Archive for Juli 2012

TAPAK LIMAN

by 0

 


Nama latin : Elephantophus scaber L.

Nama daerah :
Tutup bumi, tapak tangan, balagadul jukut cancang, talpak tana, lelobakan, cancang-cancang.

Deskripsi :
Tanaman tapak liman masuk pada golongan rumput-rumputan, hidup menahun Sebagai tanaman liar, dapat dijumpai di tanah pekarangan kosong, pinggir selokan, di rerumputan. Daun berbaring ke tanah, berseling, warna hijau tua, sedikit tebal dan keras, daunnya memanjang berkelok-kelok atau sedikit bergelombang. Bunga muncul dari jantung daun, berwarna ungu.

Kandungan :
Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat yang terdapat pada tanam¬an tapak liman yang telah diketahui adalah epifricelinol, lupeol, triacontan, lupeol acetat, stigmasterol, glikosida, isodeozyelephantopin, deozyelephan- topin.

Bagian yang digunakan :
Seluruh bagian tanaman (akar, daun dan bunga) baik dalam bentuk segar maupun yang telah dikeringkan.

Khasiat :
Herba tapak liman bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti: meningkatkan gairah seksual pria, ke- putihan, radang rahim, radang ginjal, hepatitis, kurang darah, batuk pertusis, perut kembung, beri-beri, in- fluensa, radang tenggorokan, radang amandel, radang mata, malaria, diare, pembersih darah.

SOM JAWA

by 0

 

Nama latin : Talinum paniculatum (Jacq). Gaertn.

Nama daerah : Jawa: som jawa.

Deskripsi :
Som jawa atau sering disebut kolesom jawa sering ditanam di pekarangan rumah Sebagai tanaman obat atau tanaman hias, mudah beradaptasi pada tanah yang bervariasi, tanah liat, lembek, atau kering. Tinggi tanaman bisa mencapai 60 cm, berbatang tegak dan Sebagian rebah ke samping, bercabang warna kecokelatan. Daun tunggal, bentuk bulat bundar sedikit oval, tepi rata, bagian pangkal tumpul, warna hijau cerah, licin. Bunga majemuk berwarna merah keunguan. Buah bulat kecil berwarna merah kecoklatan, bijinya sangat kecil, bulat berwarna hitam, bila beterbangan akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Kandungan :
Berdasarkan hasil penelitian,kandungan zat yang terdapat pada tanaman som jawa dan telah diketahui adalah tanin, saponin dan flavonoida.

Bagian yang digunakan : akar

Khasiat :
bermanfaat untuk mengobati lemah syahwat, keputihan, menstruasi tidak teratur, memperlancar keluarnya asi, radang paru,diare, meningkatkan mortilitas (daya gerak), sperma .

SIRIH

by 0

Nama latin :  Piper betle L.

Nama Daerah :
Jawa: suruh. Sunda: seureuh. Melayu sirieh, sirih, sereh. Bali: base. Sulawesi: parigi, gamnjeng. Nama daerah lain sedah, ganjang, reman, ani-ani.

Deskripsi :
Sirih masuk tanaman merambat atau menjalar, batangnya lunak, bentuk bu lat memiliki ruas-ruas, dan setiap ruas tumbuh percabangan baru, membentuk rumpun, warna batang hijau. Tanaman ini cocok hidup di tempat yang agak ternaungi, lembap. Daun bentuk tunggal bulat oval seperti jantung hati bagian tepi rata, ujung agak runcing, permukaan daun mengilap atau licin memiliki pertulangan menyirip, warna daun hijau muda hingga tua.

Kandungan :
Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat yang terdapat pada tanaman sirih dan telah diketahui eugenol, arecoline, tanin, karvakol, hidroksikavicol, kavibetol, estragol, fenil propana, diastase, caryophyllene, minyak atsiri.

Bagian yang digunakan :
Seluruh bagian tanaman mengandung khasiat, terutama daunnya, umumnya digunakan selagi segar.

Khasiat :
Daun sirih untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti keputihan, membunuh jamur, mengurangi lendir di vagina, mencegah ejakulasi dini, mata gatal dan merah, menghi- langkan bau badan, bronkhitis, batuk, sariawan, jerawat, bisul, koreng, gatal-gatal.

SEMBUNG

by 0

 

Nama latin : Blumea balsamifera (L.) DC.

Nama daerah :
Jawa: sembung, sembung manis. Sun da: sembung. Madura: kamandhin Bali: sembung. Melayu: kapa. Ternati madikapu. Minangkabau: copa. Nama daerah atau sinonim lainnya: sembung hutan, sembung legi, kremahan, sem- bung kuwuk, sembung gantung.

Deskripsi :
Sembung termasuk jenis tanaman perdu, tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 4 meter. Hidup di tanah ber pasir, tanah liat, kering maupun lembap, hidup sampai di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Batang berkayu, bagian ujung tumbuh percabangan yang cukup banyak, berbulu. Daun bentuk memanjang agak lebar, tepi bergerigi, bersirip, dan berlekuk. Daun bila diremas berbau bumbu, agak langu sedikit seperti kapur barus. Bunga membentuk gerombolan berwarna kuning.

Kandungan zat :
Berdasarkan hasil penelitian kandungan zat yang terdapat pada tanaman sembung yang telah diketahui adalah sineol, borneol, limonena, minyak atsiri dimetil-eter-floro-asetofenon, tanin, pirokatechin, glikosida, damar dan zat samak.

Bagian yang digunakan :
Bagian yang bermanfaat Sebagai obat digunakan adalah daun dan akar, baik dalam bentuk segar maupun telah dikeringkan.

Khasiat    :
Gangguan menstruasi (sakit haid, haid tidak teratur, darah haid berlebihan), sakit setelah melahirkan, melancarkan peredaran darah, penurun panas, influensa, demam, gangguan pencernaan, lemah lambung, rematik sendi, sariawan, kencing manis, asma, bronkhitis, kejang jantung, jantung mengipas, dan lemah, masuk angin, perut nyeri, batuk.

SECANG

by 0



Nama latin : Caesalpima sappan L.

Nama daerah :
Sepang, sapang, supa sopang, naga sefen, soga jawa, sunyiha, cacang sepel, kayu secang, lolang, sawala singiang, roro, dolo, pasa, hong.

Deskripsi :
Secang termasuk jenis tanaman perdu. Tumbuh liar di hutan, maupun di ladang, dan tanah-tanah kosong  terutama yang berudara panas. Terkadang dijadikan Sebagai tanaman pekarangan. Tinggi bisa mencapai 10 meter, berkayu, warna batang merah pucat,inti batang merah atau merah kebiru-biruan. Daun bersirip, menggerombol 20-25 lembar tiap tangkainya. Tandan bunganya berwarna kuning.

Kandungan Zat :
Berdasarkan hasil penelitian kandungan zat yang terdapat pada tanaman secang adalah tanin, resin, brazilein, resorsin, saponia, d-alpha-pheilandrene, asam tanat, asam galat dan minyak terbang.

Bagian yang digunakan : Kayu atau kulit kayu.

Khasiat :
Kulit kayu secang bermanfaat untuk pengobatan pembersih darah, sifilis, diare, batuk darah, malaria, pengobatan setelah bersalin, luka berdarah, tumor, berak darah, muntah darah, radang selaput lendir mata.

PURWOCENG

by 0



Nama latin : Pimpinella pruacan Molkenb (sinonim: Pimpinella alpina)

Nama daerah :
Jawa: gebangan depok, purwo aceng, suripandak abang. Sunda: antanan gunung.

Deskripsi :
Tanaman purwoceng termasuk jenis terna menahun, cocok hidup pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, tinggi tanaman mencapai 1 meter merambat atau rebah. Batang basah,
bulat, berwarna hijau keunguan membentuk tangkai-tangkai sehingga sulit dibedakan antara batang dengan tang-kai, jumlah tangkai setiap pohon mencapai sekitar 25 buah. Panjang tangkai sekitar 20 cm. Daun majemuk, menyirip, di setiap tangkai tumbuh anak daun yang saling berhadapan berwarna hijau, bunga majemuk bulat seperti payung.

Kandungan :
Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat yang terdapat pada herba purwoceng yang telah diketahui adalah glikosida, tanin, flavonoid, dianethole, asam kaefeat, anisketone, sitosterol, triterpenoid-steroid stigmasterol.
Bagian yang digunakan : Seluruh bagian tanaman (akar, batang, daun) bermanfaat untuk pengobatan, baik dalam bentuk segar maupun kering.

Khasiat :
Herba purwoceng berkhasiat Sebagai aprodisiak (pembangkit gairah seksual), penyegar badan, peluruh air seni, menjaga stamina, dan daya tahan tubuh.

PRANA JIWA

by 0

 


Nama latin : Euchresta horsfieldi Benn.

Nama daerah : Jawa: prono jiwo, palakiya.

Deskripsi :
Tanaman prana jiwa termasuk jenis perdu tumbuh tegak, tinggi dapat men capai 2 meter. Batang bulat, berkayu cocok hidup di daerah panas. Daun majemuk berbentuk menyirip saling berhadapan, lonjong memanjang, tepi daun rata, bagian ujung runcing. Bunga majemuk berbentuk tandan, benang sari bentuk silindris, kepala putik berbentuk bulat lonjong berwarna putih kekuningan. Buahnya polong warna hitam, panjang antara 1-2 cm. Biji bulat lonjong warna cokelat.

Kandungan zat :
Berdasarkanhasil penelitian, kandungan zat yang sudah diketahui adalah polifenol, saponin, sistisin.

Bagian yang digunakan : Bijinya.

Khasiat :
Biji prana jiwa sering digunakan untuk mengobati batuk berdarah, keracunan makanan, dan perangsang gairah seksual, penyegar badan. Sakit kepala sebelah (migren), tonikum, memperlancar keluarnya air seni.

PEGAGANG

by 0




Nama latin : Centella asiatica (L.) Urban

Nama daerah :
Jawa: gagan-gagan, kerok batok. Sunda: antanan gede. Melayu: rumput kaki kuda, pegagan, daun kaki kuda.  Madura: kos-tekosan. Temate: kolotidi menora. Halmahera: kori-kori. Irian: gogauke, sandanan. Makassar: pagagan

Deskripsi : 
Tanaman liar, tidak berbatang, dapat hidup di mana saja, di pinggir sungai, ladang, tanah kosong, padang rumput, termasuk terna menahun, akar rimpang pendek memiliki stolon- stolon yang bisa berkembang, hidup merambat, atau menjalar. Setiap percabangan muncul akar dan tumbuh menjadi tunas-tunas baru bila menempel di tanah, daun bundar, di bagian pangkal membelah atau berlubang, tepi bergerigi, berbulu, berwarna hijau muda sampai tua, bunga berwarna putih.

Kandungan Zat :
Berdasarkan hasil penelitian,kandungan zat yang terdapat pada tanaman pegagan dan telah diketahui adalah brahminoside, brahmic acid, madasia ticoside, isothankuniside,mesoinositol, centellose,darotenoid,hydrocotyline.

Bagian yang digunakan :
Seluruh bagian tanaman berkhasiat mengobati keputihan, infeksi saluran kencing, darah tinggi, hepatitis, wasir, sakit perut, cacingan, disentri, kurang nafsu makan, radang mata, asma, bronkhitis, sakit tenggorokan, campak, tifus, cacingan.

PASAK BUMI

by 0

 

Nama latin  : Eurycoma longifolia Jack.

Nama daerah :
Jawa: pasak bumi. Indonesia: pasak bumi. Melayu (Malaysia): tongkat ali.

Deskripsi Zat :
Pasak bumi belum dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini ada di beberapa negara seperti Indo Cina, Thailand, Myanmar, di Indonesia sendiri terdapat di hutan-hutan daerah Kalimantan.

Kandungan :
Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat yang terdapat pada tanaman pa¬sak bumi dan sudah diketahui adalah sitosterol, eurycomalakton, stigmasterol. 

Bagian yang digunakan : Akar, dan kulit batang.

Khasiat :
Akarnya berkhasiat Sebagai pembangkit gairah seksual pria, memperbaiki sirkulasi darah, sakit gangguan pencer- naan, memperbaiki kadar testosteron pada pria, mengobati keletihan.

NAMPU

by 0

 
 

Nama latin : Homalomena javanica V. A.V.R

Nama daerah :
Jawa: nampu. Sunda: cariyang beureum, cariyang codas.

Deskripsi :
Nampu termasuk herba menahun, hidup secara liar, di pinggir sungai, selokan, di tempat yang agak berair, tinggi dapat mencapai 1 meter. Batang bulat, tak berkayu, bercabang, membentuk rimpang, warna keunguan. Daun tunggal, pada pangkal membentuk lubang, bulat panjang, bagian ujung lancip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk tongkol, bentuk kelopak corong, buah bulat, kecil berwarna  merah, biji bulat, kecil berwarna kecokelatan.

Kandungan Zat :
Berdasarkan hasil penelitian,kandungan zat yang sudah diketahui adalah tanin, polifenol, saponin dan flavonoida.

Bagian yang digunakan :
Bagian yang berkhasiat obat adalah  akar, baik dalam bentuk segar maupun yang sudah dikeringkan.

Khasiat : Akar bermanfaat untuk merangsang  nafsu seksual .

MENIRAN

by 0

 

Nama latin : Phillanthus niruri L

Nama daerah :
Jawa: meniran, daun gendong anak.
Sunda: meniran merah, meniran ijo, memeniran. Ternate: gosau ma dungi, dukung-dukung anak.

Deskripsi:
Meniran dapat hidup di sembarang tempat,tumbuh liar diselokan, bebatuan, rerumputan, tanah kosong. Tumbuh tegak, dapat mencapai tinggi 60 cm, berbatang setengah berkayu, kecil pipih atau bulat warna hijau tua kecokelatan, bercabang banyak, masa hidup antara 1-1,5 tahun Daun kecil-kecil bulat berderet, berseling, ujung daun tumpul, pangkal bu- lat. Bunga betina tunggal di pangkal Buah kotak, bulat pipih.

Kandungan Zat
Berdasar kan hasil penelitian kandungan  zat yang sudah diketahui adalah kalium, damar, tanin, filantin, hipofilantin.

Bagian yang digunakan :
Seluruh tanaman bermanfaat untuk mengobati infeksi saluran kencing kencing nanah, memperlancar keluarnya nya air kencing, nyeri saat buang air kecil, radang usus, radang hati, radang mata merah, batu ginjal, radang ginjal sariawan, darah tinggi, sakit ayan diare, rabun senja, rematik.

MENGKUDU

by 0

 


Nama latin  : Morinda citrifolia L.

Nama daerah :
Bentis,kemudu,kudu, cangkudu, pace, bengkudu, manakudu, wangkudu.

Deskrupsi :
Jenis perdu, berkayu, memiliki percabangan banyak, dapat hidup di daratan rendah maupun tinggi, bahkan dapat tumbuh dengan baik di sembarang tempat baik tanah gembur maupun tanah kering berbatu, tinggi dapat mencapai 5 meter. Daun penumpu bulat telur, lebar, bertepi rata, warna hijau kekuningan. Daun bersilang, berhadapan, bertangkai, bulat telur, lebar, Bunga bertangkai, rapat, berbunga banyak di setiap ketiak, mahkota bentuk tabung, putih. Buah lonjong, oval memanjang, benjol-benjol, berwarna hijau masih muda dan menjadi kuning bila sudah tua.

Kandungan Zat :
Berdasarkanhasil penelitian, kandungan zat yang sudah diketahui adalah alkaloid triterpenoid (pada buah), ziil kapur, zat besi, karoten, dan askorbin (pada daun), glikosida antrakinon (pada bunga), morindin, aligarind methylether (pada kulit akar).

Bagian yang digunakan : 
Akar, buah, daun, bunga, dan kulit batang, semua bahan digunakan dalam bentuk segar.

Khasiat :
Buahnya untuk radang amandel, melancarkan kencing, batuk, darah tinggi, lever, radang usus, limpa bengkak, cacar air, beri-beri, luka terpukul, di fteri, eksim. Daun: untuk kencing manis. Kulit batang: untuk desentri.