Minyak zaitun perawan tak tahan panas

by 0

Extra-virgin olive oil umumnya digunakan Sebagai salad dressing, menumis bahan makanan dalam waktu singkat, dan dimakan "dingin" (bisa dimakan langsung tanpadimasakatau dipanaskan) karena aromanya yang kuat.

Jika extra virgin olive oil dipanaskan di atas 180° C, partikel (unrefined) dalam minyak akan terbakar. Akhirnya rasanya jadi rusak/hangus (deteriorated) dan juga bersifat toksik (beracun). Juga rasa makanan gorengan (digoreng dengan banyak minyak) extra virgin olive oil berbeda dan tidak begitu sedap (pronounced).

Oleh karena itu, untuk menggoreng dengan suhu tinggi sebaiknya digunakan refined minyak zaitun yang lebih cocok, dan harus diganti atau dibuang setelah 6 kali digunakan.

Memilih minyak zaitun yang dibuat dengan tekanan dingin mirip dengan memilih wine (anggur). Aroma dan rasa dari minyak ini berbeda-beda dan minyak tertentu lebih cocok untuk hidangan tertentu pula. Selain itu, orang-orang yang suka banyak tanin dalam anggur merahnya akan memilih minyak olive yang lebih pahit.
Kesegaran minyak zaitun juga sangat menentukan. Minyak zaitun yang masih sangat segar, rasanya berbeda dengan minyak yang sudah agak lama. Karena minyak akan rusak dan menjadi (stale). Minyak yang sudah berumur satu tahun, rasanya masih enak, tetapi aromanya lebih sedikit dibanding yang masih segar. Setelah satu tahun pertama, minyak zaitun sebaiknya digunakan untuk memasak, tidak cocok lagi untuk makanan yang dimakan dingin seperti salad.

Rasa dari minyak zaitun dipengaruhi oleh tanah tempat pohon zaitun tumbuh juga oleh kapan zaitun dipanen dan digiling. Minyak zaitun tidak hanya untuk dikonsumsi, juga bisa untuk pelumas (lubricant) alat-alat masak di dapur.

Leave a Reply