan ada tiga problem utama yang bisa mengganggu kesehatan, yaitu mengonsumsi terlalu banyak lemak, terutama lemak hewani. Menyusul kemudian problem obesitas (kegemukan) dan problem kurang serat.

Menurut berbagai jurnal medis yang diumumkan se- cara rutin di berbagai belahan bumi, seperti misalnya The Inter Society Commission for Heart Disease Resources Report, pada usia 40 tahun serangan jantung terhadap pria, bisa empat kali lebih sering terjadi pada mereka yang senang mengonsumsi produk hewani. Sedangkan bagi mereka  yang vegetarian yaitu berpantang makan daging, ternyata kadar kolestrolnya turun dan bisa terhindar dari penyakit jantung koroner. Alasan utama, risiko serangan jantung terhadap orang yang bukan vegetarian karena adanya kolestrol dan lemak jenuh, dimana 70% lemak jenuh dalam makanan
orang Barat, menurut data datang dari produk hewani.

Selanjutnya disebutkan, laki-laki vegetarian yang tidak mengonsumsi produk dari segala jenis hewani, memiliki 14% angka serangan jantung. Sedangkan lacto ovo vegetarian, yaitu meski vegetarian, mereka masih mengonsumsi susu dan telur, mempunyai risiko 39% terserang penyakit jantung. Bagi mereka yang pemakan daging, tetapi tidak merokok, memiliki peluang 50% terserang. Sedangkan pemakan daging, tetapi perokok, mempunyai peluang 70%.

Data di Negeri Jepang, menunjukkan hal yang sama. Bagi kaum wanita yang suka mengonsumsi daging memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, 51% risiko kanker prostat, serta 66% kanker indung telur. Kanker Itu lung telur pada wanita Jepang ini tampaknya juga berhubungan dengan jumlah daging dan telur yang dimakan.Sebuah survei yang dilakukan atas 142.000 orang wanita di Jepang menunjukkan risiko kanker payudara 3,8 kali lebih besar mereka yang menyantap daging setiap hari. Sedangkan untuk kaum prianya, 51% risiko terkena kanker prostat dan kanker pankreas 2,5 kali lebih sering menyerang me¬reka yang makan daging setiap hari, dibandingkan dengan mereka yang vegetarian.

Dari hasil penelitian itu juga menemukan bahwa mereka yang memakan banyak sayur dan buah memiliki risiko kanker lebih rendah dibandingkan mereka yang banyak makan daging. Terungkap mereka yang memakan kol (kubis) sekali seminggu hanya mempunyai sepertiga risiko kanker usus besar dibandingkan dengan mereka yang memakan kol hanya sekali sebulan.

Disamping itu, bagi penyantap daging, ternyata memiliki 2,5 kali risiko kegemukan. Menurut John Seharf- fenberg,MDF,MPH, seorang pakar kesehatan dari Pasific Health Education Center di California Amerika Serikat, kegemukan menambah risiko penyakit jantung kira-kira 50%, kanker prostat 2,5 kali serta kanker usus besar 3 kali.

"Bagi wanita, kegemukan juga mempunyai risiko sangat tinggi mendapatkan kanker payudara dan kanker lapisan lendir", kata Professor Linda Cristie dari Universitas Ioma, California, bagian Gizi dan Kesehatan Internasional.

Disebutkan, Pemerintah Amerika Serikat pernah meng- ddakan penelitian yang menelan biaya 6 juta dolar AS, tentang masalah kesehatan dan umur panjang orang Advent. Mereka adalah perkumpulan orang yang tidak minum minuman keras, tidak merokok, dan Sebagian besar dari mereka adalah vegetarian. Sekitar 50.000 orang diteliti, terutama di California, selama 30 tahun. Hasilnya menunjukkan, pria Advent hidup 8,9 tahun lebih lama dan wanita 7,5 tahun lebih lama dibanding penduduk pada umumnya.

Ketika dilakukan penelitian yang sama di negara lain, keunggulan mereka yang vegetarian dibandingkan mereka yang banyak menyantap daging, ternyata tetap unggul mereka yang banyak menyantap sayuran dan buah-buahan. misalnya, di negeri Belanda menunjukkan, pria 8,9 tahun I lid up lebih lama dan 3,7 tahun bagi wanita. Sedangkan di Norwegia angkanya 4,2 tahun untuk pria dan 1,9 tahun bagi w.mita. Demikian pula di Polandia memperlihatkan angka 9,5 tahun bagi pria dan 4,5 tahun bagi wanita.

Melihat hasil penelitian tersebut, tidaklah mengherankan bila Nation Academy of Sciences Amerika Serikat mere komendasikan agar orang Amerika memakan lima porsi buah-buahan dan sayur, serta enam porsi padi-padian dan polong-polongan setiap hari. Disebutkan, satu porsi makanan yang mengandung vitamin C yang tinggi dan satu porsi yang mengandung vitamin A yang tinggi, bersama dengan polong-polongan dan padi-padian utuh, akan menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan kanker.

Melihat semua itu, maka disarankan, pilihlah makanan yang bisa menyehatkan. Karena makanan yang berkualitas dan baik, akan membuat seseorang selalu sehat, kuat, dan berusia panjang.
Telah lama kita mengenal motto tentang pola makan sehat, yaitu Empat Sehat Lima Sempurna. Motto tersebut menggambarkan aneka jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi supaya kita tetap produktif, sehat dan prima setiap hari. Empat sehat lima sempurna terdiri dari:

  1. Makanan pokok, yang merupakan sumber karbohidrat dan vitamin B. Contoh: nasi, jagung, sagu, gandum, ketela, kentang, dan lain-lain.
  2.  Lauk-pauk, yang merupakan sumber lemak, protein, dan mineral. Contoh: daging, telur, tempe, tahu, ikan, dan Iain-lain.
  3. Sayuran, yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Contoh: bayam, wortel, kacang panjang, sawi, kangkung, dan lain-lain.
  4. Buah-buahan, yang merupakan sumber vitamin, mineral, dan air. Contoh: pepaya, mangga, pisang, jeruk, jambu, dan lain-lain,
  5. Susu, yang merupakan pelengkap dari empat sehat, agar menjadi sempurna.
Empat sehat lima sempurna, adalah istilah umum bagi kita. Ini berarti pentingnya asupan makanan kita yang berkualitas dan baik, harus terdiri dari padi-padian yang tnengandung hidrat arang, lauk-pauk yang mengandung protein dan lemak serta sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral, disempurnakan dengan susu.

Namun, empat sehat lima sempurna, tidak selamanya sehat bahkan bisa menjadi "empat sehat lima sakit" kalau kita kurang pandai memilih makanan-makanan yang benar-benar akan menyehatkan tubuh. Meskipun motto tersebut bersifat kualitatif, namun dapat dijadikan ukuran apakah seseorang sudah memiliki pola makan sehat dan bergizi seimbang atau sebaliknya.

Makanan yang sehat dan seimbang adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, air, dan vitamin dengan perbandingan jumlah yang seimbang. Kebutuhan zat makanan setiap orang tidak sama, bergantung pada jenis kelamin, usia, pekerjaan dan keadaan jasmani yang sehat atau sakit. Penyakit yang disebabkan ketidakseimbangan zat makanan disebut malnutrisi.

Tercukupinya asupan makanan secara kuantitatif di antaranya dikendalikan oleh nafsu lapar yang menghing- gapi seseorang, dan hal tersebut yang menunjukkan jam biologis, kapan kita harus makan dan kapan kita berhenti makan. Sepanjang kita sudah mengonsumsi makanan yang beragam dan memenuhi empat sehat lima sempurna, maka tubuh kita menjadi sehat jasmani maupun rohani.

Pola makan sehat adalah garansi bahwa kita akan mendapatkan hidup yang lebih berkualitas serta jauh dari penyakit. Makan dengan pola makan teratur, yaitu makan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam. Makan pagi Sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas, makan siang untuk menambah energi yang mulai berkurang, dan makan malam Sebagai pemulih tenaga.

Makanan yang kita makan harus bervariasi, tetapi tidak berlebihan misalnya, jangan makan terlalu pedas dan asam karena bisa menyebabkan diare. Kita harus pandai-pandai memilih dan membatasi diri. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan makan teratur, yaitu kita tidak terlambat makan I arena jika terlambat makan badan jadi lemas, tidak bertenaga, dan mudah sakit maag.

Makanan yang mengandung semua zat yang dibutuhkan tubuh disebut makanan bergizi. Makanan bergizi tidak selalu mahal dan lezat, tetapi cukup mengandung yang diperlukan tubuh, antara lain: karbohidrat,lemak, protein, air, mineral, dan vitamin. Berdasarkan Inngsinya makanan bergizi digolongkan menjadi tiga, yaitu lumber energi, zat pembangun, dan zat pengatur. Oleh karena itu, makanan yang kita makan tidak hanya me- ngenyangkan, tetapi harus menyehatkan.

Pertanyaan yang dapat timbul, adalah apakah empat sehat bisa juga sehat bila tanpa daging? Para ilmuwan memberikan pendapat mereka, bahwa hal tersebut ternyata mungkin, bahkan empat sehat tanpa daging atau ikan bisa saja menjadi empat sehat dan sudah sempurna. Namun semuanya tergantung pada kita. Karena diri kitalah yang bisa menyeleksi, apa saja yang mau kita makan, dan jenis apa saja yang mau kita santap. Pertimbangkanlah, makanan yang baik dan berkualitas adalah makanan yang bisa mem- buatmu jadi sehat, kuat dan berusia panjang. Makanan seperti itulah yang layak Anda konsumsi.

Leave a Reply