Bagaimana mengobati penyakit osteoporosis agar tidak terjadi patah tulang?

by 0

Tujuan pengobatan penyakit osteoporosis memang untuk menghindari patah tulang bukan  untuk membuat tulang menjadi keras. Tulang yang keras tidak identik dengan penurunan risiko patah tulang, justru tulang yang keras bisa menjadi getas karena kualitasnya tidak baik.

Menurut dr. Bambang Setiyohadi, SpPD, KR dari RSCM, ada dua komponen tulang yang paling penting yang menentukan kekuatan tulang, yaitu kuantitas (misalnya kepadatan tulang) dan kualitas (yaitu ukuran tulang, mikroarsitektur, kualitas mineralisasi, jaringan kolagen). Untuk pembentukan tulang yang kuat dan sehat, kedua komponen tersebut harus diperhatikan karena tulang keras namun arsitekturnya tidak baik, maka tulang akan mudah patah.


Tidak ada obat untuk memperbaiki kualitas, demikian menurut dr. Bambang Setiyohadi. Obat yang ada saat ini untuk menurunkan resorpsi tulang yang berlebihan, sehingga tulang menjadi lebih padat. Tulang yang padat karena pengobatan, lebih disebabkan peningkatan mineralisasi tulangnya (zat kapur), sedangkan tulang yang keras menjadi getas, tanpa perbaikan mikroarsitekturnya.


Agar tidak sampai patah tulang, pengobatan penyakit osteoporosis sebaiknya dilakukan sedini mungkin sebelum terjadi kerusakan arsitektur tulangnya. Pada osteoporosis primer yang disebabkan menopause, pengeroposan tulang mulai terjadi 5 tahun setelah menopause. Setelah dilakukan pemeriksaan BMD dan terlihat tulang mulai keropos, maka harus diberikan pengobatan secepat mungkin. Meskipun belum terjadi keropos tulang, tetapi memiliki faktor risiko tinggi, pengobatan tetap harus dilakukan. Jangan sampai kualitas tulang telanjur buruk karena tidak mungkin diperbaiki.

Leave a Reply