Jangan tertipu oleh produsen minyak goreng
by pakar emas 0
Hanya saja karena harga minyak zaitun yang mahal (bahkan satu botol
saja harganya Rp35.000 atau lebih), banyak konsumen memilih membeli
minyak goreng yang mengklaim memiliki banyak kandungan vitamin, dan
sebagainya.
Apalagi setiap produsen minyak goreng pasti
mengklaim bahwa produknyalah yang paling baik dan menyehatkan. Misalnya,
karena mengandung omega-3 dan omega-9, melalui dua kali proses
penyaringan, mengandung berbagai vitamin, dan sebagainya.
Klaim
seperti ini bisa membingungkan konsumen. Manakah yang sebaiknya
dipilih? Agar Anda tak bingung, serba-serbi Milnyak goreng berikut ini
bisa dijadikan pertimbangan bijaksana sebelum Anda memutuskan untuk
membelinya:
- Sebenarnya dari segi gizi, antara minyak goreng yang satu dan yang lainnya tak ada perbedaan yang mencolok. Hanya luhan dasarnya yang berbeda, seperti dari bunga matahari, kacang kedelai, kacang tanah, kelapa atau kelapa sawit. Meskipun berbeda bahan dasar, semua minyak goreng memiliki fungsi yang sama, yaitu Sebagai pengantar panas untuk mematangkan makanan.
- Patut diketahui bahwa secara alami minyak goreng tidak mengandung omega-3 kareba sumber omega-3 adalah hewan (kecuali minyak zaitun). Jika senyawa ini ditambahkan dakam proses pembuatan minyak gorebg, hampir dipastikan tak ada manfaatnya sama sekali bagi tubuh. Mengapa? karena jumlah minyak gireng yang kita konsumsi setiap hari sangat sedikit. Sedangkan omega-9 atau asamoleat adalah bagian dari minyak yang berbentuk cair yang disebut olein. Jadi, kalau dikatakan minyak goreng mengandung omega-9, memang benar. Bahkan istilahnya yang sebetulnya bukan "mengandung" karena olein adalah omega-9.
- Selain itu yang juga penting diketahui, selama ini, minyakj goreng yang paling sering digunakan adalah minyak goreng yang berbahan dasar kelapa sawit. Pada proses pembuatan minyak goreng dari kelapa sawit, ada dua fase yang berbeda, yaitu fase padat dan fase cair. Jenis yang padat disebut stearin dengan nama asam lemak yaitu stearat. Sementara, bagian dari minyak yang berbentuk cair disebut olein dan nama asam lemak yaitu asam oleat atau omega-9. Proses penyaringan dua kali adalah sebutan untuk menjelask;m pemisahan minyak fase padat dari fase cair tadi. Jadi agm stearinnya tidak terbawa, dilakukanlah double fractinatitink atau penyaringan dua kali. Jika hanya satu kali, terkadang minyak tersebut masih bisa membeku, tak akan adfl minyak goreng “tidur”, meskipun minyak itu disimpan ill dalam lemari es. Minyak goreng yang membeku atau tidufl tidaklah berbahaya dan sama sekali tidak berpengaruh pada kesehatan. Justru minyak goreng yang mengalami dua kali pernyaringan akan lebih mahal harganya karena biaya produksinya berlipat.
- Minyak goreng berbahan dasar tanaman seperti sawit, kelapa kacang tanah, kacang kedelai, atau biji bunga matahari pasti tidak mengandung kolesterol. Tapi jika minyak gorengnyi dibuat dari bahan hewani, seperti lemak kambing atau leniiH sapi yang dikenal dengan sebutan minyak samin, baruUm mengandung kolesterol.
- Selain itu, benar kalau dikatakan bahwa minyak goreng mengandung vitamin A, D, dan E. Namun, yang patut dimengerti adalah karena fungsi minyak goreng sebagai penghantar panas, vitamin-vitamin yang ada dalam minyak itu akan hilang/rusak dalam proses penggorengan. Kalaupun vitamin tersebut ditambahkan pada saat produksi, tetap saja percuma. Sebab saat dipakai untuk menggoreng, vitamin- vitamin tersebut tetap akan hilang/rusak juga.
- Baca label dengan teliti. Hindari produk pangan yang mengandung lemak terlalu tinggi, terutama lemak atau minyak jenuh dan terhidrogenasi (hydrogenated oil).
- Jangan tambah lagi minyak dalam diet Anda. Kemungkinannya adalah bahwa Anda telah memperoleh cukup lemak dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Kalau memungkinkan, gunakan jenis-jenis minyak seperti minyak /.aitun, minyak canola, minyak bunga matahari ditambahkan dengan asam cuka atau jus jeruk lemon.
- Jika Anda temukan resep yang memerlukan mentega keras ittau minyak sapi, maka gantilah dengan minyak olein sawit, minyak canola, atau minyak biji bunga matahari.
- Panaskan minyak terlebih dulu sebelum dimasukkan bahan Pangan yang akan digoreng. Jika menggoreng dengan teknik "oseng-oseng” (stir-fryng), gunakan penggoreng yang tidak lengket (non-stickpan) dan tambahkan hanya sedikit minyak (3 atau 4 sendok teh). Jangan gunakan minyak yang telah digunakan berkali-kali (suhu terlalu tinggi, waktu terlalu lama, ataupun penggunaan minyak jelantah).
- Simpanlah minyak goreng atau lemak pada tempat yang sejuk dan gelap. Perlu diingat, panas dan cahaya mempercepat proses kerusakan minyak dan lemak. Untuk itu, Anda dapat menyimpan minyak atau lemak di dalam lemari es.