Penyebab Tekanan Darah Tinggi

by 0

Tekanan Darah yang Naik Tidak Selalu Merupakan Suatu Tanda Penyakit 
Sebelum mendiskusikan dampak potensial dari tekanan  darah yang naik, penting untuk disadari tekanan darah bukanlah suatu faktoryang konstan tetapi suatu faktor variabel, trgantung pada sejumlah kondisi, terutama ketegangan saraf. Bahkan, orang-orang yang sensitif, tanpa menyadarinya, mungkin begitu tegang terhadap hasil check-up sehingga tekanan mereka naik. Orang lain yang menderita gangguan ringan mungkin takut memiliki penyakit serius, dan tekanan mereka juga akan naik. Namun ada juga orang lain yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga.

Mereka semua ingin tahu apakah ada alasan untuk takut, dan oleh karena itu menyimak pengukuran tekanan darah mereka bagaikan sejenis jawaban ilahi. Dalam kasus ini, dokter tidak akan kaget jika pembacaan pertama agak tinggi. Ia tahu bahwa “hipertensi kunjungan ke dokter” pasti akan turun setelah si pasien merasa tenang dan santai.

Tekanan darah dari orang yang sebetulnya sehat juga bisa naik dalam situasi ketegangan dan kegairahan yang berlarut-larut, seperti masalah pekerjaan atau keluarga, kematian seseorang yang dekat, menghadapi ujian sekolah yang penting, dan lain-lain. Setelah konflik- konflik ini diselesaikan atau disesuaikan, tekanan darah kembali normal, seperti yang ditunjukkan oleh kasus berikut ini.

Pengukuran tekanan darah secara berulang-ulang dari seseorang pasien pria paruh baya yang tampaknya terkena depresi menunjukkan tingkat kenaikan yang moderat. Percakapan dengannya menyingkapkan bahwa ia menikah

dengan seorang wanita yang jauh lebih muda iarinya. Pasangan itu memiliki dua anak dan .kini pernikahan yang pernah bahagia itu mulai merenggang. Pria itu sangat sedih karena hal itu. Setelah kunjungan pertamanya, dokter tidak bertemu lagi dengan pria itu selama beberapa waktu. Setahun kemudian, setelah perceraiannya, si pasien kembali melakukan check-up. Ia berkata bahwa ia telah bercerai dan dapat mengunjungi anak-anaknya secara teratur. Tekanan darahnya kembali normal dan terus normal sejak saat itu.

Kenaikan sementara tekanan darah dapat disebabkan oleh beberapa penyakit akut, terutama pada ginjal, atau oleh komplikasi dalam kehamilan, dan gangguan metabolisme serta saraf.

Satu hal penting lainnya, yang terutama menyangkut para wanita, berkaitan dengan obat-obatan. Di antaranya adalah kontrasepsi oral, yang dapat menaikkan tekanan darah sampai tingkat sangat tinggi yang tidak diinginkan. Di mana pun, 15-20% wanita yang minum pil kontrasepsi menunjukkan sedikit kenaikan tekanan darah yang masih dalam kisaran normal. Tetapi pada beberapa kasus, walaupun persentase yang tepat tidak diketahui, ada bukti yang jelas tentang hipertensi. Tetapi pasti, tekanannya akan turun lagi beberapa minggu setelah menghentikan minum obat-obatan itu. Wanita yang minum pil kontrasepsi secara teratur harus sering memeriksa tekanan darahnya, terutama pada beberapa bulan pertama.

Di antara obat-obatan yang lebih jarang, yang jika diminum dalam jumlah besar bisa menimbulkan tekanan darah tinggi, adalah turunan licorice yang diresepkan bagi beberapa kasus radang lambung dan usus dua belas jari. Jika Anda minum obat yang demikian, jangan kaget bila dokter Anda memeriksa tekanan darah Anda lebih sering dari biasanya.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah arti tekanan darah tinggi? Pertama, itu bisa berarti itu gejala yang biasanya tidak berbahaya yang menyertai berbagai kelainan psikologis atau fisik, tidak berbahaya terutama di mana tidak ada faktor-faktor penting yang bertanggung jawab atas komplikasi kardiovaskular yang permanen.

Leave a Reply