Minyak zaitun tak sekadar dibuat menjadi sabun
by pakar emas 0
Sabun yang kita kenal hari ini adalah warisan dari peradahal Islam. Menurut Al-Hassan, sabun yang terbuat dari minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta minyak aroma, pertama kail diproduksi para kimiawan muslim di era kekhalifahan. Salah seorang sarjana muslim yang telah mampu menciptakan formula sabun adalah Al-Razikimiawan legendaris dari Persia.
Menurut Al-Maqdisi, sabun juga telah dibuat di kota-kota lain di kawasan Mediterania, termasuk di Spanyol Islam. Andaliwli dikenal Sebagai penghasil sabun berbahan minyak zaitun.
Minyak zaitun dan al-Qali merupakan bahan utama pembuatan sabun. Bahan lain yang kerap digunakan untuk membuat sabun adalah natrun. Proses pembuatan sabun dilakukan di dunia Islam pada abad ke-13 M berdasarkan resep pembuatan sabun yang ditulis Daud Al-Antaki seperti dikutip Ahmad Y. Al-Hasan dan Donald R. Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology: An Illustrated History:
Ambil satu bagian al-Qali dan setengah bagian kapur. Giling dengan baik, kemudian tempatkan dalam sebuah tangki. Tuanykan air sebanyak lima bagian dan aduk selama dua jam. Tangki dilengkapi lubang bersumbat. Setelah pengadukan berhenti dan cairan menjadi jernih, lubang ini dibuka. Jika air sudah habis, sumbat kembali lubang tersebut, tuangkan air dan aduk, kosongkan dan seterusnya sampai tak ada lagi air yang tersisa.
Faksi air di setiap periode dipisahkan. Lalu, minyak yang sudah murni diambil sebanyak 10 kali jumlah air yang pertama tadi, lalu letakkan di atas api. Jika sudah mendidih, tambahkan air ftksi terakhir sedikit demi sedikit. Kemudian tambah dengan air faksi nomor dua terakhir, sampai air faksi pertama. Dari proses itu, iikan diperoleh campuran seperti adonan kue. Adonan ini disendok (dan disebarkan) di atas semacam tikar hingga kering Sebagian. Kemudian, tempatkan dalam nura (kapur mati). Inilah hasil akhir dan tidak diperlukan lagi pendinginan atau pencucian dengan air dingin selama proses.
Ada kalanya ditambahkan garam ke dalam al-Qali dan kapur sebanyak setengah kali jumlah kapur. Selain itu, juga ditambahkan amilum tepat sebelum proses selesai.
Minyak di sini dapat diganti dengan minyak lain dan lemak wperti minyak carthamus. Itulah salah satu resep pembuatan ilmn yang berkembang di dunia Islam. Selanjutnya kita bahas m.mfaat zaitun bagi kulit dan rambut.
- Menghaluskan kulit : Makan buah zaitun yang merupakan sumber terkaya oleic acid, membantu mengurangi tampilan garis-garis halus. Asam lemak ini dapat mengenyalkan kulit dan melindungi elastin kulit dari kerusakan.
- Mengatasi ketombe yang disebabkan stres : Salah satu efek dari stres adalah kulit kepala kering dan bersisik. Penyebab nya adalah seborrhea, inflamasi kulii yang terjadi ketika stres. Untuk mengatasi masalah tersebut, microwave 4 sendok makan minyak zaitun selama 20 detik, Pijatkan ke kulit kepala. Tutup dengan shower cap dan diamkan semalaman. Lalu cuci rambut seperti biasa pada keesokan harinya. Oleic acid di dalam minyak melunakkan sisik seborrheic sehingga bisa dibilas secara mudah.
- Minyak zaitun untuk rambut : Makan lemak-lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun baik untuk jantung. Jika digunakan dengan dioleskan, minyak zaitun juga baik untuk kulit dan rambut. Liz Earle dalam bukunya New Vital Oils mengatakan, minyak zaitun baik untuk menghaluskan kulit, terutama jika kulit mengelupas atau bersisik. Juga baik untuk conditioned rambut karena membantu meningkatkan daya rentang helai rambut, membuatnya lebih elastis dan berkemungkinan lebih kecil terbelah. Juga baik untuk mengilapkan rambul kasar. Untuk jenis rambut kering, sisirkan merata sampai ke ujung rambut. Juga bisa mengatasi ujung rambut yang kusut.