Tekanan Darah dan Usia Tua

by 0

Banyak orang, terutama wanita, menunjukkan penungkatan berarti dalam tekanan sistolik mereka, sering kali di atas 160, setelah mencapai usia 60 tahun, sedangkan tekanan diastolik mereka tetap normal. Rentang tekanan mereka antara sistolik dan diastolik sangat lebar. Kondisi yang berkaitan dengan usia ini bukanlah hipertensi sejati tetapi produk samping dari keausan arteriosklerosis dari arteri-arteri utama, terutama aorta, dan akibat dari berku- rangnya kelenturan. Dengan mengerasnya arteri-arteri ini dan menjadi semakin kaku, arteri dan aorta itu kehilangan daya penyesuaian diri. Dinding, yang kini tidak elastis, tidak dapat lagi mengubah darah yang keluar dari jantung menjadi aliran yang lancar. Hasilnya adalah gelombang denyut yang tidak terputus dengan puncak yang tinggi (sistolik) dan lembah yang dalam (diastolik).

Di sini, berlawanan dengan penyakit hipertensi yang sejati, arteriosklerosis adalah penyebab dan bukanlah efek dari meningkatnya tekanan darah. Orang yang menderita kelainan sirkulasi jenis ini sering kali juga mengalami diabetes, metabolisme lemak yang abnormal, adalah perokok berat, dan menunjukkan faktor- faktor risiko lain yang berkaitan dengan arteri-osklerosis.

Jika tekanan mereka tidak melebihi 170 mm dan dengan tiadanya faktor-faktor risiko lainnya, harapan hidup orang-orang ini lebih tinggi normal. Namun, jika angkanya lebih tinggi, tekanan yang meningkat mungkin menyebabkan kegagalan jantung kongestif . Dalam hal arteriosklerosis parah, seperti dalam kasus hipertensi kronis, ada bahaya dari satu atau lebih komplikasi.

Leave a Reply