Putri saya ketika berusia 38 tahun pernah menderita sakit keras. Dirawat beberapa minggu di rumah sakit kemudian dipindah ke rumah sakit lain. Dokter memperkirakan dia kena lupus dan diberi beberapa macam obat keras berupa steroid. Dokter wanti-wanti obat-obatan itu akan berpengaruh negatif pada ginjalnya dan bisa menimbulkan osteoporosis. Benarkah? Karena kini setelah mengubah pola makan dengan memperbanyak sayuran dan buah-buahan, kesehatan nya mulai membaik.
by pakar emas 0
Benar. Mereka yang menggunakan steroid (glukokortikoid atau kortikosteroid termasuk prednison atau kortison) dosis tinggi atau jangka panjang berisiko mengalami keropos tulang. Pengobatan steroid digunakan untuk berbagai penyakit autoimun seperti arthritis rheumatoid, lupus, penyakit Crohn's, asma. Dan pemberian obat harus dengan dosis serendah mungkin dalam jangka waktu sependek mungkin. Membatasi penggunaan steroid sampai ke jumlah tertentu yang tidak merugikan pasien, agaknya mustahil.
Menurut Felicia Cosman, MD, Direktur Klinis National Osteoporosis Foundation di Amerika, dalam bukunya What Your Doctor May Not Tell You about Osteoporosis, bahwa keropos tulang yang disebabkan osteoporosis bisa terjadi pada dosis kecil dan berlangsung sangat cepat, khususnya pada tulang yang berpori (porous bone) misalnya ruas tulang belakang. Dan selama penggunaan steroid, risiko patah tulang tinggi.
Karena itu, jika anak Anda diberi pengobatan steroid dalam jangka waktu satu bulan atau lebih, pastikan dia mendapat asupan kalsium 1.200 mg setiap hari dari makanan (atau makanan ditambah suplemen) dan vitamin D minimal 800 IU setiap hari. Putri Anda juga harus melakukan olahraga rutin (olahraga beban dan penguatan otot) yang disesuaikan dengan kondisi kesehatannya (pasien lupus biasanya tidak bisa kena sinar matahari). Dan jangan merokok (atau kena paparan asap rokok).
Baik sekali jika putri Anda mengubah pola makan dengan makan banyak sayuran dan buah-buahan segar. Dengan demikian, darahnya yang bersifat asam akan menjadi basa. Dan ini meningkatkan sistem imun sehingga kesehatannya pun akan meningkat. Hindari konsumsi daging merah (daging sapi, kerbau, kambing, babi). Jangan pula mengonsumsi minuman beralkohol dan soft drink.