Archive for Mei 2012

Pola Makan

by 0

Kenapa pola makan penting karena dari makanan ada tiga problem utama yang bisa mengganggu kesehatan, yaitu mengkonsumsi terlalu banyak lemak, terutama lemak hewani. Menyusul kemudian problem obesitas (kegemukan) dan problem kurang serat.
Menurut berbagai jurnal medis yang diumumkan secara rutin di berbagai belahan bumi, seperti misalnya The Inter Society Commission for Heart Disease Resources Report, pada usia 40 tahun serangan jantung terhadap pria, bisa empat kali lebih sering terjadi pada mereka yang senang mengkonsumsi produk hewani. Sedangkan bagi mereka yang vegetarian yaitu berpantang makan daging, ternyata kadar kolestrolnya turun dan bisa terhindar dari penyakit jantung koroner. Alasan utama, risiko serangan jantung terhadap orang yang bukan vegetarian karena adanya kolestrol dan lemak jenuh, dimana 70% lemak jenuh terdapat dalam makanan datang dari produk hewani.

Sejarah Vegetarian

by in 0

Manusia memilih menjadi vegetarian, telah muncul ribuan tahun yang lalu. Manusia purba yang hidup di hutan belantara, sedangkan manusia pohon, yang membuat rumahnya di atas pohon yang tinggi, lebih mengenal makanan vegetarian, dibandingkan mereka yang tinggal di gua-gua tandus yang memburu binatang untuk diambil dagingnya. Mereka ini memiliki perilaku hewan di hutan, seperti monyet atau pe­makan daun lainnya. Akhirnya mereka terbiasa menjadi kelompok vegetarian meski mengkonsumsi madu juga.

Lalu kapan manusia modern menjadi vegetarian? Menurut catatan, meski manusia sejak zaman purba sudah tidak asing bervegetarian, tetapi kesadaran bervegetarian baru muncul pada sekitar abad 18. Pergerakan vegetarisme mulai berdiri pada tahun 1809 di Inggris, dan 1847 di Amerika. Dengan alasan untuk menjaga kesehatan, pergerakan ini terus berkembang hingga sekarang.

         Pada tahun 1842, menurut Geoffrey L. Rudd, mantan sekretaris
The British Vegetarian Society, mengatakan, bahwa asal mula kata vegetarian bukanlah berasal dari kata vegetables (sayuran), melainkan berasal dari bahasa latin vegetus yang artinya aktif, hidup, teguh, bergairah, dan kuat. Oleh karena itu, di Inggris pada tahun 1840, kata veget dipakai untuk mengatakan seseorang yang sehat dan kuat. Menu makanan kaum veget adalah makanan yang bermanfaat untuk kesehatan dan bermanfaat pula bagi stamina tubuh, yaitu makanan tanpa daging.

        Gerakan kaum
veget ini terus berkembang dan meluas karena mereka dinilai Sebagai manusia unggulan dalam bidang kesehatan dan stamina tubuh, yang dijaga terus agar selalu sehat dan kuat. Otomatis juga berusia panjang.Komunitas inipun lebih dikenal masyarakat luas dan semakin banyak pengikutnya, setelah di Inggris dan di Amerika pada tahun 1840, gerakan vegetarian lebih dipertegas dengan anjuran tiga orang yang terkenal pada saat itu. Mereka adalah Ellen White, salah seorang pendiri Gereja Advent Hari Ketujuh, yang melarang para pengikutnya untuk mengonsumsi daging. Lalu, Dr. John Hargey Kellog, ahli bedah dari Amerika dan pendiri Sanatorium Battle Creek, yang berargumen demi menjaga kesehatan, menganjurkan agar masyarakat beralih dari makanan berdaging ke vegetarian.

        Menyusul kemudian, Pendeta Sylvester Graham, si penemu roti Graham Crackers, juga menganjurkan hal yang sama, dengan alasan untuk lebih memenuhi kebutuhan diri akan makanan berserat dan kaya vitamin. Dengan begitu, menurut dia, manusia akan lebih sehat dan kuat dengan menjaga pola makanannya.           Tidak hanya di negeri barat, di negeri timur pun, kelompok vegetarian, juga telah lama dikenal. Di Tiongkok dan India, pada masa Eden manusia sebenarnya sudah hidup dengan bervegetarian. Pandangan dari Kitab Suci Kong Hu Cu, lewat Confucius yang bersabda:

"Dengan makan nasi kasar dan sayuran, minum air tawar, dan tangan dilipat Sebagai bantal, orang masih dapat merasakan kebahagiaan di dalamnya."

           Pola hidup sederhana yang diajarkan Confucius itu juga mendorong agar manusia biasa bervegetarian.Tidak makan berlebihan, apalagi yang berdaging, akan membuat tubuh sehat dan pikiran jadi jernih. Menjadikan manusia tidak kemrungsung (tergesa-gesa), tetapi santai dan tenang.

Demikian juga pandangan bangsa Yunani Kuno, bangsa Yahudi dan bangsa Mesir, menyatakan bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk pemakan buah-buahan. Bahkan para bapak bangsa Yunani termasuk Plato, Socrates dan Phythagoras, merupakan para penganjur yang kuat, agar manusia selalu mengkonsumsi makanan vegetaris. Menurut catatan di kuil-kuil suci, para pendeta bangsa Mesir Kuno juga tidak pernah memakan daging. Hal yang sama juga dilakukan oleh para pendeta agama TAO.

Para penganut Kristen dan Yahudi di masa lalu, sesungguhnya juga kaum vegetaris. Hal yang sama juga ada pada peradaban bangsa Inca kuno yang terkenal itu, yang ternyata mereka adalah kaum vegetaris juga. Di India, Sang Budha sendiri mendorong agar para muridnya tidak memakan daging.

Baca selengkapnya »

Vegetarian Sebuah Pilihan

by in 0

Hidup adalah sebuah pilihan. Begitu juga dalam hal makanan. Ketika seseorang telah sadar, pola makan bisa mempengaruhi kesehatannya, maka dia harus memilih. Tentu saja mereka akan memilih pula makan yang sehat. Namun dalam soal pilihan ini, tidak semudah yang dibayangkan karena godaan-godaan pola makan lama, yang sudah menjadi kebiasaannya bertahun-tahun kadang sulit dihindari.
Seperti orang yang sudah terbiasa merokok, akan sulit bila dia ingin berhenti merokok. Demikian juga orang yang sudah biasa makan camilan, misalnya, sambil nonton televisi, atau sedang santai membaca, atau sedang asyik mengobrol dengan teman-teman, biasa mengunyah camilan, akan sangat sulit jika tiba-tiba harus tidak mencamil lagi.


Oleh karena itu, untuk bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan pola makan kita, memang diperlukan usaha keras dan disiplin yang tinggi. Jika usaha yang terakhir inipun sulit, maka satu-satunya cara adalah mengganti bahan ca­milan Anda dengan makanan yang tidak membuat kesehatan kita terganggu. Misalnya mencamil kedelai, buah-buahan, dan lain-lain. Dalam hal inipun tetap harus mempertimbangkan, pola makanan yang sehat dan seimbang.
Setelah melihat berbagai permasalahan dalam hal pola makan yang kita asup sehari-hari, pada akhirnya, pola makan secara vegetarian adalah sebuah pilihan yang ideal, untuk menjaga kesehatan kita. Tentu saja untuk mengambil keputusan mengubah kebiasaan pola makan lama dengan pola makan vegetarian, sepenuhnya tergantung kepada Anda. Hanya Andalah yang berhak memutuskannya untuk bervegetarian atau tidak. Boleh dikatakan, bervegetarian adalah sebuah pilihan.
Umumnya, apabila seseorang bermaksud bervege­tarian sampai akhir hayatnya dengan tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh, sebetulnya dia tidak sendirian. Dari berbagai zaman, sejak berabad-abad yang lalu, sudah ba­nyak kelompok manusia yang mempunyai keyakinan bahwa makanan vegetarian adalah makanan yang terbaik karena bersumber dari tumbuh-tumbuhan meliputi sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
Kelompok-kelompok seperti ini, semakin lama semakin berkembang, dan terbukti, menurut hasil survei, usia hidup mereka lebih panjang dari kelompok yang sebaliknya.

Dari kemampuan seseorang untuk bervegetarian, tidak semuanya sama. Ada yang vegetarian secara total, tetapi ada juga yang Sebagian. Dalam dunia vegetarian, dari tahapan pcralihan makanan berdaging ke vegetarian, biasanya digolongkan dalam lima kelompok besar, yaitu :
  1. Kelompok Vegan atau Strict Vegetarian, yaitu mereka yang menjalani total vegetarian atau para vegetarian murni. Mereka ini sama sekali tidak mengkonsumsi segala jenis daging hewan, ikan, telur, susu dan hasil produk-produk dari susu hewani. Untuk mengganti susu hewan, mereka minum susu kedelai. Mereka hanya memakan sayur mayur, kacang-kacangan, padi-padian, buah-buahan, dan hasil nabati lainnya. Jenis ini disebut juga Fruitarian karena menurut anggapannya hasil nabati di bumi adalah buah-buahan (fruits of earth).

  2. Kelompok Lacto vegetarian atau Lactarian, yaitu orang yang tidak memakan segala jenis daging hewan, ikan, dan telur, tetapi masih mengkonsumsi susu dan hasil produk dari susu. Disamping itu mereka tetap me­nyantap sayur mayur, buah-buahan, kacang-kacangan, padi-padian dan hasil nabati lainnya
  3.  Lacto Ovo Vegetarian atau Lactovarian, yaitu orang yang tidak memakan daging dan jenis hewan apapun termasuk tidak memakan daging ikan, tetapi me­makan telur, mengkonsumsi susu dan hasil produk dari susu, disamping sayur-sayuran, padi-padian, kacang- kacangan, buah-buahan dan hasil nabati lainnya.

  4. Vegetarian Sebagian atau Partical Vegetarian, yaitu orang yang tidak memakan daging merah, seperti lembu, kambing, babi tetapi memakan ikan, ayam, telur, dan susu. Disamping itu mereka tetap mengkonsumsi sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainny.

5.  Semi vegetarian adalah orang yang hanya memakan daging pada saat-saat tertentu saja, misalnya pada waktu mereka menghadiri pesta, pertemuan, atau saat jajan dengan teman-teman atau kerabatnya. Namun di luar itu, mereka tetap tidak makan daging.
Sebutan kaum vegetarian, biasanya dikenakan pada mereka yang menjalani Lacto Ovo Vegetarian, Lacto Ve­getarian, dan Vegan. Sementara itu menurut data, dari ke-lima jenis vegetarian di atas yang terbanyak di seluruh dunia adalah Lacto Ovo Vegetarian. Menyusul kemudian Partical Vegetarian, lalu Lacto Vegetarian dan Total vegetarian.

Dijelaskan, dalam menu Partical Vegetarian kadang kala terdapat faktor yang kurang baik bagi kesehatan, terutama ternak yang dikonsumsi, kemungkinan terjangkit penyakit, dan bisa menular ke pengkonsumsinya. Demikian juga ikan yang dimakan, kadangkala tercemar zat beracun dari limbah industri.

Baca selengkapnya »

Makanlah Untuk Sehat dan Kuat

by in 0

Agama mengajarkan, makanlah ketika kamu lapar, dan berhentilah sebelum kekenyangan. Artinya, janganlah makan yang berlebihan, karena timbulnya berbagai macam penyakit degeneratif, seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, gagal ginjal, ,asam urat dan lain-lain, hampir 80% terjadi akibat makanan yang masuk dalam tubuh manusia. Sebab pola makan yang salah, akan menimbulkan berbagai macam penyakit.
Oleh karena itu, penting sekali, kita harus mengetahui tentang ilmu gizi, meski hanya garis besarnya saja. Karena ketidaktahuan akan pola makan, bisa membuat kita terkena berbagai macam penyakit yang dampaknya merugikan diri kita sendiri. Disamping itu, bila sudah terlanjur sakit biayanya tidaklah murah. Cara yang paling baik adalah menjadi sehat, dengan mengubah pola makan kita.
Baru-baru ini, hasil sebuah survei di Amerika Serikat membuktikan penyakit jantung, pembuluh darah, dan kanker, bertanggung jawab atas 70% dari semua kematian di negeri Paman Sam itu. Padahal ada dua hal penyebab utama yang bisa dihindari, agar terhindar dari hal tersebut. Pertama jangan merokok, dan kedua, perbaikilah pola makan. Jadi, pola makan memegang peranan penting agar manusia bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.
Kenapa pola makan penting karena dari makanan ada tiga problem utama yang bisa mengganggu kesehatan, yaitu mengkonsumsi terlalu banyak lemak, terutama lemak hewani. Menyusul kemudian problem obesitas (kegemukan) dan problem kurang serat.
Menurut berbagai jurnal medis yang diumumkan secara rutin di berbagai belahan bumi, seperti misalnya The Inter Society Commission for Heart Disease Resources Report, pada usia 40 tahun serangan jantung terhadap pria, bisa empat kali lebih sering terjadi pada mereka yang senang mengkonsumsi produk hewani. Sedangkan bagi mereka yang vegetarian yaitu berpantang makan daging, ternyata kadar kolestrolnya turun dan bisa terhindar dari penyakit jantung koroner. Alasan utama, risiko serangan jantung terhadap orang yang bukan vegetarian karena adanya kolestrol dan lemak jenuh, dimana 70% lemak jenuh terdapat dalam makanan datang dari produk hewani.
Selanjutnya disebutkan, laki-laki vegetarian yang tidak mengkonsumsi produk dari segala jenis hewani, memiliki 1% angka serangan jantung. Sedangkan lacto ovo vegetarian, yaitu meski vegetarian, mereka masih mengkonsumsi susu < 1 ml, mempunyai risiko 39% terserang penyakit jantung. sedangkan mereka yang pemakan daging, tetapi tidak merokok, memiliki peluang 50% terserang. Sedangkan pemakan da­ging, tetapi perokok, mempunyai peluang 70%.
I ). Data di Negeri Jepang, menunjukkan hal yang sama. Bagi kaum wanita yang suka mengkonsumsi daging memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara, 51% terkena kanker prostat, serta 66% kanker indung telur. Kanker Indung telur pada wanita Jepang ini tampaknya juga berhubungan dengan jumlah daging dan telur yang dimakan. inilah survei yang dilakukan atas 142.000 orang wanita di Jepang menunjukkan risiko kanker payudara 3,8 kali lebih besar mereka yang menyantap daging setiap hari. Sedang­kan untuk kaum prianya, 51% risiko terkena kanker prostat dan kanker pankreas 2,5 kali lebih sering menyerang me­reka yang makan daging setiap hari, dibandingkan dengan mereka yang vegetarian.
Dari hasil penelitian itu juga menemukan bahwa me­reka yang memakan banyak sayur dan buah memiliki risiko kanker lebih rendah dibandingkan mereka yang banyak makan daging. Terungkap mereka yang memakan kol (kubis) sekali seminggu hanya mempunyai sepertiga risiko kanker usus besar dibandingkan dengan mereka yang memakan kol hanya sekali sebulan.
Disamping itu, bagi penyantap daging, ternyata me­miliki 2,5 kali risiko kegemukan. Menurut John Seharffenberg,MDF,MPH, seorang pakar kesehatan dari Pasific Health Education Center di California Amerika Serikat, ke­gemukan menambah risiko penyakit jantung kira-kira 50%, kanker prostat 2,5 kali serta kanker usus besar 3 kali.
"Bagi wanita, kegemukan juga mempunyai risiko sangat tinggi mendapatkan kanker payudara dan kanker lapisan lendir", kata Professor Linda Cristie dari Universitas Ioma, California, bagian Gizi dan Kesehatan Internasional.
Disebutkan, Pemerintah Amerika Serikat pernah mengadakan penelitian yang menelan biaya 6 juta dolar AS, tentang masalah kesehatan dan umur panjang orang Advent. Mereka adalah perkumpulan orang yang tidak minum minuman keras, tidak merokok, dan Sebagian besar dari mereka adalah vegetarian. Sekitar 50.000 orang diteliti, ter- utama di California, selama 30 tahun. Hasilnya menunjuk­kan, pria Advent hidup 8,9 tahun lebih lama dan wanita 7,5 tahun lebih lama dibanding penduduk pada umumnya.
Ketika dilakukan penelitian yang sama di negara lain, keunggulan mereka yang vegetarian dibandingkan mereka yang banyak menyantap daging, ternyata tetap unggul me­reka yang banyak menyantap sayuran dan buah-buahan. hasilnya, di negeri Belanda menunjukkan, pria 8,9 tahun hidup lebih lama dan 3,7 tahun bagi wanita. Sedangkan di Norwegia angkanya 4,2 tahun untuk pria dan 1,9 tahun bagi wanita. Demikian pula di Polandia memperlihatkan angka 7,8 tahun bagi pria dan 4,5 tahun bagi wanita.

Baca selengkapnya »

Makanan

by in 0

Sejak zaman purba sudah diketahui, bahwa soal makanan tidak hanya Sebagai pasokan energi dan untuk pembangun tubuh manusia saja,Tetapi terlebih penting lagi juga Sebagai penyeimbang tubuh itu sendiri. Nenek moyang kita mengajarkan makan minum lainnya secukupnya saja, agar ketahanan tubuh tetap berimbang dan selaras dengan alam.
Pepatah Jawa Kuno mengatakan dalam hidup meng- Ktinakan semboyan sederhana 3S: sak madyo, sak perlune, siik cukupe. Artinya tidak berlebihan, sesuai kebutuhan dan secukupnya saja. Mereka mengajarkan dalam hidup sehari- hari, termasuk dalam hal makan supaya tidak serakah  
berlebihan. Ajaran pola hidup sederhana sebetulnya adalah warisan leluhur kita sejak zaman dulu.
Namun dalam kenyataan hidup sekarang, yang terjadi adalah kebalikan dari semua itu. Orang jadi serakah dan menyikat apa saja yang ada di bumi, tanpa memperduli- kan keseimbangan alam. Demikian juga dalam hal makan Sebagian besar orang melupakan ajaran 3S tadi. Akibatnya terjadilah obesitas (kegemukan) dan timbulnya berbagai penyakit yang menyerang tubuh manusia, seperti misalnya tekanan darah tinggi, jantung koroner, stroke, gagal ginjal dan lain-lain.
Pada masa raja-raja Tiongkok kuno berkuasa, ter- utama pada masa Dinasti Ming, sudah disadari makanan yang masuk ke tubuh juga merupakan obat bagi tubuh. Mereka selalu mencari kepala juru masak istana yang punya pengetahuan luas tentang makanan yang berkhasiat Sebagai kekuatan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. Bahkan bagi tubuh yang telah terserang penyakit pun malah bisa sembuh. Untuk mencari kepala juru masak istana, saat itu sampai dilakukan dengan sistem sayembara guna me- nyaring siapa yang paling the best.
Demikian juga pada zaman Romawi juga sudah di- sadari akan hal itu. Julius Ceasar selalu meriginstruksikan para pasukan pilihan Romawi yang akan bertempur diberi pasokan makanan yang banyak mengandung bawang putih dan biji-bijian sehingga mereka jadi lincah dan kuat ketika bertempur, serta tidak mudah lelah.

Baca selengkapnya »