Keluhan dan Gejala
by pakar emas 0
1. Gejala tidak spesifik sebelum terjadinya komplikasi hipertensi apa pun.
- Daftar keluhan berikut ini adalah yang paling sering disebutkan oleh penderita kasus hipertensi yang berkepanjangan. Tetapi karena keluhan itu muncul sama seringnya dengan orang pada kelompok usia sama yang tidak mengidap tekanan darah tinggi, gejala itu bisa menjadi gejala penyakit lainnya.
- Pasien dengan “ketidakstabilan saraf”. Maksudnya adalah ketidakseimbangan sistem saraf otonom , yang bereaksi lebih labil dan lebih kuat daripada yang dibutuhkan atau ermanfaat. Orang yang lebih muda dengan hipertensi labil” sering kali memiliki satu atau lebih gejala ketidakstabilan saraf yang berbeda-beda kadar dan frekuensinya. Gejala termasuk keringat berlebihan, masalah pencernaan dan tidur, kelelahan, dan emosi ing mudah meledak-ledak. Namun itu tidak selalu khas tekanan darah tinggi. Banyak orang degan tekanan darah yang normal memiliki gejala yang persis sama. Dalam kasus tertentu, sistem saraf simpatik bisa bekerja berlebihan sehingga keluhan kardiovaskular akan sepenuhnya mendominasi gambaran klinis.
- Orangyang lebih tua dengan “defisiensifungsional Pria-pria yang berusia di atas 45 tahun yang menderita hipertensi sering kali mengeluh tidak bisa berfungsi dengan paling baik Mereka tidak berprestasi dalam pekerjaar: sebaik sebelumnya, lebih mudah lelah, dari ingat dan konsentrasi mereka menurun, seru dorongan seksual berkurang. Para wanita padi. kelompok usia yang sama memiliki faktc: tambahan yang harus ditanggung, yaitu menopause.
- Banyak orang yang mengidap hipertensi adit mencari pertolongan medis sampai beberapi komplikasi telah terjadi. Hanya pada saat iruor mereka mendapati diri mereka memiliki tekaro: iarah tinggi. Di bawah ini adalah beberapa keluhan yang umum:
- Dimulainya gagal jantung. Indikasi pertama adalah pendeknya napas setelah pengerahan tenaga yang minimal sekalipun, sering kali juga batuk yang bertahan lama (penyumbatan pulmonari), serta buang-buang air kecil pada malam hari (yang mungkin juga memiliki penyebab lain). Sebuah gejala yang lebih spesifik dari gagal jantung kongestif adalah rembengkakan pergelangan kaki (yang disebut edema) pertama-tama hanya pada waktu siang, bukan malam (yang menjelaskan dorongan buang air kecil), tetapi kemudian menjadi suatu kondisi permanen yang melibatkan baik kaki bagian atas maupunbawah.
- Tidak cukupnya aliran darah yang melalui pembuluh-pembuluh koroner. Rasa sakit yang mirip angina pektoris yang dipicu oleh kegembiraan atau stres , yaitu rasa sesak di dada, rasa tertekan, dan rasa sakit yang mungkin menyebar ke leher, bahu kiri, lengan kiri, dan tangan kiri.
- Tidak cukupnya aliran darah ke arteri-arteri serebral. Gejala-gejala awal yang tidak spesifik seperti rasa pusing, kehilangan ingatan sepotong-sepotong, ketidakmampuan berkonsentrasi diikuti oleh gejala khas kekurangan darah berkala pada berbagai bagian otak: pingsan. masalah berbicara temporer, sulit berjalan. melemahnya tangan dan/atau kaki secara berkala.
- Penyumbatan parsial pada arteri pelvis dan kah Gejalanya adalah kram pada kaki ketiki berjalan (berkala), biasanya pada satu kaki. jarang pada keduanya. Dengan berlalunya waktu, jarak yang mampu ditempuh seseorang tanpa sering berhenti untuk istirahat menjadi semakin pendek. Di Eropa, ini disebut penyakit “penonton etalase”, karena si pasien perlu berdiri diam sebelum kramnya lenyap dan ia bisa meneruskan berjalan kaki. Kadang seorang pasien mungkin mengalami Serangan sirkuler” yang tidak khas tetapi sangat mengganggu, yang disertai jantung berdebar, banyak berkeringat, pucat, gelisah, lemah, dan rasa kurang nyaman yang tidak jelas di daerah jantung, yang semua ini dipicu oleh munculnya tekanan yang sangat tinggi secara mendadak. Serngan yang mendadak seperti itu mungkin menunjukkan suatu kondisi yang dikenal Sebagai pheochromocytoma, yang merangsang pelepasan sejumlah besar hormon adrenal ke dalam aliran darah. Serangan jenis ini adalah sinyal peringatan dari hipertensi yang langka dan berbahaya tetapi bisa terjadi.