Archive for Agustus 2012

Penyebab Hepatitis

by 0

Infeksi:
  • Infeksi virus
  • Infeksi non-virus
Leptospira icterohaemorragica : Ini adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Leptospira. Penyakit ini menyebar dari hewan yang terinfeksi kepada manusia, baik melalui kontak langsung maupun melalui air atau tanah yang terkontaminasi.

Toxoplasma gondir. Ini adalah parasit kucing atau hewan peliharaan lainnya. Penyakit ini menyebabkan penyakit saraf yang disebut toksoplasmosis.

Bahan kimia :
  • Racun
  • Cendawan beracun (Amanita phalloides)
  • Kloroform, suatu zat kimia yang dulu secara luas digunakan Sebagai obat bius umum. Karena obat ini merusak had dan memengaruhi jantung, kloroform kini digunakan hanya dalam konsentrasi rendah Sebagai pengawet.
Metabolisme abnormal:
  • Penyakit Wilson: Ini disebabkan oleh cacat bawaan dalam hal metabolisme unsur tembaga. Ada kelebihan unsur tembaga dan karenanya, terjadi timbunan dalam organ, seperti hati dan otak.
  • Perlemakan hati selama kehamilan: Ini adalah suatu kondisi di mana terjadi timbunan lemak di dalam hati. Salah satu penyebabnya adalah penyakit nutrisi dan merupakan masalah yang jarang padakehamilan lanjut. Gejalanya adalah hilangnya nafsu makan, lever besar, dan gangguan pencernaan.
Berkurangnya pasokan darah:
  • Shock, suatu kondisi yang dikaitkan dengan tekanan darah rendah. Pada gilirannya, hal ini memengaruhi pasokan darah ke berbagai organ tubuh
  • Gagal hati yang parah

Apa Penyebab Hepatitis?

by 0

Daftar penyebab hepatitis disajikan dalam Kotak 2. Dari semua penyebab ini, virus adalah penyebab yang paling lazim dari hepatitis.

Virus yang dapat menyebabkan hepatitis akut mencakup virus hepatitis A,B,C,D, E, dan G. Kendati begitu, sebagian besar profesional medis berpendapat bahwa virus hepatitis G tidak menyebabkan penyakit. Virus-virus hepatitis A,B,C,D, dan E secara bersama-sama bertanggung jawab atas lebih dari 98% kasus hepatitis. Sisanya, 2% kasus hepatitis disebabkan oleh virus-virus berikut :
  • Virus non-A, non-B, non-C, non-E
  • Sitomegalovirus
  • Virus Epstein-Barr
  • Virus herpes simpleks
  • Virus demam kuning

Apa Saja Jenis Hepatitis?

by 0

Ada dua jenis utama hepatitis, yakni:

1. Hepatitis akut. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu infeksi yang baru terjadi (akut) pada lever seseorang yang sebelumnya sehat. Biasanya, ketika orang menggunakan istilah hepatitis, ia memaksudkan hepatitis akut akibat virus atau AVH (acute viral hepatitis). Penyebab utama jenis hepatitis ini adalah virus hepatotropik. Ada juga penyebab hepatitis akut yang kurang umum, seperti alkohol, obat-obatan, dan lain-lain. Penyakit yang diakibatkan hepatitis akut berkembang dengan cepat, biasanya lebih parah ketimbang hepatitis kronis dan bisa berlangsung selama enam bulan atau kurang.

2. Hepatitis kronis: Ini adalah istilah yang digunakan ketika gangguan hati sudah berlangsung lama dan terus-menerus. Banyak orang dengan hepatitis kronis mungkin tidak memiliki tanda dan gejala yang khas dan karenanya merasa sehat. Hepatitis kronis mungkin hanya bisa dideteksi melalui hasil tes laboratorium yang abnormal atau tes lever lainya. Sakit akibat hepatitis kronis berlangsung lebih dari enam bulan.

Apakah Fungsi Normal Hati?

by 0

Hati adalah organ yang paling berat di dalam tubuh. Beratnya sekitar 1.200 sampai 1.500 gram. Letaknya diperut bagian atas, di bawah tulang rusuk. Hati Belgian besar terletak di sisi kanan tubuh tetapi sampai juga ke sebelah kiri.

Hati adalah salah satu organ terpenting di dalam tubuh. Fungsi utamanya adalah menyaring segala sesuatu yang Anda makan. Hati melindungi diri Anda dari infeksi serta membuang bakteri, racun, dan lain sebagainya dari darah.

Fungsi Hati

Metabolisme makanan:

Metabolisme adalah jumlah total perubahan biokimiawi yang dialami oleh beberapa penyusun tubuh, seperti metabolisme protein, metabolisme lemak, metabolisme obat, dan lain-lain.
  • Pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak.
  • Pembentukan protein dan pengubahan- nya menjadi bentuk-bentuk yang dapat digunakan oleh berbagai bagian tubuh. Misalnya, hati menyintesis atau membentuk suatu protein yang disebut albumin yang membawa zat-zat dalam darah ke berbagai bagian tubuh. Albumin juga mencegah pembengkakan tubuh.
  • Penguraian protein yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dan pembuangannya. Misalnya, bilirubin, yakni suatu zat kimia yang tertimbun dalam sel-sel darah merahyang sudah tua, diuraikan dan dikeluarkan dari tubuh.
  • Produksi zat-zat kimia yang dibutuhkan untuk penggumpalan darah. Penggumpalan darah mencegah terjadinya perdarahan yang berlebihan atau tidak terkendali akibat luka eksternal ataupun internal.
  • Produksi cairan empedu, yakni suatu zat kimia yang bertugas memecahkan lemak menjadi potongan-potongan kecil sehingga dapat dengan mudah dicerna. Asam empedu bersifat esensial bagi penyerapan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, dan E
Metabolisme dan ekskresi (pembuangan) 
  • Trans formasi atas obat-obatan sedemikian rupa sehingga tubuh dapat menggunakannya dan membuangnya daridalam darah di kemudian hari. Jika obat- obatan tetap dnggal di dalam darah lebih lama, hal ini dapat membahayakan tubuh.
  • Penyaringan zat-zat berbahaya, seperd alkohol dan obat-obatan adikdf. Penting untuk diingat bahwa had atau lever menjadi rusak dalam proses penyaringan zat-zat ini, kadang kala bahkan sampai pada tingkatan di mana lever tidak dapat sembuh.
Penyimpanan 
  • Penyimpanan gula
  • Penyimpanan vitamin seperd A, B12, dan as am folat
  • Penyimpanan zat besi
Pemurnian: Hati menguraikan zat-zat kimia yang berbahaya menjadi zat-zat yang tidak berbahaya. Misalnya, beberapa obat dan alkohol diubah menjadi bentuk yang tidak aktif sehingga tidak membahayakan tubuh. Hati juga mengaktifkan beberapa obat sehingga obat itu mampu bekerja dalam tubuh. Penting untuk diingat bahwa kendati menjadikan beberapa zat kimia tidak aktif (inactivation) adalah baik bagi tubuh, hal itu dapat membahayakan sel-sel hati.
Misalnya, mengubah alkohol menjadi bentuk yang tidak aktif itu baik bagi seluruh bagian tubuh lain, tetapi hati dapat rusak dalam proses transformasi ini.

Beberapa zat diubah dan dijadikan tidak aktif oleh tubuh sendiri. Misalnya, sejumlah besar amonia diproduksi dalam usus selama proses pencernaan makanan. Amonia dapat membahayakan berbagai bagian tubuh. Karenanya, hati mengubah amonia menjadi urea, yang dapat dikeluarkan dalam air seni atau urine.

Sintesis: Hati mengombinasikan zat-zat kimia yang sederhana untuk membentuk unit yang lebih kompleks dan lebih besar. Misalnya, hati memproduksi Sebagian besar protein yang ditemukan dalam darah, termasuk protein yang dibutuhkan untuk pencegahan perdarahan.
 
Penyimpanan: Hati menyimpan gula, lemak, dan beberapa vitamin sampai itu semua dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya, gula dalam darah diubah menjadi glikogen dan disimpan dalam hati. Ketika tubuh membutuhkan energi, glikogen dari hati diubah kembali menjadi gula dan dilepaskan ke dalam darah.

Transformasi: Hati mengubah atau mentransformasi beberapa zat yang penting dalam tubuh sehingga dapat digunakan dengan cara lain. Misalnya, hati menggunakan enzim untuk mengubah zat-zat sederhana seperti gula, asam amino, asam lemak, dan lain-lain menjadi unit-unit yang lebih besar. Enzim adalah protein yang meningkatkan tingkat reaksi biologis tanpa turut digunakan di dalam prosesnya. Enzim digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Asam amino adalah unit dasar dari semua protein dan asam lemak adalah unit dasar dari beberapa lemak yang penting dalam tubuh. Hati menonaktifkan banyak hormon dalam tubuh. Hati juga mengatur jumlah hormon seks pria dan wanita. Hati itu penting untuk menguraikan dan membentuk kolesterol dalam tubuh. Hormon adalah substansi kimia yang diproduksi oleh 'kelenjar endokrin dalam tubuh. Hormon memodifikasi struktur atau fungsi dari organ- organ yang jauh letaknya, yang semestinya dipengaruhi oleh hormon itu. Kolesterol adalah Dahan mirip lemak yang ada di dalam darah dan Sebagian besar jaringan. Ini adalah bagian yang penting dari dinding sel. Naiknya kadar kolesterol aalam darah dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Hati yang rusak dapat tumbuh kembali hampir sebesar ukurannya semula. Namun, beberapa penyakit, termasuk hepatitis, kadang kala dapat merusak dan menghancurkan hati secara total.



ALOPATI

by 0

Hepatitis adalah istilah yang digunakan untuk berbagai kondisi di mana terjadi peradangan dan/atau nekrosis sel-sel hati. Nekrosis adalah istilah yang digunakan bagi kematian Sebagian atau semua sel di dalam suatu organ atau jaringan. Banyak orang berpikir bahwa hepatitis sama dengan jaundice atau penyakit kuning. Penyakit kuning adalah istilah yang digunakan ketika sklera atau bagian putih mata berubah warna menjadi kuning. Hepatitis dan penyakit kuning tidak sama. Penyakit kuning adalah salah satu gejala hepatitis yang justru paling sering terdeteksi setelah munculnya gejala penyakit kuning. Namun, ada beberapa penyebab penyakit kuning, salah satunya adalah hepatitis.

Hepatitis adalah salah satu masalah kesehatan yang utama di dunia. Kendati kesadaran tentang penyakit ini dan cara pencegahannya telah meningkat selama dekade terakhir, hepatitis terus menjadi penyebab utama penyakit dan kematian di antara semua penyakit menular (communicable, disease). Penyakit menular adalah penyakit yang dapat menyebar dari satu orang ke orang yang lain.

Ada beberapa penyebab hepatitis, tetapi yang paling umum adalah kelompok virus yang disebut virus hepatotropik. Ini adalah virus yang memiliki kecenderungan menyebabkan penyakit lever. Meskipun kebanyakan orang dapat sembuh dari hepatitis akibat virus, setelah jatuh sakit selama beberapa minggu, banyak orang akhirnya mengalami penyakit kronis ataupun meninggal. Bahkan, mereka yang sembuh pun telah kehilangan beberapa minggu kerja. Biaya ekonomis pada level individual dan nasional akibat hepatitis tinggi karenanya.

Kapan Tekanan Darah dalam Kisaran Normal dan Kapan Naik?

by 0

Karena berbagai alasan, ilmu pengobatan medis telah mengalami kesulitan dalam menentukan suatu norma standar. Pertama-tama, ada fluk-tuasi harian  yang telah disebutkan sebelumnya. Tekanan darah dari orang normal pada saat istirahat bisa berkisar dari 95/65 mm Hg pada malam hari sampai 130/80 pada pagihari dan 150/ 90 pada sore hari. Lebih lanjut, tekanan darah banyak orang, walaupun tanpa sebab tertentu, naik menurut usia meskipun mereka tidak menderita tekanan  darah tinggi. Juga, kadar tekanan darah, seperti halnya norma biologis lainnya, bisa ditetapkan hanya setelah sering melakukan pengukuran pada individu yang sehat. Tetapi karena tingkat tekanan dari orang sangat berlainan, sulit untuk menetapkan suatu garis pemisah yang kaku antara tekanan darah yang normal (normotensi) dan yang tinggi (hipertensi).

Di sisi lain, penting untuk menetapkan batas regas, karena tanpanya kita tidak bisa mendeteksi tekanan darah tinggi atau menge- valuasi efektivitas pengobatan. Setelah banyak debat, kami telah sampai pada aturan yang disepakati untuk menentukan norma yang sah:

Untuk menentukan norma atas yang dapat diterima dari tekanan sistolik

Umur +100 (maksimal 160 mm Hg) 

Untuk menentukan norma atas yang dapat diterims dari tekanan diastolik
90 mm Hg, tidak peduli umurnya.

Maka, jika usia Anda 40 tahun, tekanan darar. Anda tidak boleh melebihi 140/90. Jika tekanannya antara 140/90 dan 160/90, Anda perlu memeriksa tekanan darah setiap tiga sampai. enam bulan untuk memastikan bahwa tidak ada di kecondongan ke atas. Pembacaan 160/95 kelihatannya akan mengindikasikan bahwa anda memiliki tekanan darah tinggi.

Penyimpangan moderat dari nilai standar: sistolik—yaitu 20-30 mm Hg lebih rendah, dan_ jika berusia 60 tahun atau lebih, 10—20 mm Hg lebih tinggi adalah umum dan selaras dengan kesehatan yang baik.

Tekanan Sistolik dan Diastolik

by 0

Setiap kali tekanan darah diperiksa, dua angka dicatat, yaitu tekanan atas atau sistolik, dan tekanan bawah atau diastolik. 

Jantung dalam kontraksi ritmisnya mengirimkan suatu aliran darah (gelombang denyut) ke arteri perifer, di mana ia dapat dirasakan Sebagai “denyut”. Tergantung pada apakah jantung berkontraksi atau dilasi, tekanan pada arteri akan tinggi atau rendah. Maka, gelombang denyut, seperti semua gelombang, akan pasang lalu surut. Nilai tertinggi, disebabkan oleh kontraksi (sistol) bilik jantung (ventrikel) disebut tekanan sistolik, dan nilai yang lebih rendah yang berkaitan dengan dilasinya (diastol) dikenal Sebagai tekanan diastolik. Karena setiar level dari kedua tekanan ini, seperti halnya hubungannya satu sama lain, memberikan jejak- jejak yang berharga bagi dokter, kedua tekanan ini selalu diperiksa. Tekanan darah bagaikan tekanan barometer, dinyatakan dalam milimeter air raksa (mm Hg). Suatu pengukuran 130/83 mm Hg berarti tekanan sistolik 130 dan tekanan diastolik 85.

Bagaimana Mengatur Tekanan Darah?

by 0

Bagaimana organisme memecahkan masalah penyesuaian tekanan dan distribusi darah dalam arteri terhadap kebutuhan yang terus berubah dari organ-organnya? Dalam mengatur tekanan darah, alam mengikuti suatu prinsip teknologi modern dan kemungkinan besar telah terjadi selama jutaan tahun yang dikenal Sebagai “pengatur dengan umpan balik”.

Dinding arteri besar, terutama aorta dan arteri ginjal, dilapisi oleh sel-sel yang peka terhadap tekanan, sejenis alat pengukur keciL “Reseptor tekanan” ini, yaitu nama ilmiahnya, dihubungkan oleh saluran-saluran saraf dengan pusat sirkulasi di otak, yang padanya reseptor- reseptor tadi meneruskan informasi tentang hubungan tekanan dalam berbagai sektor sistem arteri. Sirkulasi menggabungkannya dengan data vtal laporan lain yang diterimanya, seperti metabolisme dari darah dan impuls-implus otak. Pusat sirkulasi diaktifkan oleh arter berotot dan jantung oleh saluran-saluran dari sistem saraf otonom.

Jika suatu kenaikan dalam tekanan darah dibutuhkan,pusat mengirimkan sinyal yang tepat ke terminal yang mirip bola lampu ke serat-serat saraf simpatis pada organ yang dituju.Serat-serat saraf bertindak agak mirip dengan laboraturium  yang khusus dengan kapasitas produksi dan  penyimpanan yang besar, dan segera melepaskan sejumlah noradrenalin. Ini adalah suatu  hormon yang menyempitkan arteri perifer dan merangsang aktivitas jantung. Maka, hormon ini meningkatkan ketahanan arteri terhadap darah dan volume jantung permenit. Hasilnya adalah kenaikan tekanan darah. jika puat analisis data otak mengindikasikan bahwa tekanan darah yang dilaporkan melebihi kebutuhan, sinyalnya menurun, yang berarti stimulasi saliiran simpatis menurun, demikian pula produksi noradrenalin. Singkatnya, mekanisme pengontrol tekanan darah bekerja Sebagai berikut.

Pusat sirkulasi dirangsang—aktivitas simpatis meningkat-—pembuluh darah menyempit-—tekanan darah naik—reseptor tekanan dirangsang—informasi sampai ke pusat sirkulasi—pembalikan—aktivitas simpatis menurun—pembuluh darah mengalami dilasi—tekanan darah turun.
Ini menutup siklusnya. Jika sistemnya diaktifkan oleh peningkatan tiba-tiba dalam tekanan darah, siklusnya pun dibalik.

Unit fungsional dari serat-serat saraf simpatik dan terminal-terminal penghasil noradrenalinnya dalam jantung dan dinding-dinding arteri disebut sistem simpatis- adrenergis. Ini akan disebut berulang-ulang dalam bab-bab selanjutnya karena memainkan peran penting dalam perkembangan tekanan darah tinggi dan pengobatannya.

Kapan Tekanan Darah Naik dan Kapan Turun ?

by 0

Jika anda khawatir tentang pembacaan tekanan darah anda, ingatlah hal ini; tekanan darah tidak pernah konstan. Kondisinya berubah menurut kebutuhan dan tuntunan tubuh dan serng terjadi dalam kehidupan sehqari-hari. Apakah tekanan darah anda akan naik atauturun tergantung pada berbagai faktor yang berbeda.

Pembacaan tekanan terendah biasanya terjadi saat tidur. Sepanjang hari mengalami tuntutan dan ketegangan secara fisik dan psikologis tekanan biasanya naik, terus-menerus menyesuaikan dengan kebutuhan yang berbeda dan aktivitas otot. Marilah kita mengambil dui contoh:

Ketika kita berdiri tegak, darah mengalir kebagian bawah tubuh, karena beratnya. Pada saat tekanan darah turun dan bisa terus terjadi sampai pada dtik bahaya jika mekanisme pengaturan sirkulasi kita tidak menaikkan tekanannya secara secara otomatis dan mempertahannya pada kadar normal dengan menyempitkan arteri. Jika mekanisme ini bekerja terlalu lambat atau tidak memuaskan, hal ini bisa menyebabkan kekurangan darah sementara di otak. Hasilnya adalah rasa pusing dan melayang. Kebanyakan kita sekali waktu mengalami perasaan yang tidak berbahaya ini setelah bangun mendadak atau berdiri terlalu lama.

Dengan cara yang sama, sirkulasi menyesuaikan diri terhadap aktivitas flsik. Sebagai contoh, jika anda menaiki tangga, kebutuhan oksigen, dan oleh karna itu, darah pada otot kaki meningkat. untuk memenuhi tuntutan ini, jantung anda mulai memompa lebih cepat. Pada saat yang sama, arteri perifer anda mengerut, dengan pengecualian pada pembulu darah di kaki, yang mengalami dilasi. Tekanan darah anda naik dan aliran darah ke kaki meningkat. setelah mencapai puncak dan beristirahat, kebutuhan darah pada otot kaki anda kembali normal, dan dengan demikian aktivitas jantung dan tekanan  darah juga menjadi normal.

Kita tahu dari pengalaman betapa suatu kegairahan bisa memengaruhi sirkulasi, yaitu "jantung berdebar-debar" disertai oleh peningkatan tekanan darah. Ini terjadi tanpa memerdulikan penyebabnya, apakah kegembiraan atau rasa sakit, malu atau takut, atau rasa terganggu karena terjebak kemacetan karena anda sedang tergesa-gesa atau merasa tertekan dalm pekerjaan anda. Kenaikan tekanan darah dibawah kondisi stres psikologis atau ketergantungan saraf menolong anda tetap menguasai keadaan dalam situasi kritis dengan membuat anda makin waspada dan responsif. Ketika penyebab spesifik dari kegairahan itu hilang atau berakhir, tekanan darah kembali ke level dasarnya.

Tekanan Darah dan Fungsinya

by 0

Apa tujuan tekanan darah? Jelas, jantung dan sirkulasi diberi tugas memasok semua organ tubuh dengan darah. Mereka dapat melakukan pekerjaan ini hanya jika bahan dasar yaitu darah, tersedia, dan jika ada tekanan yang cukup untuk mengirimkannya. Karena jumlah darah yang tersedia konstan—sekitar 3,7—4,7 liter pada orang dewasa—tekanannya harus bisa disesuaikan dengan perubahan kebutuhan tubuh. Ini artinya tekanan tidak boleh jatuh di bawah kadar minimal tertentu—suatu kondisi yang dapat mengarah ke hipotensi dengan masalah-masalah yang menyertainya—dan harus bisa bereaksi dengan segera terhadap tuntutan yang tiba-tiba.

Sistem kardiovaskular memiliki dua mekanisme sederhana untuk menolongnya menyesuaikan diri dengan kebutuhan darah yang berubah-ubah dari organ yang dituju: dengan mengurangi atau menambah jumlah darah yang dipompakan ke dalam sirkulasi, yaitu volume per menit, dan yang lainnya adalah mengurangi atau menambah ketahanan berotot melalui kontraksi atau dilasi. Mekanisme pengaturan yang kelihatannya ini dikoordinasikan oleh suatu sistem kontrol yang rumit, yang mungkin bisa dimengerti paling baik jika kita pertama-tama melihat pola perilaku tekanan darah dalam berbagai situasi sehari-hari.

Kerja Jantung

by 0

Jika pertukaran gas ini harus berlangsung dengan mulus, kedua atrium dan kedua ventrikel
harus bekerja  dalam keselarasan tinggi. Keselarasan ini dicapai dengan tindakan yang terkoordinasi dari atrium dan ventrikel, yaitu kedua melepaskan darah mereka secara bersamaan ke ventrikel yang berhubungan, dan hal ini pada gilirannya memompakan darah ke kedua arteri yaitu pulmonari dan sistemik. 

Sistem yang mengendalikan tindakan yang terkoordinasi ini beroperasi seperti generator dan distributor listrik. Generator yang berlokasi di aerah atrium, mengirimkan impuls-impul listrik yang menyebabkan atrium berkontraksi dan melepaskan darah ke ventrikel. lalu hanya  dengan penundaan yang minimal, distributor mengirimkan impuls-impuls ini ke ventrikel yang dipenuhi darah, yang membuat mereka melepaskan darah ke sirkulasi. “Sistem konduksi” elektris ini adalah bagian yang paling peka dari pompa jantung. Inilah sebabnya denyut jantung yang tidak teratur—arrbytmia— sering kali merupakan indikasi pertama dari kemungkinan gangguan sirkulasi atau malfungsi dari otot jantung.

Untuk memahami betapa besarnya pekerjaan jantung, marilah kita membayangkan cara kerjanya. Volume darah yang dilepaskan oleh ventrikel dengan setiap dorongan pompa— denyut jantung—adalah suatu jumlah yang terukur. Frekuensi denyut jantung, jumlah denyut jantung per menit, biasanya berkisar antara 60 dan 80. Dalam kondisi stres atau kelelahan fisik, angka ini bisa berlipat dua. Salah satu ukuran pekerjaan yang dilakukan oleh jantung adalah volume per menit, yaitu jumlah darah yang dipompakan setiap menit. Ketika beristirahat, volume ini berkisar antara 2,8 liter dan 4,7 liter, jumlah yang cukup besar untuk mengisi suatu kolam seluas 24,4x50,3 meter : waktu satu tahun, dan dapat naik sampai 3-5 kali jumlah ini dengan pekerjaan fisik atau tergantung pada kondisi individual, 

Jantung adalah sebuah pompa dengan kekuatan 0.1 tenaga kuda. Jantung tidak hanya melakukan  pekerjaan berat, tetapi tidak seperti lainnya, jantung harus melakukannya sepanjang hayat. Ini membuatnya sangat pada pasokan oksigen yang cukup terus-menerus dan bahan bakar yang diperlukan. Pekerjaan memastikan aliran ini jatuh pada arteri koroner di sekeliling jantung. Arteri-arteri ini bercabang dari aorta, yang terletak langsung di belakang pintu keluar jantung kiri , ke otot jantung kiri maupun kanan. seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sistem pembuluh koroner adalah suatu zona
bahaya bagi orang dengan faktor risiko— mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.

Jantung

by 0

Jantung adalah sebuah otot berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan manusia yang terletak di rongga dada tepat di sebelah kiri bagian tengah antara paru-paru. Jantung terbagi menjadi dua rongga yang sama besar yang dipisahkan oleh sebuah dinding otot: jantung “kiri” dan jantung “kanan”. Masing-masing terbagi lagi menjadi dua bagian: yang atas disebut atrium (serambi) dan bagian bawah disebut ventrikel (bilik). Suatu sistem katup memisahkan kedua atrium dan ventrikel serta mengatur aliran darah masuk dan keluar dari jantung.

Struktur jantung paling baik dibandingkan dengan pasangan pompa ganda. Bahkan, jantung kiri dan kanan adalah dua stasiun pemompa yang independen secara mekanis, yang embentuk satu organ tunggal. Dan seperti jantung sistem sirkulasi juga terdiri dari dua bagian yang terpisah, yaitu sirkulasi pulmonari yang melayani paru-paru dan sirkulasi sistemik yang melayani tubuh secara keseluruhan. Jantung kanan  memompakan darah ke dalam sirkulasi pilmonari dan jantung kiri memasok sirkulasi sistemik. Pemisahan ini memegang fungsi vital, yaitu “pertukaran antara udara, darah, dan jaringan.

seperti yang telah disebutkan sebelumnya sel-sel tubuh  harus dipasok dengan oksigen dan diizinkan untuk membuang karbon dioksida sendiri agar tetap hidup. Pasokan dan pengeluaran gas ini terjadi dalam cara berikut.ventrikel kanan menerima darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari vena cava dan memompanya ke dalam sirkulasi pulmonari. kapiler yang luas meningkatkan pertukaran cepat antara sel-sel udara (alveolus) raru-paru dan darah yang sudah tidak mengandung oksigen yang dipompakan oleh jantung; sedangkan sel-sel darah merah membuang karbon dioksida dan mengambil oksigen. Darah yang sudah mengandung oksigen lalu dibawa ke jantung melalui vena pulmonari, lalu jantung mengirimkannya keluar ke aliran darah.

Pembuluh Balik/Vena

by 0

Pembuluh balik kapiler—bagian sistem kapiler yang :meninggalkan jaringan—bergabung dengan pembuluh darah besar berdinding tipis yang dikenal Sebagai vena. Aliran darah dalam jejaring kapiler sangat tidak tergesa-gesa. Darah vena yang kembali ke jantung bergerak dalam kecepatan yang sangat lambat, hampir-hampir tekanan. Vena bergabung dengan dua pembuluh utama (venae cavae). Vena cava yang besar mengembalikan darah dari kepala, leher, dan tangan ke jantung, dan vena cava yang kecil mengembalikan darah dari badan dan tungkai. Kedua vena ini mengarah ke bilik kanan jantung.

Arteri

by 0

Arteri memainkan peran yang penting dalam penyebab tekanan darah tinggi dan berbagai konsekuensinya yang berbahaya. Arteri tidak membawa darah dari jantung ke seluruh organ, tapi juga memainkan peran yang vital dalam pengaturan, distribusi, dan tekanan aliran Beban fungsi ini jatuh pada dinding-dinding arteri. Ada dua jenis arteri yang mendasar :
  • elsatis
  • berotot
Arteri disebut demikian karena dinding-dindingnya terdiri dari sejumlah besar sera elastis. Ini memampukannya untuk berfungsi seperti tangki dan distributor udara kecil. pemompaan jantung yang berirama mengirimkan darah dalam interval yang teratur dan bukan dalam aliran yang konstan. Arteri elastis, terutama arteri terbesar—aorta—mengubah aliran semprotan yang berputar ini menjadi aliran yang mulus dan terus-menerus. Ini menjamin pasokan darah yang tetap ke organ dan otot-otot yang dituju. Karena elastisitas dinding-dindingnya, arteri ini bekerja bagaikan kantong pada alat musik bagpipe. Di satu sisi udara dipompakan secara berirama dan kemudian, ketika tekanan diberikan pada kantong udara, udara mengalir keluar secara konstan pada sisi lainnya.

Pada bagian tepi sistem sirkulasi arteri, arteri elastis ini berubah menjadi arteri berotot, yang, Sebagai tambahan pada sirkulasi darah, juga membantu ditribusinya. Otot-otot yang kuat pada dindingnya memampukan arteri ini untuk mengembang (dilasi) atau mengerut, dan dengan cara ini meningkatkan atau mengurangi aliran darah ke bagian-bagian spesifik tubuh sesuai kebutuhan. Pengembangan dilatasi atau kontraksi arteri tentunya memengaruhi ketahanan dinding arteri. Ketahanan yang dikombinasikan dari semua arteri berotot perifer disebut ketahanan arteri perifer, suatu faktor penting dalam tingkat tekanan darah dalam sistem arteri.Kita akan mendengar lebih lanjut tentang ini dalam pembahasan kita tentang penyebab dan pengobatan tekanan darah tinggi.

Arteri berotot yang paling kecil disebut Arteriola bercabang ke suatu jejaring pembuluh yang jauh lebih kecil, yaitu pembuluh kapiler, yang membawa nutrisi ke sel-sel dan membuang bahan-bahan sisa.

Struktur dan Fungsi Sistem Kardiovaskular

by 0

Struktur tubuh kita yang rumit membutuhkan suatu jejaring pemasok yang ekstensif untuk
memastikan pengiriman yang segera dan cukup atas pasokan vital dan pembuangan produk sisa.

Agen yang melaksanakan pelayanan vital ini adalah sistem sirkulasi. Sistem ini terdiri dari jejaring “pipa” yang bercabang-cabang yang padanya sel-sel jaringan dilekatkan. Cairan yang mengalir melalui “pipa-pipa” ini, darah kita, terdiri dari suatu zat yang kaya protein yang disebut plasma darah (60%) dan sel-sel darah merah yang disebut eritrosit (40%).

Plasma darah dalam bentuk cair membawa semua nutrisi, zat pembangun dan bahan-bahan lain yang dibutuhkan oleh sel, yaitu gula, lemak, mineral, vitamin, dan hormon. Sel-sel darah merah dapat dibandingkan dengan suatu tabung sangat kecil yang mengandung pewarna merah (hemoglobin) yang bekerja Sebagai saluran oksigen dan karbon dioksida. Sel-sel darah merah membawa oksigen yang dihirup oleh paru-paru ke sel-sel organ dan otot. Tanpa oksigen, sel-sel itu tidak akan bisa hidup dan melakukan pekerjaan mereka. Sistem metabolisme membutuhkannya untuk mengubah produk-produk makanan (gula, karbohidrat, lemak) menjadi energi. Pada saat yang sama sel-sel harus membuang karbondioksida, sisa metabolisme, agar mereka tidak tenggelam di dalamnya.

Darah terus digerakkan oleh sebuah pompa, . Dalam bentuk sistem “pipa-pipa” yang dari jantung, arteri menyalurkan darah inngan-jaringan; dari sana pipa-pipa itu bercabang ke jejaring pembuluh-pembuluh yang disebut pembuluh kapiler. Darah dari pembuluh kapiler membasahi sel-sel, dan mengambil dari sana pasokan yang dibutuhkan, gantinya, sel-sel itu meletakkan sisa-sisa metabolisme yang telah disimpan ke dalam darah yang kemudian membawanya pergi. “pipa-pipa” yang membawa bahan-bahan disebut vena/pembuluh balik. Dalam perjalanannya, darah melewati organ yang racun (detoksifikasi) dari sisa-sisa itu dan mengurus pengeluarannya (ginjal).

Agar sistem transportasi yang genius ini berfungsi, setiap komponen harus melaksanakan berbagai operasi yang rumit. Ini menjelaskan perbedaan struktur di antara komponen-komponen itu.

Fungsi Sirkulasi Darah pada Organisme

by 0

Untuk menolong Anda memahami fungsi dan cara kerja sistem kardiovaskular, yakni sistem yang secara langsung dipengaruhi oleh tekanan darah kita, marilah kita membandingkannya dengan suatu pabrik industri terotomatisasi yang rumit dengan berbagai departemen yang sangat terspesialisasi dan bekerja sama dalam keselarasan. Beberapa komponen pabrik ini, seperti sistem motor dengan otot dan tulang-tulangnya, melakukan fungsi-fungsi yang jelas dan spesifik. Yang lainnya, seperti paru-paru, usus, dan ginjal, memasok energi yang dibutuhkan dan membuang produk sisa.

Agar dapat bekerja dengan lancar, sebuah pabrik yang terdiri dari begitu banyak departemen yang terspesialisasi membutuhkan pusat informasi dan kontrol. Pekerjaan ini dilakukan oleh organ yang mirip dengan komputer pusat, yaitu otak, yang dikaitkan dengan organ lainnya melalui tiga jejaring saraf yang secara bersama- sama membentuk sistem saraf pusat: sistem saraf sensoris, yang mengatur organ-organ sensoris; sistem saraf otonom, yang mengatur organ-organ internal; dan sistem saraf perifer, yang terkait dengan otot dan kulit. Jejaring ini menyalurkan ke otak suatu arus informasi yang oleh otak kemudian dievaluasi, dan berdasarkan evaluasi itu otak mengirimkan instruksi operasi yang rinci. Aktivitas ini hanya sebagian saja yang diatur secara sadar.

Tuntutan  konstan untuk keputusan yang disengaja  akan meletakkan ketegangan yang terlalu tinggi sistem saraf otonom yang mengordinasikan fungsi-fungsi vital seperti bernapas, pencernaan, dan metabolisme dengan kebutuhan yang terus berubah dari seluruh bagian Oleh karena itu, tindakan dari sistem saraf otonom  Sebagian besar adalah tidak disadari, disebut demikian. Karena salah satu adalah pengaturan tekanan darah, kita membahasnya lebih rinci nanti.

Tekanan Darah dan Sistem Kardiovaskular

by 0

Buku ini banyak berbicara tentang sirkulasi darah. jantung, dan arteri dan tentu saja tentang tekanan darah. Tidak diragukan bahwa Anda akrab dengan semua istilah ini. Tetapi tahukah Anda bagaimana sistem kardiovaskular berfungsi, apa yang seharusnya dilakukannya, dan apa peran tekanan darah di dalamnya?

Dalam bab ini kita akan memeriksa struktur dan fungsi sistem kardiovaskular sejauh kaitannya dengan berbagai penyebab serta efek tekanan darah tinggi dan pengobatannya.

Tekanan Darah dan Sistem Kardiovaskular

by 0

Berbicara tentang sirkulasi darah. jantung, dan arteri dan tentu saja tentang tekanan darah. Tidak diragukan bahwa Anda akrab dengan semua istilah ini. Tetapi tahukah Anda bagaimana sistem kardiovaskular berfungsi, apa yang seharusnya dilakukannya, dan apa peran tekanan darah di dalamnya?

Kita akan memeriksa struktur dan fungsi sistem kardiovaskular sejauh kaitannya dengan berbagai penyebab serta efek tekanan darah tinggi dan pengobatannya.

Bagaiman dengan faktor Risiko Anda?

by 0

Keberadaan dan penyebaran faktor-faktor risiko adalah penemuan yang masih cukup baru. Penelitian-penelitian Pendahuluan, terutama dilakukan di Framingham, telah sangat berkontribusi pada kesadaran kita tentang keberadaan dan penyebaran faktor-faktor risiko. Pada North American Pooling Project (yang mengumpulkan data dari penelitian Framingham penduduk Albany, Tecumsah, Los Angeles, dan Minneapolis demikian juga dari Chicago Gas Company dan Chicago Western Electric Company) sebanyak 7.342 orang pria antara usia 30-59 tahun yang tidak memiliki masalah kesehatan yang jelas diuji. Dari semua ini, hanya 1.249 orang atau 17% ditentukan tidak memiliki dua faktor risiko utama tekanan darah tinggi merokok dan hiperkolesteremia. Sebanyak 45% dari para pria ini memiliki setidaknya satu faktor risiko, 30% memiliki dua, dan 8% memiliki tiga.

Kita semua mengenal orang yang memiliki setidaknya satu dari faktor-faktor risiko ini. Sebagai contoh, pengidap diabetes yang kelebihan berat badan dan yang merokok atau perokok berat yang memiliki tekanan darah tinggi. Mungkin diri Anda adalah bagian dari kelompok risiko tinggi ini tanpa mengetahuinya. Demi kebaikan Anda sendiri caritahulah apakah Anda termasuk di dalamnya atau tidak. Kuesioner yang disusun oleh Profesor S. Heyden, seorang ahli epidemiologi terkenal, akan menolong Anda dalam menemukannya. Tidak semua faktor risiko pada kuesioner memiliki bobot yang sama atau sama berbahayanya. Berdiskusilah dengan dokter anda tentang makna penting berbagai faktor karena hal-hal itu memengaruhi kesehatan dan kehidupan Anda.

Kami tidak ingin menyebabkan kekhawatiran dengan diskusi kita tentang faktor-faktor risiko ini, walaupun kami sadar bahwa pernyataan objektif tentang bahaya kesehatan pasti menyebabkan kekhawatiran. Tujuan kami menarik perhatian Anda pada hal ini adalah untuk memanggil akal sehat Anda, membuat Anda bertindak, untuk mengikuti pemeriksaan fisik secara teratur. Cobalah mendekatkan jarak antara kesadaran dan tindakan, yang oleh psikolog disebut kesenjangan kognitif: Anda sangat mengetahui  bahaya kebiasaan tertentu Anda, namun Anda menutup mata terhadapnya dan tidak melakukan apa pun untuk mengubahnya.

Efek Negatif dari Faktor Risiko

by 0

Hubungan antara faktor-faktor risiko dan sistem kardiovaskular telah dipelajari dengan menyeluruh. Kita tahu bahwa hal-hal itu meningkatkan bangan arteriosklerosis, yakni kondisi yang mendasari kebanyakan penyakit kardiovaskular. Arteriosklerosis atau pengerasan arteri, sebutan yang biasa digunakan, adalah akibat tegangan dan kerusakan yang ditanggung oleh dinding-dinding arteri seiring berjalannya waktu sepanjang hidup. Faktor penting di sini adalah kapan hal-hal itu pertama kali terjadi dan sejauh mana kerusakannya. Inilah yang menentukan umur “biologis” kita yang berbeda dengan umur kronologis kita, dan padanya tergantung apa saja yang dapat kita kerjakan, seberapa tua penampilan kita, dan seberapa sehat perasaan kita.

Faktor-faktor risiko bisa mempercepat dan memperparah perkembangan arteriosklerosis. Kelenturan dan struktur otot dinding arteri menurun dan digantikan oleh jaringan parut, yaitu lipid dan timbunan garam kalsium (dari aliran darah) yang memasuki dinding arteri. Gumpalan darah mulai terbentuk di sepanjang dinding dalam. Arteri yang dulunya lentur berubah menjadi pembuluh sempit yang tidak fleksibel dengan dinding menebal yang mengganggu aliran oksigen dan nutrisi ke organ tujuan.  Sebagai akibatnya, sel-sel jaringan yang lannz gizi pada otot jantung mulai rusak dan mati. Hasil dari proses ini adalah fungsi miokardium yang cacat, dan akhirnya kegagalan fungsinya. Tiga organ yang paling terancam oleh komplikasi ini adalah jantung, otak, dan ginjal.

Stres

by 0

Stres telah menjadi suatu istilah populer yan; digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu mulai dari sakit kepala ringan sampai gangguan serius. Kita membaca dan mendengar tentang hal itu di meja makan dan di acara bincang- bincang di televisi, koran, dan majalah. Tetapi apa artinya? Profesor H. Selye, pencipta konsep stres, menerapkannya pada “mekanisme alarm” perlindung tubuh melawan pembebanan yang terlalu berat. Di bawah stres, sistem saraf masuk ke persneling tinggi” dan memicu produksi sejumlah besar hormon untuk meningkatkan pertahanan dan resistensi tubuh. Reaksi stres dapat dipicu oleh berbagai kondisi yang berbeda oleh suhu dingin dan panas, infeksi dan cedera, ketegangan psikologis dan emosional.
Apakah stres yang biasa ini akan berubah 5 suatu kondisi yang permanen, yaitu stimulan konstan dari mekanisme dan apakah tekanan yang terus-menerus untuk beroperasi pada “persneling ini ikhirnya akan memberikan beban seharusnya pada sistem kardiovaskular, keduanya  akan tergantung pada berbagai faktor, terutama pada sifat stresnya dan pada dampak serta durasinya. Profesor L. Levy dari Swedia telah mengumpulkan daftar stres dalam kehidupan sehari-hari seperti yang didefinisikan oleh psikologi medis. Di antaranya:
  • Tuntutan menekan yang tercipta karena konflik tentang “peran” kita dalam berbagai situasi hidup yaitu pekerjaan, pernikahan, hubungan dengan orangtua, dan lain-lain. 
  • Tuntutan menekan yang tercipta karena perubahan yang tidak diantisipasi dan tiba-tiba dalam kehidupan kita, seperti perubahan dan transfer pekerjaan, ketidakpastian kerja, dan perubahan radikal serupa yang menuntut penyesuaian besar.
  • Ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi hidup yang baru karena perbedaan antara harapan dan realitas dalam kehidupan bisnis serta pribadi.
Apakah jenis stres ini berubah menjadi faktor risiko, kelihatannya tergantung pada individunya, pada “stresstability'’-nya. Dr. M. Friedman dan Dr. R. H. Rosenman telah menulis buku di mana mereka mencirikan individu yang mudah terkena stres Sebagai orang yang hidup sesuai jadwal, yang berbicara dengan cepat dan dengan  cara yang tegang, orang yang tidak mau mendengarkan, yang mencoba lebih dari satu hal pada satu waktu, yang selalu ingin mengalahkan orang lain, yang tidak bisa menikmati dirinya sendiri, yang sering mengertakkan gigi. Orang jenis ini hidup agak berbahaya; bukan hanya karena stresnya, tetapi kepribadiannya sendiri bisa menjadi suatu faktor risiko. 

Banyak pembaca akan mengenali dirinya atau orang lain dalam penjelasan ini. Namun sebagian besar masih merupakan teori, suatu berjalan. Penelitian terhadap stres ibaratnya masih bayi, dan kurangnya metode yang objektif memperumit masalah- karena stres, tidak seperti faktor risiko lain atau tekanan darah, tidak bisa diukur menggunakan angka, juga, tidak seperti merokok yang bisa dijadikan studi perbandingan. Seperti halnya beberapa orang lebih tipis kulitnya dibandingkan orang lain, beberapa orang lebih mudah stres dibandingkan orang lain. Dengan kata lain, jenis-jenis stres yang berbeda memengaruhi berbagai jenis orang dengan cara yang berbeda dan menimbulkan reaksi fisik yang berlainan.

Itulah sebabnya ilmu pengetahuan medis, walaupun mengakui bahwa stres mungkin berbahaya, dengan tiadanya bukti-bukti yang menyimpulkan, tidak menerimanya Sebagai faktor penyebab utama dari penyakit-penyakit kardiovaskular. Bertentangan dengan keyakinan populer, stres memainkan peran yang jauh lebih kecil Sebagai faktor risiko dibandingkan dengan kebiasaan makan yang buruk.

Profesor Selye, dalam bukunya tentang stres, berpendapat bahwa stres bukan sekadar ketegangan saraf. “Tidak adanya stres berarti mati,” tulisnya, dan ia melanjutkan bahwa tidak terlalu penting apakah suatu situasi tertentu dipicu oleh kejadian yang menyenangkan atau tidak menyenangkan; yang penting adalah penyesuaian yang  dibutuhkan. Sebagai seorang dokter yang sehari-hari menjalin kontak dengan orang-orang yang harus beradaptasi dengan situasiyang sangat membuat stres, ia berada dalam posisi yang tepat untuk mengamati efeknya terhadap kesehatan.

Menyebarnya pemusatan perhatian dan anggapan yang salah tentang stres Sebagai suatu faktor risiko dilanjutkan oleh pembahasan palsu berbagai media. Untuk alasan tersebut saya membahsas masalah ini dengan terperinci. Saya akan kembali pada pembahasan tentang stres dalam diskusi tentang penyebab tekanan darah.

Hiperurisemia (akumulasi asam urat dalam arah)

by 0

Hiperurisemia adalah kelainan metabohsme konsekuensi yang berpotensi sangat menyakitkan. Tubuh mengubah kelebihan asam urat ini menjadi kristal-kristal kecil yang bisa menetap di jaringan sendi. Hasilnya adalah penyakit menyakitkan yang disebut gout. Bahkan pada tahun 1899, seorang dokter Prancis yang bernama Huchard menyatakan bahwa kelebihan asam urat ini memengaruhi bukan hanya persendian melainkan juga arteri. Karena kemunculan hiperurisemia sering kali diasosiasikan dengan kelebihan berat, tekanan darah tinggi, diabetes, dan metabolisme lemak yang abnormal, kita masih belum yakin apakah penyakit ini bisa diobati Sebagai faktor risiko itu sendiri. Sebuah aspek penting adalah bahwa pengidap hiperurisemia yang juga mengidap tekanan darah tinggi akan tiga kali lebih mungkin menderita penyakit jantung koroner dibandingkan pengidap darah tinggi dengan kadar asam urat yang normal dalam darah.

Diabetes

by 0

Penelitian Framingham juga memperjelas bahwa satu dari setiap dua orang pengidap diabetes cepat atau lambat akan menderita kerusakan pembuluh darah dan mengalami peningkatan risiko serangan jantung. Terjadinya tekanan darah tinggi di antara pengidap diabetes lebih besar daripada yang tidak mengidap diabetes pada kelompok umur yang sama, dan sama tinggi pada pria dan wanita. Kaitan antara kedua faktor risiko itu, diabetes dan tekanan mrah tinggi, menjelaskan frekuensi relatif dari penyakit koroner pada orang yang mengidap kadua faktor tersebut. Dan masih ada asosiasi yang  lebih penting antara diabetes dan penyakit pembuluh darah (arteriosklerosis) yang tidak diobati atau tidak diobati dengan benar pada kaki. Pada kasus-kasus yang ekstrem, hal ini dapat menyebabkan gangren diabetik dan harus diobai dengan amputasi jari kaki atau seluruh kaki.

Merokok

by 0

Merokok adalah suatu faktor risiko penting dalam penyakit kardiovaskular, menurut suatu penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1965. Dan penelitian Framingham mendukung penemuan ini. Walaupun orang yang merokok satu pak rokok sehari tiga kali lebih mungkin menderita serangan jantung dibandingkan orang yang tidak merokok, risikonya bertambah seiring dengan meningkatnya konsumsi rokok. Pada orang yang merokok secara terus-menerus, kemungkinan terjadinya serangan jantung enam kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Informasi yang paling penting bagi para eks perokok adalah fakta bahwa risiko serangan jantung, dalam waktu singkat, akan kembali ke level yang dimiliki oleh mereka yang tidak merokok.

Metabolisme lemak yang abnormal

by 0

Lemak serum, yang dikenal Sebagai lipid, memasok tubuh dengan energi dan bahan pembangun. Sebagian lemak diperoleh dari makanan yang kita konsumsi dan Sebagian lagi diciptakan oleh tubuh sendiri. Jika, Sebagai akibat makanan yang buruk, tubuh menerima lebih banyak lemak daripada yang dibutuhkan, kadar lemak tubuh pun meningkat.

Suatu kondisi lemak darah tinggi yang kronis (hiperlipidemia) bisa memicu dan mempercepat proses perusakan dinding arteri kondisi yang kita sebut arteriosklerosis. Dua jenis lemak darah kolesterol dan trigliserida, dan terutama kolesterol memainkan peran penting didalamnya. Kolesterol Sebagian besar diproduksi oleh tubuh sendiri, tetapi kadar kolesterol darah dikaitkan dengan makanan kita, dengan jenis lemak yang kita makan dan kolesterol yang mengandung dalam makanan kita. Tubuh mampu merubah karbohidrat seperti gula, tepung, roti dan  produk-produk roti menjadi lemak yang dikenal Sebagai trigliserida. Westlund dan Nicolaysen, dua ahli epidemiologi dari Norwegia, menemukan bahwa pria-pria separuh baya yang kadar kolesterol darahnya lebih dari 250 mg% memiliki risiko serangan jantung diatas rata-rata, dan risiko itu meningkat seiring dengan meningkatnya kadar kolesterol. Kadar kolestril telah disebut Sebagai sinyal bahaya dengan kemampuan prediksi yang unik.
Karena kadar trigliserida darah yang meningkat bisa menjadi suatu bahaya, angka ini lemak boleh diabaikan.

Berat badan berlebihan

by 0

Hal ini meningkatkan berkembangnya berbagai raktor risiko dan oleh karena itu, berat badan itu sendiri merupakan suatu bahaya terhadap kesehatan. Sebanyak 85% dari semua pengidap diabetes, 80% dari semua orang yang memiliki kadar kolesterol darah dan/atau trigliserida yang abnormal, 70% dari semua kasus hiperurisemia (berlebihnya asam urat dalam darah), dan 60% semua orang yang mengidap hipertensi adalah orang-orang yang kelebihan berat badan. Penyebab utama dari kelebihan berat badan adalah terlalu banyak makan. Penyebab lebih lagi adalah kurangnya olahraga, yaitu gangguan yang berhubungan dengan pekerjaan pada  begitu banyak orang yang menghabiskan waktu kerja di belakang meja, bangku pabrik, atau di belakang kemudi mobil.

Faktor Risiko Lain Penyebab Darah Tinggi

by 0

Topik buku ini adalah risiko tekanan darah tinggi yang juga merupakan penyakit berbahaya. Jika kita juga masuk ke faktor-faktor risiko lainnya secara agak terperinci, kita melakukannya karena suatu faktor risiko biasanya tidak berdiri sendiri, dan karena akal sehat menyuruh kita untuk mencoba mengenali dan menghilangkan semua faktor risiko serta potensi berbahaya yang ada. Menyerang satu faktor saja sama sia-sianya dengan memperlengkapi mobil Anda dengan sabuk pengaman paling bagus dan termahal, padahal Anda menyetir dengan ban yang sudah gundul dan rem yang rusak.

Kita tahu bahwa faktor-faktor risiko berkaitan erat dengan cara hidup kita. Tekanan darah tinggi, diabetes, dan kelainan metabolisme adalah penyakit-penyakit masyarakat makmur. Karena orang-orang yang kurang gizi di negara- negara sedang berkembang biasanya terlalu miskin untuk “memiliki” faktor-faktor risiko ini, penyakit-penyakit kardiovaskular tidak terlalu umum di antara mereka. Tetapi dengan membaiknya situasi ekonomi mereka dan mereka dapat mencapai beberapa standar kehidupan negara-negara industri, tingkat penyakit kardiovaskular juga meningkat.

Tekanan Darah Tinggi Sebagai Suatu Faktor Risiko

by 0

Alasan mengapa para dokter dan para profesional yang peduli lainnya menekankan deteksi dini dan perawatan tekanan darah tinggi adalah perannya dalam meningkatkan penyakit arteriosklerosis.

Penyakit ini menempati ranking pertama Sebagai penyebab stroke dan serangan jantung, serta merupakan faktor utama dalam gagal jantung kongestif. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Framingham. Dalam sebuah penelitian terus-menerus yang dimulai pada tahun 1949, kota Framingham, Massachusetts, suatu wilayah pinggiran Boston, diubah menjadi suatu laboratorium populasi untuk menyelidiki efek berbagai faktor pada sistem kardiovaskular pada lebih dari 5.000 orang. Ditentukan bahwa pada kelompok umur yang sama, risiko gagal jantung kongestif enam kali lebih besar bagi pengidap hipertensi daripada orang yang tekanan darahnya normal. Ini menjelaskan mengapa di masa lampau, sebelum kita bisa mengobati tekanan darah tinggi secara efektif, hampir 50% dari semua orang yang menderita tekanan darah unggi meninggal karena gagal jantung kongestif. Kini serangan jantung adalah penyebab kematian pada 30% orang yang menderita tekanan darah tinggi, dan sekitar jumlah yang sama menderita stroke yang fatal.

Dengan meningkatnya tekanan darah, meningkat pula ancaman kesehatan. Dan jika faktor-faktor risiko lainnya juga ada, bahaya Terhadap jantung dan sirkulasi darah meningkat secara proporsional. Maka, pengidap diabetes dengan tekanan darah yang tinggi 10 kali lebih mungkin menderita serangan jantung daripada pengidap diabetes yang tekanan darahnya normal. Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada  sekelompok petugas pelabuhan di San Francisco, ditemukan bahwa tekanan darah dan merokok adalah kombinasi yang sangat berbahaya. Terjadinya serangan jantung 10 kali lebih besar di antara perokok yang bertekanan darah tinggi daripada perokok yang tekanan darahnya normal. Dan kita tahu bahwa bahkan dengan tekanan darah yang normal, terjadinya serangan jantung dua kali lebih tinggi pada para perokok daripada non-perokok.

Tekanan darah tinggi tidak diragukan lagi adalah salah satu penyakit yang paling umum dan paling berbahaya dalam kehidupan modern. Dan walaupun kita kekurangan statistik yang tepat tentang jumlah terjadinya dan jumlah kasus yang tidak terdeteksi, kita bisa berasumsi bahwa hampir 15% dari semua orang dewasa di negara maju, dan sekitar 20—25% dari semua orang yang berumur di atas 40 tahun, memiliki tekanan darah tinggi. Dengan kata lain, satu dari lima orang dewasa, yang menemui dokter untuk alasan apa pun, ditentukan menderita tekanan darah tinggi. Di atas dan melampaui angka yang mengkhawatirkan ini terletak jumlah yang sama dari kasus-kasus tidak terdeteksi yang juga mengkhawatirkan. Di sini kita hanya bisa menerka, tetapi berdasarkan yang kita ketahui,  bisa berasumsi bahwa 30% dari semua kasus tekanan darah tinggi tidak terdeteksi.

Jika angka ini menjadi suatu kejutan bagi Anda, Anda perlu bertanya kepada diri sendiri apakah diri Anda mungkin termasuk pada kasus yang tidak terdeteksi ini. Tekanan darah tinggi suatu penyakit yang tidak bergejala, bisa terus bercokol dalam tubuh Anda selama bertahun- rahun tanpa mengirimkan tanda-tanda bahaya apapun. Biasanya keberadaannya dideteksi secara tidak sengaja, misalnya pada suatu kunjungab ke dokter karena alasan lain. Anehnya, beberapa dokter tidak merasa perlu mengukur tekanan darah Sebagai bagian pemeriksaan. Dengan mengingat banyaknya kasus yang tidak ‘terdeteksi, pastikan Anda meminta tekanan darah Anda diukur setiap kali Anda menemui dokter.

Apa yang Dimaksud dengan “Faktor Risiko”?

by 0

Ketika Anda menyetir di bawah pengaruh alkohol, risiko kecelakaan meningkat. Ini artinya peningkatan kadar alkohol dalam darah Anda telah menjadi faktor risiko. Contoh lain: tonsilitis kronis pada masa kanak-kanak bisa menyebabkan penyakit rematik jantung, peradangan sendi, atau penyakit ginjal. Ini membuat tonsil yang terinfeksi menjadi sebuah faktor risiko.

Maka, sebuah faktor risiko adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat memicu suatu penyakit spesifik atau cacat. Orang yang memiliki faktor risiko tinggi akan lebih sering mengalami penyakit ini, dan dalam bentuk yang lebih serius, dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.

Tingginya tingkat terjadinya penyakit kardiovaskular telah memicu suatu pencarian habis-habisan tentang penyebab dan kondisi yang mendahuluinya. Kita tahu fakta bahwa lebih banyak faktor risiko yang ditemukan pada orang yang telah mengalami serangan jantung atau stroke daripada mereka yang tidak.

Pada tahun-tahun belakangan ini, kami telah lebih banyak belajar tentang sifat dari berbagai faktor. risiko dan efeknya terhadap sistem kardiovaskular. Di antaranya, kebiasaan nutrisi yang berbahaya, kelainan metabolisme spesifik, penyakit pada pembuluh darah, dan kemungkinan stres emosi.

Faktor-faktor risiko

Tekanan darah tinggi (hipertensi) 
Metabolisme lemak yang abnormal:
  1. Kolestrol serum tinggi (hypercholestrolemia)
  2. Trigliserida serum tinggi (hypertriglyceridemia)
Merokok
Diabetes
Kadar asam urat serum tinggi (hiperurisemia)
Kelebihan berat badan
Stres (kemungkinan)

Ancaman Terhadap Sistem Kardiovaskular Kita

by 0

Kematian Kardiovaskular

Kehidupan modern menawarkan banyak kemudahan dan kenyamanan yang tidak terbayangkan oleh kakek dan nenek kita. Tetapi kita telah membayar harga semua ini dalam bentuk meningkatnya bahaya dan risiko. Mungkin bahaya terbesar yang kita hadapi adalah penyakit-penyakit pada sistem kardiovaskular dan komplikasinya yang sering kali fatal, yaitu serangan jantung dan stroke. Jarang suatu hari berlalu tanpa kita membaca atau mendengar tentang beberapa figur publik atau kenalan yang mengalami serangan jantung yang fatal atau stroke.

Walaupun di Amerika Serikat ada penurunan yang lambat dari tingkat terjadinya bahaya ini selama 15 tahun terakhir, angka kematian dari serangan jantung dan stroke masih terlalu tinggi.

Tekanan Darah Tinggi—Bahaya yang Diam-diam Mengancam

by 0

Lebih banyak jumlah orang yang meninggal akibat tekanan darah tinggi daripada gabungan antara kanker dan tuberkulosis (TBC)

Epidemi yang menghancurkan di masa lalu-kolera, wabah, wabah bubonik, dan TBC telah hampir menghilang sepenuhnya. Epidemi itu telah digantikan oleh penyakit di kehidupan modern yang tidak kalah mengerikannya. Salah satu yang penyebarannya paling luas adalah tekanan darah tinggi.

Sekitar 20% dari semua orang dewasa menderita tekanan darah tinggi dan menurut statistik angka ini terus meningkat. Sekitar 40% dari semua kematian di bawah usia 65 tahun adalah akibat tekanan darah tinggi. Dan sekitar 40% dari semua orang yang pensiun dini adalah akibat penyakit-penyakit kardiovaskular, di mana tekanan darah tinggi sering menjadi penyebabnya.

Apakah Anda menyadarifakta-fakta dan angka- angka ini?

Satu dari setiap lima orang menderita tekanan darah tinggi tetapi sepertiga pasien tidak menyadarinya
Jumlah kasus hipertensi yang tidak terdeteksi masih terlalu tinggi. Banyak orang yang menderita tekanan darah tinggi tidak mengetahui bahaya yang ditimbulkannya dalam kehidupan mereka.

Mengapa tekanan darah tinggi berbahaya?
Makin tinggi tekanan darah, makin keras jantung harus bekerja untuk tetap memompa melawan hambatan. Jika, dengan berjalannya waktu, otot jantung lelah, bisa terjadi kelemahan jantung dan akhirnya gagal jantung. Karena beban berlebihan yang diletakkannya pada arteri, tekanan darah tinggi mempercepat pelapukan dan kerusakan- nya, terutama pada organ-organ yang dituju, yakni otak, koroner, dan ginjal. Oleh karena itu, hipertensi yang tidak diobati sering mengakibatkan stroke dan serangan jantung yang berbahaya. Stroke atau serangan jantung yang fatal memunyai peluang dua kali lebih besar pada orang yang menderita hipertensi yang tidak diobati dibandingkan pada mereka yang memiliki tekanan darah normal di usia yang sama.
Apakah Anda tahu betapa berbahayanya tekanan darah tinggi?

Bagaimana cara mengenali tekanan darah tinggi?
Tekanan darah tinggi adalah “bahaya diam-diam” karena tidak ada gejala khas yang mengi- rimkan tanda-tanda peringatan dini. Sebaliknya, banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki tekanan darah tinggi. Hanya ada satu cara untuk menemukan apakah tekanan  darah Anda normal, yaitu dengan memeriksa nya. Pengukuran tekanan darah harus diulangi setidaknya sekali setahun. Jika tekanan yang naik dideteksi tepat pada waktunya, pengobatan yang segera dilakukan bisa menolong mencegah terjadinya akibat-akibat yang fatal.
Berapa tekanan darah Anda?

Bagaimana cara mencegah akibat yang berbahaya dari tekanan darah tinggi?
Menurunkan tekanan darah akan meredakan ketegangan pada jantung dan arteri. Hal ini mengurangi dan sering kali menghilangkan akibat-akibat yang berbahaya dari tekanan yang meningkat. Dengan pengobatan yang tepat, tekanan darah tinggi dapat dinormalkan, atau setidaknya diturunkan ke level yang dapat diterima. Perawatannya tidak membutuhkan cara-cara yang heroik, hanya pemeriksaan tekanan darah yang teratur, sedikit perubahan yang tidak menyakitkan pada kebiasaan makan dan hidup seseorang, serta minum obat yang diresepkan setiap hari. Jika dideteksi dan diobati pada waktunya, hipertensi seharusnya ddak menghambat Anda untuk menjalani hidup yang normal dan produktif. Yang dibutuhkan hanya tekad dan kerja sama yang erat antara dokter dan pasien.
Apakah Anda menderita tekanan darah tinggi? Jika demikian, jalani rencana pengobatan yang disarankan oleh dokter Anda.

Bagaimana Anda dapat melindungi diri terhadap tekanan darah tinggi ?
Suatu faktor genetis sering kali merupakan penyebab tekanan darah tinggi. Penyakit ini “menurun”. Jika Anda memiliki sejarah tekanan darah tinggi dalam keluarga, Anda dianjurkan agar berhati-hati. Cara hidup Anda dapat memiliki dampak terhadap apakah Anda akan mengalami tekanan darah tinggi. Jika Anda .kegemukan, kemungkinan besar Anda juga merupakan kandidatnya. Juga, asupan makanan yang tinggi sodium, stres psikologis, kegelisahan, hiperaktivitas bisa memperburuk kecenderungan yang sudah ada. Menurunkan berat badan, mengurangi jumlah garam dalam makanan, dan menghindari stres yang tidak perlu adalah cara-cara pencegahan yang berguna untuk menolong Anda mempertahankan tekanan darah yang lebih rendah.
Apakah Anda memiliki kecenderungan ke arah tekanan darah tinggi? Jika Anda memilikinya, segera ubahlah cara hidup Anda.

Saya menulis buku ini karena saya tahu bahwa kemungkinan berhasilnya pengobatan sangat besar pada pasien yang memiliki informasi yang cukup dan memahami pentingnya kerja sama yang erat dengan dokter.

Penulis maupun penerbit telah banyak memikirkan struktur buku ini. Oleh karena itu, bacalah buku ini menurut urutan yang telah ditetapkan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang semua masalah yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

MENGUATKAN RAHIM

by 0

Waktu    : 2-3 minggu

Bahan-bahan:
•    Cabe jawa: 20 gram kering
•    Jahe merah: 15 gram kering atau 40 gram segar
•    Daun kemangi: 40 gram segar
•    Selasih: 30 gram segar
•    Secang (kayu): 15 gram kering
•    Lempuyang gajah: 15 gram kering atau 40 gram segar
•    Barucina: 10 gram kering atau 30 gram segar

Penggunaan:
Jahe merah, lempuyang gajah dikupas lalu dimemai kan, cuci dengan bahan-bahan yang lain dan rebus dengan  air 1 liter, sampai airnya tinggal setengahnya. setelah dingin, disaring, untuk diminum tiga kali sehari. Dosis sekali minum 150 ml.

Anjuran Terapi Pijat :
Organ yang berkaitan dan memengaruhi gangguan kesuburan  (kemandulan) wanita adalah: kelenjar pituitaria  kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, hati, ginjal, adrenal, ovarium, rahim.

Keterangan  Titik Reflek yang Dipijat:
•    Titik A: Kelenjar pituitaria
•    Titik B: Kelenjar tiroid
•    Titik C: Kelenjar paratiroid
•    Titik D: Hati
•    Titik E:Ginjal
•    Titik F: Ovarium
•    Titik G: Rahim
•    Titik H: Adrenal