Apa saja komposisi minyak zaitun?

by 0

Sebelumnya sudah disinggung tentang manfaat minyak yang berasal dari buah zaitun (Olea europaea). Pohon zaitun berumur panjang, dan hijau abadi. Buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan Sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan. Zaitun dikelompokkan ke dalam suku Oleaceae.

Selain untuk dimakan buah zaitun juga digunakan Sebagai penyedap makanan. Apabila diperas buahnya, kita dapat memperoleh minyaknya. Minyak ini dapat digunakan Sebagai bumbu salad dan belakangan banyak digunakan untuk bahan kosmetik yang dapat menjaga kelembapan dan kekencangan kulit sehingga diyakini dapat menjadikan kulit awet muda.

Hasil penelitian Linos, dkk. tahun 1991 menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun bermanfaat bagi tubuh seperti meregulasi kolesterol dan oksidasi kolesterol LDL serta memiliki efek antiinflamasi, antipembekuan, antihipertensi juga efek vasodilator baik pada manusia dan hewan.

Menurut bukti penelitian lain, kandungan fenol dalam minyak zaitun yang paling berpengaruh pada efek perlindungan jantung dibanding kandungan asam lemaknya. Sebagai contoh, percobaan klinis yang dipublikasi tahun 2005 yang membandingkan efek berbagai tipe minyak zaitun terhadap elastisitas pembuluh darah arteri. Para subjek disediakan 60 gram roti putih dan 40 mililiter minyak olive setiap pagi selama dua hari berturut-turut.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Selama tahap pertama, mendapatkan minyak kaya polifenol (extra virgin oil mengandung jumlah antioksidan polifenol tertinggi).

Kemudian selama fase kedua, mereka menerima minyak dengan hanya satu perlima kandungan fenolik. Elastisitas dinding arteri dari setiap subjek diukur. Lalu ditemukan setelah subjek mengonsumsi minyak olive yang kaya antioksidan polifenol, mereka menunjukkan peningkatan elastisitas arteri. Sementara setelah mengonsumsi minyak olive yang mengandung polifenol yang lebih sedikit, tidak terjadi perubahan berarti pada elastisitas arteri.

Berdasarkan teori, dalam jangka panjang, elastisitas dinding arteri yang meningkat mengurangi tekanan vaskuler dan risiko serangan jantung serta stroke. Hal ini yang menjelaskan mengapa daerah Mediterania yang penduduknya mengonsumsi zaitun memiliki risiko penyakit jantung dan stroke yang rendah.
Minyak zaitun Sebagai minyak oles juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Terutama extra virgin olive oil dapat melembapkan kulit, terutama bila digunakan dalam metode pembersihan dan pelembapan kulit wajah menggunakan campuran extra virgin olive oil, minya castor (sebagai karier) dan campuran beberapa minyak esensial lainnya. Minyak zaitun juga digunakan untuk mengurangi kotoran telinga.

Penggunaan minyak zaitun kualitas nomor satu diperoleh dari hasil pemerasan pertama buah zaitun dan disebut extra virgin olive oil. Minyak ini sangat kaya rasa dan aroma, sehingga paling baik ilikonsumsi langsung. Misalnya, Sebagai salad dressing. Kualitas kedua, virgin olive oil, sedikit lebih asam dan lebih tahan panas sehingga boleh digunakan untuk menumis.

Kualitas selanjutnya disebut light olive oil dan pure olive oil, merupakan minyak zaitun kualitas rendah yang boleh digunakan untuk satu kali proses penggorengan.

()leh karena itu, 20 menit sebelum makan. Coba konsumsi segenggam kacang atau sesendok makan minyak zaitun. Asam lemak tak jenuh di dalamnya membuat makanan yang Anda konsumsi lebih lambat dicerna. Anda pun akan kenyang lebih lama, walau dengan sedikit kalori. Kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin larut lemak—A, D, E, dan K—juga meningkat.

Leave a Reply