Archive for November 2012

Pengukuran kadar gula darah secara berkala

by 0

Idealnya, kadar gula darah perlu dimonitor empat kali sehari untuk menyesuaikan makanan dan obat-obatan agar kadar gula darah puasa berada sedekat mungkin dengan 70-120 mg/ 100 ml darah. Ini berarti Anda perlu mengukur kadar gula darah sedap kali sebelum makan dan sebelum tidur. Penting bagi Anda untuk menyimpan suatu buku harian tentang pengukuran kadar gula darah karena ini akan menolong dokter Anda menyesuaikan obat-obatan, makanan, dan olahraga Anda.

Bagaimana kadar gula darah dimonitor setelah memulai perawatan diabetes?

by 0

Ada dua cara yang lazim digunakan, di mana kadar gula darah dimonitor untuk menilai apakah diabetesnya terkendali atau tidak. Cara mencakup (a) pengukuran glukosa darah secara berkala, dan (b) pengujian glycosylated haemoglobin.

Menguji dengan meteran

by 0

Ada beberapa jenis meteran glukosa darah yang tersedia. Alat ini adalah mesin kecil terkomputerisasi yang mengukur kadar gula darah. Setiap neteran ini memiliki instruksi yang terperinci tentang cara mencatat kadar gula darah. Anda perlu meletakkan tetes darah pada lembar uji dan memasukkan lembar itu ke dalam meteran sesuai dengan instruksi yang tersedia pada peralatan itu. Kadar gula darah akan tercatat dalam bentuk angka.

Memeriksa dengan setrip uji

by 0

Setelah menusuk jari, Anda perlu meletakkan setetes darah pada setrip uji yang mengandung suatu senyawa kimia. Pastikan jari Anda tidak menyentuh setrip itu dan hanya darah Anda yang berkontak dengannya. Tunggulah hingga setrip uji berubah warna. Cocokkan warna setrip itu dengan grafik warna standar pada botol yang menunjukkan berbagai kadar gula darah. Metode ini disebut juga pembacaan visual karena Anda perlu membandingkan warna pada setrip dengan warna pada grafik warna standar.

Bagaimana kadar gula darah diukur?

by 0

Ada dua cara pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gulanya. Cara ini meliputi pengujian dengan setrip dan dengan meteran. Dalam kedua metode ini, pertama-tama Anda perlu menusuk jari Anda dengan jarum khusus untuk mendapatkan setetes darah. Sisi jari adalah Kmpat yang baik untuk menusuk, karena rasa sakitnya tidak terlalu besar. Gantilah tempatnya Anda harus mengukur kadar gula darah beberapa kali sehari. Beberapa profesional medis menganjurkan agar Anda merangsang sirkulasi darah pada lokasi tusukan dengan mencubit kulit ke arah lokasi yang ditusuk. Jagalah agar tangan bagian depan dan lengan Anda terletak di bawah jantung.

Kapan seharusnya kadar gula darah diperiksa?

by 0

Pemeriksaan gula darah dianjurkan dilakukan setidaknya tiga kali sehari, terutama ketika dosis insulin dan/atau obat-obatan harus disesuaikan. Waktu yang direkomendasikan adalah sebelum makan, sebelum tidur, dan satu atau dua jam ssbelum makan. Dokter Anda mungkin juga meminta Anda untuk memeriksa kadar gula darah sekitar pukul 02.00 setidaknya sekali seminggu. Anda juga perlu memeriksa kadar gula darah ketika Anda sakit; setelah mengubah dosis, waktu pemberian obat, waktu makan, dan olahraga; atau setelah kehilangan/bertambah berat badan; dan ketika Anda mencurigai adanya kadar gula darah yang rendah.

Apakah pemantauan kadar gula darah secara sering perlu dilakukan?

by 0

Jumlah gula darah berubah-ubah sepanjang hari. Jika kadarnya naik terlalu tinggi atau jatuh terlalu rendah, itu akan menyebabkan komplikasi yang serius. Inilah sebabnya penting untuk mengukur kadar gula darah beberapa kali sehari. Pemantauan glukosa darah yang dilakukan sendiri sangat penting pada diabetes yang tergantung pada insulin. Hal ini akan menolong Anda mendeteksi kapan gula darah Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah. Juga, penting bagi diabetes yang tidak tergantung pada insulin untuk membuat penyesuaian yang lebih saksama dalam hal obat-obatan, diet, atau olahraga.

Kapan insulin direkomendasikan bagi pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Jika diabetes yang tidak tergantung pada insulin tidak terkendalikan secara efektif oleh sulfonilurea, dokter Anda kemungkinan besar akan menganjurkan penambahan metformin atau memulai terapi insulin. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kombinasi insulin intermediate-acting dan short-acting yang diberikan sebelum makan pagi dan makan malam efektif bagi orang yang tidak berespons secara memuaskan terhadap pengobatan dengan sulfonilurea.
Ada beberapa pilihan bagi regimen insulin dalam pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Pilihan-pilihan ini bisa diberikan secara terpisah atau dikombinasikan
dengan obat-obatan oral. Pilihan utamanya mencakup:

  • Insulin pre-mixed, short-acting, dan intermediate-acting dua kali sehari.
  • Suntikan insulin berganda (short-acting insulin sebelum jam makan dan insulin NPH sebelum tidur).
  • Kombinasi insulin NPH pada pagi hari dan sebelum tidur, dan obat-obatan oral seperti 'ulfonilurea pada siang hari.
Umumnya, sekitar 60% dari jumlah total dosis ;ulin diberikan pada pagi hari dan sekitar 40% sebelum makan malam. Namun, dokter Anda mungkin menyesuaikan dosis itu dengan usia, berat badan, kebiasaan makan, dan lain-lain.

Pemantauan kadar glukosa darah di rumah sangat penting bagi terapi insulin. Dokter Anda kemungkinan besar meminta Anda untuk mengukur kadar gula darah Anda sebelum sarapan, sebelum makan siang, sebelum makan malam, dan sebelum tidur setidaknya dua kali seminggu.

Obat-obatan apa yang dianjurkan bagi pengidap diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Pengidap diabetes yang tidak tergantung pada nsulin bisa ditangani dengan obat-obatan oral,suntikan insulin, atau kombinasi keduanya. Dbat-obatan oral yang lazim digunakan untuk pengobatan diabetes termasuk:

Sulfonilurea
Kelompok obat ini mencakup asetoheksamida klorpropamida, glibenklamida, gliklazida,tolzamida, tolbutamida, dan lain-lain. Obat- obatan ini berbeda satu sama lain terutama dalam hal durasi aksi dan dosis yang dianjurkan setiap hari. Sebagai contoh, tolbutamida memiliki efek jangka pendek dan perlu diberikan 2-3 kali sehari. Klorpropamida bisa bekerja sampai tiga hari dan aksinya dapat terakumulasi sampai pada tingkat yang parah jika diberikan setiap hari. Glibenklamida cocok untuk diberikan sekali sehari pada pagi hari.

Sulfonilurea adalah obat-obatan pilihan pertama yang diberikan bagi pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Obat ini merangsang pelepasan insulin oleh sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans di dalam pankreas. Namun obat ini tidak merangsang produksi insulin.
Ada sedikit efek samping dari obat-obatan ini dan biasanya ringan. Efek samping yang paling umum adalah rasa tidak nyaman di perut dan diare. Beberapa orang mungkin mengalami ruam pada kulit. Klorpropamida pernah dilaporkan memengaruhi hati dan karenanya bisa menyebabkan jaundice (warna kekuningan pada kulit dan bagian putih mata). Jika dosisnya berlebihan, obat-obatan semacam klorpropamida dan glibenklamida bisa menyebabkan penurunan gula darah yang berlebihan.
 Sulfonilurea biasanya direkomendasikan 30 menit sebelum makan untuk mendapatkan hasil mg terbaik.
Biguanida
Sebuah contoh dari kelompok obat-obatan ini adalah Metformin. Obat ini menurunkan penyerapan karbohidrat dan memajukan oksidasi karbohidrat di dalam jaringan. Oksidasi adalah proses di mana kandungan oksigen pada suatu ssnyawa kimia meningkat. Biguanida juga mengurangi pengubahan lemak dan protein menjadi glukosa di dalam hati.

Biguanida umumnya menghasilkan rasa tidak enak, pahit, atau seperti logam pada lidah, menghilangkan selera makan, rasa mual, dan risa tidak nyaman pada perut. Anda dapat mengurangi efek-efek samping ini dengan meminum obat ini bersama atau tepat sebelum makan. Biguanida juga bisa menyebabkan rasa tidak bersemangat, rasa lemah pada otot, dan penurunan berat badan yang berlebihan pada Sebagian orang. Obat ini biasanya tidak dianjurkan jika Anda mengidap penyakit jantung, hati, atau ginjal.
Biguanida umumnya direkomendasikan bagi orang yang kegemukan, resisten terhadap insulin, dan memiliki kadar gula darah yang relatif tidak terlalu tinggi. Obat ini diberikan dalam kombinasi dengan sulfonilurea jika sulfonilurea tidak mengendalikan kadar gula darah yang tinggi secara efektif.
Inhibitor alfaglukosida
Sebuah contoh dari kelompok obat-obatan ini adalah akarbose. Obat ini memperlambat penyerapan karbohidrat dari usus dan biasanya direkomendasikan bagi mereka yang memiliki asupan karbohidrat tinggi. Obat ini juga kadang kala direkomendasikan bagi orang yang kegemukan dan yang tidak menaati diet yang dianjurkan bagi pengidap diabetes.
Akarbose bisa menyebabkan malabsorption (penyerapan yang tidak memadai) jika diberikan

Peringatan umum yang harus diperhatikan tentang obat-obatan oral bagi diabetes

  •  Jika Anda memiliki lambung yang asam atau gangguan ;ainnya, minumlah obat bersama makanan.
  • Dokter Anda bisa menggunakan obat-obatan ini dengan kehati-hatian ekstra jika Anda mengidap penyakit jantung, ginjal, atau hati.
  • Hindari meminum alkohol saat Anda menjalani pengobatan ini karena alkohol bisa bereaksi dengan obat-obatan dan menyebabkan rasa tidak nyaman dan wajah yang memerah.
  • Beberapa obat meningkatkan kerja sulfonilurea dan karenanya dianjurkan agar Anda menghindari meminum obat-obatan lain tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.
  • Beritahukan kepada dokter Anda jika Anda hamil karena beberapa obat tidak direkomendasikan selama kehamilan.
  • Jika Anda mengalami gejala seperti rasa sakit pada otot, berhentilah meminum obat dan berkonsultasilah dengan dokter secepatnya.
  • Berhentilah minum obat jika terjadi reaksi alergi.
dalam dosis tinggi. Juga, obat ini bisa menimbulkan efek samping yang ringan, misalnya meningkatnya gas di dalam perut, rasa masuk mgin, dan diare.

Panduan umum

by 1

Anda dianjurkan untuk mengikuti panduan
berikut ini:

  • Sebisa mungkin, berolahragalah setiap hari.
  • Anda tidak perlu menjalani olahraga yang sangat melelahkan seperti joging. Bahkan olahraga sederhana seperti berjalan kaki akan menolong membakar cukup banyak kalori.
  • Mintalah bantuan dokter untuk merencanakan olahraga yang paling cocok dengan kebutuhan dan kebugaran tubuh Anda.
  • Gunakan sepatu yang nyaman dan berukuran tepat guna melindungi seluruh kaki Anda.
  • Hindari berolahraga pada suhu yang sangat panas atau dingin.
  • Periksalah kaki Anda untuk mengetahui ada atau tidaknya cedera setelah berolahraga setiap hari.
  • Hindari berolahraga ketika kadar gula darah sedang tidak terkendali dengan baik.
Kotak 13 dan 14 memuat panduan spesifik tentang olahraga bagi pengidap diabetes yang tergantung dan yang tidak tergantung pada insulin.

Memulai suatu rutinitas olahraga

by 0

Sebelum memulai olahraga apa pun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter.
Ini karena jenis olahraga atau durasi olahraga yang salah dapat berbahaya. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan insulin, olahraga apa pun di mana kadar gula darah yang rendah bisa berbahaya, perlu dihindari. Hal ini mencakup kegiatan menyelam, mendaki gunung, balap motor, berlayar atau arung jeram, dan lain-lain. Demikian pula, jika retina mata Anda rusak, olahraga berat seperti joging bisa meningkatkan risiko perdarahan pada mata dan mengakibatkan hilangnya penglihatan.

Pengidap penyakit jantung, terutama mereka yang menderita diabetes yang tidak tergantung pada insulin perlu berkonsultasi dengan dokter dan kardiolog mereka sebelum memulai rutinitas olahraga apa pun. Mereka akan merekomendasikan olahraga dengan risiko terkecil terhadap kerusakan lebih lanjut pada jantung, dan yang memperbaiki serta menjaga fungsi otot-otot jantung. Demikian pula, orang dengan kerusakan pada saraf kaki berisiko paling tinggi mengalami cedera pada kaki dan karenanya perlu berolahraga dengan sepatu yang nyaman dan dengan ukuran yang tepat.



Panduan untuk olahraga bagi pengidap diabetes yang tidak tergantung pada insulin

  • Mengalami kadar gula darah yang rendah jarang terjadi oada saat berolahraga dan karenanya mungkin tidak perlu mengonsumsi tambahan karbohidrat.
  • Berolahraga untuk mengurangi berat badan perlu didukung oleh pengurangan pasokan kalori.
  • Olahraga yang moderat perlu dilakukan setiap hari. Olahraga yang berat bisa dilakukan tiga kali seminggu.
  • Penting untuk menyertakan olahraga ringan untuk rsmanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah rerolahraga.
  • Memilih olahraga yang paling cocok bagi kesehatan dan gaya hidup Anda secara umum.
  • Manfaatnya akan hilang jika Anda tidak berolahraga selama tiga hari berturut-turut.
  • Olahraga dapat meningkatkan nafsu makan dan dengan demikian pasokan kalori. Karenanya penting bagi Anda menghindari makanan tambahan setelah berolahraga.
  • Dosis obat-obatan oral untuk diabetes mungkin perlu 2k jangi selama olahraga yang teratur. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk menyesuaikan dosis yang

Apa peran olahraga dalam pengelolaan diabetes?

by 0

Olahraga yang teratur berperan sangat penting dalam pengelolaan diabetes. Ini karena sejumlah manfaat utama berikut ini:

  1. Olahraga membantu membakar kalori dan karenanya membantu menurunkan berat badan. Olahraga yang teratur bisa memper- tahankan berat badan yang bisa diterima.
  2. Olahraga yang teratur bisa meningkatkan jumlah reseptor pada dinding sel di mana insulin bisa melekatkan dirinya. Pada giliran- nya hal ini bisa menyebabkan meningkatnya penggunaan glukosa oleh sel-sel untuk kebu-tuhan energinya.
  3. Olahraga memperbaiki peredaran darah dan menjaga kondisi otot-otot jantung.
  4. Olahraga meningkatkan kolesterol yang baik dan mengurangi kolesterol yang jahat.
  5. Olahraga yang teratur dapat membantu meredakan kegelisahan, stres, dan ketegangan. Maka, olahraga dapat memberikan rasa sejahtera.
Panduan untuk olahraga bagi pengidap diabetes yang tergantung pada insulin
  • Monitorlah kadar gula darah sebelum dan setelah berolahraga.
  • Hindari kadar gula darah yang rendah dengan: Mengonsumsi karbohidrat tambahan sebelum berolahraga : setiap jam, jika olahraga dilakukan dalam durasi yang panjang. Namun, Anda sebaiknya menghindari makan terlalu banyak sebelum berolahraga.
  • Hindari olahraga berat selama aksi puncak dari insulin.
  • Berikan suntikan insulin pada daerah yang tidak akan terlibat dalam olahraga aktif.
  • Ikuti nasihat dokter Anda untuk mengurangi dosis insulin iebelum menjalani olahraga yang melelahkan atau yang : iakukan agak lama.
  • Kadar gula darah dapat jatuh bahkan beberapa jam setelah berolahraga. Karenanya penting untuk memeriksa kadar gula darah secara periodik.

Merencanakan diet yang sesuai

by 0

Dokter Anda akan merekomendasikan diet yang tinggi karbohidrat, tinggi serat, dan rendah lemak untuk merangsang dan melanggengkan renurunan berat badan. Anda akan tetap mehilangan berat badan dengan diet seperti  ini, bahkan jika pasokan kalori total Anda tidak menurun. Jika Anda tidak mengonsumsi serat yang cukup dalam diet Anda, ada risiko meningkatan kadar kolesterol dalam darah, yang pada akhirnya akan memperburuk diabetes.
Panduan umum bagi pasokan makanan dalam pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin

  • Hindari biskuit, kue tar, atau produk roti lainnya Sebagai makanan ringan di antara jam makan
  • Gunakan lemak dan minyak yang rendah kadar asam lemak jenuhnya (seperti minyak zaitun, minyak bunga matahari, minyak jagung, dan Iain-lain)
  • Minumlah banyak air, susu tanpa lemak, dan minuman berkalori rendah lainnya di antara jam makan
  • Makanlah pada jam makan secara teratur
  • Hindari makanan yang digoreng dan bercita rasa manis
  • Tingkatkan pasokan sayuran dua kali lipat setiap kali makan
  • Makanlah nasi, roti, kentang, atau serealia lainnya Sebagai menu utama setiap kali makan
  • Minumlah air atau minuman bebas gula lainnya setiap kali Anda haus
  • Makanlah daging dan telur dalam porsi yang lebih kecil
  • Makanlah kacang-kacangan dan biji-bijian dalam porsi yang lebih kecil

Memprediksi rasio penurunan berat badan

by 0

Anda dianjurkan untuk menghindari harapan yang tidak masuk akal tentang diet pelangsingan rabuh. Penurunan berat badan yang ideal adalah sekitar 1-2 kg per bulan. Anda juga cenderung mempertahankan berat badan dalam waktu yang lebih lama jika Anda menurunkan berat radan secara bertahap.

Target berat badan yang diinginkan

by 0

Dokter Anda akan menganjurkan agar Anda berusaha mencapai suatu berat badan dalam "rentang yang dapat diterima” ketimbang “berat Tidan ideal” Anda. Rentang ini biasanya dipersiapkan untuk berbagai kelompok umur serta jenis kelamin, dan diarahkan pada harapan hidup terpanjang. Kebanyakan spesialis menganjurkan berat badan yang dapat diterima Sebagai per body mass index (per indeks massa tubuh). Anda dapat menghitung indeks massa tubuh dengan membagi berat badan Anda dalam satuan kilogram dengan tinggi badan Anda dalam satuan meter persegi.

Berat badan Anda dianggap normal dan Anda akan memiliki risiko masalah kesehatan yang lebih rendah jika indeks massa tubuh Anda kurang dari 25. Jika indeks berada antara 25 dan 30, Anda dianggap kelebihan berat badan dan berisiko mengalami masalah kesehatan. Jika indeks massa tubuh Anda lebih dari 30, berarti Anda kegemukan dan berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan.

Menghitung pasokan dan penggunaan energi Anda

by 0

Jika berat badan Anda stabil, dokter Anda dan/ inu penasihat diet Anda pertama-tama akan menghitung jumlah pasokan energi harian dengan menggunakan suatu rumus standar.

Apa saja makanan yang dianjurkan bagi pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Dokter Anda dan/atau penasihat diet Anda akan menganjurkan diet yang ideal bagi pengelolaan diabetes Anda dan itu tergantung pada beberapa faktor. Ini mencakup kebiasaan makan Anda sekarang, gaya hidup, usia, jenis kelamin, pekerjaan, kadar kolesterol darah, adanya tekanan darah tinggi, dan beberapa masalah kesehatan lainnya, jika ada. Beberapa penelitian telah mengindikasikan : bahwa orang gemuk yang mempertahankan berat: badannya menggunakan lebih banyak energi dari pada orang dengan berat badan normal. Ini hanya dapat terjadi jika mereka mengonsumsi lebih banyak energi daripada biasanya. Di bawah efektif dijabarkan beberapa pendekatan yang efektif untuk mengurangi pasokan kalori dan karenanya menurunkan berat badan.

Apa saja manfaat pengurangan pasokan kalori pada diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Penurunan berat badan terkait dengan manfaat segera dan manfaat jangka panjang pada pengidap diabetes yang tidak tergantung pada insulin, seperti yang dimuat di dalam Kotak 10.

Manfaat pembatasan pasokan kalori jangka pendek
tanpa pengurangan berat badan yang signifikan:

  1. Berkurangnya keluaran glukosa dari hati
  2. Turunnya kadar gula darah
  3. Redanya gejala-gejala diabetes
Manfaat pembatasan pasokan kalori jangka panjang dengan pengurangan berat badan yang signifikan:
  1. Meningkatnya produksi insulin
  2. Meningkatnya kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin
  3. Kadar gula darah turun lebih jauh
  4. Turunnya tekanan darah tinggi
  5. Berkurangnya risiko terkena trombosis (suatu kondisi abnormal pada pembuluh darah arteri di mana gumpalan darah terbentuk pada dinding bagian dalamnya)
  6. Meningkatnya harapan hidup
  7. Berkurangnya risiko kemajuan yang lebih pesat dari aterosklerosis (timbunan plak kuning dari kolesterol serta lemak, dan Iain-lain, pada dinding bagian dalam arteri, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengeras)
Pembatasan sedang dalam pasokan harian kalori menghasilkan penurunan kadar gula darah bagi kebanyakan orang, dan karenanya ^ejala-gejala tersebut akan mereda dalam beberapa hari atau minggu. Ini karena pengurangan kalori akan menyebabkan terjadinya penurunan rengeluaran glukosa yang luar biasa tinggi dari hati dengan cepat. Diyakini bahwa pengeluaran glukosa dari hati dikurangi oleh dua mekanisme utama:
  1. Meningkatnya penggunaan insulin oleh hati
  2. Penekanan glukosa di dalam hati oleh keton. Keton adalah senyawa kimia yang terbentuk dalam hati ketika lemak dipecah untuk melepaskan energi, ketika terjadi kekurangan pasokan kalori. Inilah sebabnya kadar keton di dalam darah meningkat ketika berat badan berkurang.
Pembatasan makanan yang berkesinambungan, yang menyebabkan penurunan berat badan, berdampak positif pada kemampuan tubuh untuk mengolah glukosa menjadi energi.

Penurunan berat badan juga memberikan beberapa manfaat lain, terutama bagi pengidap diabetes yang tidak tergantung pada insulin:
  1. Berkurangnya risiko terkena penyakit jantung iskemik, dan dengan demikian berkurangnya risiko serangan jantung serta angina
  2. Menurunnya tekanan darah
  3. Menurunnya kadar kolesterol “jahat” dan meningkatnya kadar kolesterol “baik” dalam darah

Perawatan apakah yang diperlukan untuk diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Seperti halnya perawatan bagi pengidap diabe¬tes yang tergantung pada insulin, ada empat tujuan utama dalam penanganan diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Ini termasuk:

  • Meredakan gejala-gejalanya dan mencegah komplikasi diabetes akut, seperti ketoasidosis dan koma
  • Mengurangi risiko komplikasi kronis, seperti kerusakan pada mata, ginjal, saraf, atau meningkatnya risiko penyakit jantung
  • Meningkatkan harapan hidup secara proporsional terhadap mereka yang tidak mengidap diabetes
  • Mengembalikan kualitas hidup yang normal
Ada tiga pendekatan dalam pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Hal ini mencakup (a) diet, (b) olahraga, dan (c) obat-obatan.

Apa saja gejala diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Banyak orang yang mengidap diabetes yang bisa saja tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini dapat didiagnosis selama pemeriksaan infeksi kulit atau gangguan penglihatan rutin. Gejala umum diabetes mencakup meningkatnya frekuensi buang air kecil, rasa haus dan/atau kelaparan yang berlebihan, perasaan lemah atau lelah yang terus-menerus, sulit sembuhnya luka, rasa kebas atau kesemutan di kaki, infeksi kulit, dan penglihatan yang kabur atau rusak sama sekali.

Bagaimana diabetes yang tidak tergantung pada insulin berkembang?

by 0

Mekanisme yang mungkin terjadi dalam perkembangan diabetes yang ddak tergantung pada insulin. Penting untuk diingat bahwa proses perkembangan diabetes jenis ini bisa membutuhkan waktu beberapa tahun. Proses ini juga bisa dibalik. Sekitar 25% orang dengan toleransi glukosa yang tidak sempurna sangat mungkin terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin dalam waktu lima tahun. Sekitar 50% orang terus berada dalam kategori toleransi glukosa yang tidak sempurna, sedangkan sisanya, 25% orang mungkin akan kembali ke kategori toleransi glukosa normal. Pembalikan ini lebih umum terjadi pada orang yang telah menurunkan berat badan dan/atau meningkatkan aktivitas fisik.

Apa penyebab diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Ada beberapa penyebab diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Di bawah ini dijabarkan beberapa yang terpenting.

Faktor keturunan
Diabetes yang tidak tergantung pada insulin lima kail lebih lazim terjadi pada orang-orang yang bertalian darah dengan pengidap diabetes : dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki diabetes di dalam keluarganya. Risiko ini meningkat menjadi 50% jika terjadi kegemukan.

Meningkatnya penyimpanan energi di dalam tubuh dianggap menguntungkan bagi orang-orang pasokan makanan yang tidak dapat : diramalkan, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok prasejehtera. Akan tetapi, jika makanan mudah tersedia, meningkatnya timbunan energi di dalam tubuh dapat menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan mungkin diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Ini mungkin menjelaskan mengapa jenis diabetes ru lebih lazim terjadi pada orang-orang yang mengadopsi gaya hidup Barat.

Obesitas
Gaya hidup yang minim gerak pada masyarakat perkotaan dan pasokan energi yang berlebihan meningkatkan risiko terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Risiko terkena diabetes menurun sebanyak 6% untuk setiap 500 kilo kalori (kkal) yang digunakan dalam olahraga setiap hari. Diyakini bahwa distribusi lemak di dalam berbagai bagian tubuh dan jumlah total lemak di dalam tubuh penting dalam menentukan besarnya risiko terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Orang yang memiliki lemak berlebihan pada batang tubuh, terutama jika itu berada pada bagian perut, lebih mungkin terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Ini karena lemak pada organ-organ perut tampak- nya lebih mudah diolah untuk memperoleh energi. Ketika lemak diolah untuk memperoleh energi, kadar asam lemak di dalam darah meningkat. Tingginya asam lemak di dalam darah meningkatkan resistensi terhadap insulin melalui aksinya terhadap hati dan otot-otot tubuh.

Malnutrisi
Di yakini bahwa anak-anak yang mengidap malnutrisi selama tahap perkembangan yang kritis di dalam rahim ibunya atau selama tahun rertama kehidupan mereka lebih mungkin terkena diabetes yang tidak tergantung pada insulin di kemudian hari. Ini mungkin karena nutrisi yang tidak cukup, terutama kekurangan protein pada beberapa bulan pertama setelah mlahirkan bisa menyebabkan kerusakan yang rdak dapat diperbaiki atas sel-sel beta di dalam rulau-pulau Langerhans. Karena sel-sel beta ini melepaskan insulin, kerusakan atasnya bisa menyebabkan kurangnya produksi insulin di masa mendatang.

Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan yang berkepanjangan, seperti steroid atau beberapa obat untuk mengendalikan tekanan darah tinggi bisa menyebabkan diabetes yang tidak tergantung pada insulin.

Beberapa penyebab lain
Diabetes yang tidak tergantung pada insulin juga bisa terjadi selama kehamilan, atau Sebagai akibat dari beberapa penyakit pada kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran di dalam tubuh yang menghasilkan berbagai hormon.

Apa itu diabetes yang tidak tergantung pada insulin?

by 0

Dtibetes yang tidak tergantung pada insulin,seperti namanya, adalah suatu kondisi di mana suntikan insulin tidak diperlukan untuk mempertahankan kadar gula darah. Hal ini dikategorikan Sebagai “diabetes Tipe II”. Kadang kala, insulin mungkin dibutuhkan untuk mengendalian kadar gula darah pada orang yang mengidap diabetes jenis ini, terutama jika dosisobat maksimal tidak efektif. Diabetes yang tidak tergantung pada insulin lebih lazim terjadi pada orang di atas usia 40 tahun dan pada orang- orang yang kegemukan.
Diabetes yang tidak tergantung pada insulin bisa terjadi ketika pankreas tidak cukup banyak memproduksi insulin atau insulinnya cacat. Insulin diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk secara efektif mengolah glukosa guna memperoleh energi. Ini karena insulin melekatkan dirinya pada protein khusus yang disebut reseptor yang terdapat pada dinding sel dan bertindak Sebagai pintu gerbang bagi glukosa agar dapat masuk ke dalam sel-sel. Insulin yang cacat ddak bisa melekatkan diri pada protein-protein khusus ini.

Apa saja peralatan yang digunakan untuk menyuntikkan insulin?

by 0

Peralatan untuk penyuntikan insulin mencakup:

Alat suntik insulin 
ini adalah alat suntik khusus yang tersedia dalam beberapa ukuran, seperti 30 unit, 50 unit, dan 100 unit. Penting untuk diingat bahwa Anda harus gunakan ukuran alat suntik yang sesuai dengan dosis insulin Anda. Sebagai contoh, jika dosis Anda 40 unit dan Anda menggunakan alat suntik 50 unit, Anda tidak akan bisa mengukur 40 unit dengan tepat. Hindari membeli alat suntik sekali pakai dalam jumlah banyak, baik dari dalam maupun dari luar negeri, karena mungkin alat suntik itu tidak cocok dengan perubahan yang dibuat dalam dosis insulin setelah Anda membelinya.

Pena insulin
Alat ini meminimalkan ketidaknyamanan saat menyuntikan dan juga bisa meningkatkan ketepatan pemberian insulin. Pena ini berisi sebuah cartridge yang sebelumnya sudah diisi jenis insulin yang diinginkan dan memiliki sebuah jarum disposable yang bisa diganti setiap kali penyuntikan. Pada beberapa pena, Anda perlu memastikan dosis yang benar dengan menekan piston berulang kali setelah jarum disuntikkan ke bagian tubuh tertentu. Setiap kali Anda menekan, suatu dosis tertentu insulin disuntikkan. Pada beberapa jenis pena yang lain, Anda perlu memastikan dosis insulin yang benar sebelum menyuntik. Hal ini akan menarik piston dengan bagian yang berisikan insulin. Setelah memasukkan jarum suntik ke bagian tubuh tertentu, Anda perlu menekan piston untuk memasukkan dosis yang telah Anda sesuaikan dalam pena.
Jika jarumnya dibiarkan pada pena sebelum penyuntikan berikutnya, udara bisa memasuld bagian pena yang berisi insulin. Hal ini dapat memperlambat penghantaran dosisnya, dan akibatnya dapat menyebabkan pemborosan insulin setelah jarumnya ditarik. Karenanya, renting bagi Anda untuk mempelajari teknik ung benar untuk menggunakan pena dari dokter Anda.

Alat suntik jet
Peralatan ini dirancang untuk mengeluarkan m fulin dalam bentuk semprotan tetes-tetes kecil cairan dalam tekanan yang sangat tinggi sehingga tetes-tetes kecil ini memasuki kulit. Peralatan ini tidak terlalu populer karena penyerapan insulin ke dalam tubuh mungkin tidak selalu seragam. Alat ini juga bisa menyebabkan memar pada bagian tubuh yang disuntik.

Terapi pompa insulin ekstemal
Suatu pompa insulin portabel adalah metode ilternatif untuk menyuntikkan insulin yang memungkinkan pemberian dosis insulin antara intermediate) kapan pun dalam satu hari atau untuk mempersiapkan program perubahan kadar pemberian insulin dalam satu hari. Alat ini memiliki suatu pompa portabel kecil dengan suatu set infus yang berakhir pada sebuah jarum atau kanula. Infus berarti penyuntikan cairan secara lambat ke dalam pembuluh vena atau ke bawah kulit. Kanula adalah suatu tabung berlu- bang yang dirancang untuk memasuki ruang dalam tubuh, seperti pembuluh darah. Jarum atau kanula diletakkan di bawah kulit dan diganti sekali setiap 24 jam atau 72 jam.
Untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya dari terapi pompa insulin eksternal, Anda perlu melakukan pemantauan diri terhadap kadar gula darah sebanyak beberapa kali sehari, lalu membuat penyesuaian terhadap dosis insulin seperti yang dianjurkan oleh dokter Anda.
Manfaat utama dari terapi pompa insulin eksternal adalah fleksibilitas yang lebih baik dalam menyesuaikan insulin dengan berbagai variasi di dalam jadwal Anda. Hal ini juga membantu melaksanakan perubahan yang dibutuhkan dalam hal kadar pemberian insulin kapan pun, terutama di antara waktu-waktu makan. Kelemahan utama dari pompa insulin eksternal adalah kemungkinan infeksi pada lokasi infus. Ada risiko lebih tinggi bagi terjadinya ketoisidosis karena gangguan pada aliran insulin.

Terapi pompa insulin yang ditanam
Pada opsi ini, pompa kecil yang bisa dikontrol zari luar diletakkan di dalam perut. Insulin dile- raskan ke dalam ruang di sekitar organ sistem rencernaan di dalam perut. Insulin yang dilepaskan kedalam lalu diserap secara langsung ke berbagai organ. Metode ini kelihatannya mengurangi resiko kadar gula darah yang rendah sambil mencoba mempertahankan kadar gula darah yang normal sepanjang hari. Penelitian lebih lanjut rutuhkan sebelum teknik ini bisa direkomendasikan untuk mengendalikan diabetes.

Membuang alat suntik dan jarum
Sangat dianjurkan agar Anda mengumpulkan suntik dan jarum bekas di dalam wadah khusus bagi benda-benda tajam. Kapan saja Anda mengunjungi rumah sakit besar, mintalah seseorang yang menangani sampah untuk membuang alat suntik dan jarum Anda bersama sampah rumah sakit. Pembuangan alat suntik dan jarum yang tidak tepat bisa berbahaya bagi mereka yang menanganinya di tempat-tempat pembuangan sampah umum.

Di mana suntikan insulin diberikan?

by 0

Tempat-tempat yang cocok untuk penyuntikan insulin meliputi perut bagian bawah, lengan luar bagian atas, paha luar bagian atas, dan pantat. Hindari penyuntikan insulin dekat persendian atau daerah yang bertulang. Tempat-tempat penyuntikan biasanya diputar untuk menghin- dari pembentukan “benjolan”.
Penting bagi Anda untuk belajar menyuntikkan insulin sendiri ketimbang tergantung pada orang lain agar menjadi lebih mandiri. Hal ini juga memungkinkan fleksibilitas bagi aktivitas normal dan rutinitas sehari-hari Anda.

Apa metode yang benar untuk menerima suntikan insulin?

by 0

Dokter Anda adalah orang yang paling tepat untuk menasihati Anda tentang metode yang benar untuk menerima suntikan insulin. Informasi yang tercakup di sini mungkin bisa digunakan Sebagai panduan atau rujukan.

  1. Jika Anda menggunakan satu jenis insulin:Cucilah tangan Anda. Miringkan botol insulin pada sisinya dan gulingkan pada telapak tangan Anda untuk mencampurnya. Jangan kocok botolnya.
  2. Sekalah bagian atas botol insulin agar bersih.
  3. Tariklah piston alat sundk untuk menarik udara yang sebanding dengan unit dosis insulin Anda.
  4. Tusukkan jarum suntik menembus bagian atas botol dan suntikkan udara ke dalam botol.
  5. Dengan jarum masih di dalam botol, balikkan botolnya dan tariklah piston untukmengisi alat suntik tepat di atas penanda dosis insulin Anda.
  6. Dengan hati-hati dan perlahan, tekanlah piston sampai garis penanda dosis insulin Anda yang benar.
  7. Periksalah gelembung udara. Jika ada, dengan lembut ketuklah alat suntik sehingga gelembungnya naik ke permukaan. Ulangi langkah 5 dan 6 di atas dan periksalah kem- bali gelembungnya. Teruskan kedua langkah mi sampai tidak ada gelembung udara dalam ilat suntik.
  8. Lepaskan jarum dari botol.
  9. Sekalah daerah di mana Anda akan mene- nma suntikan hingga bersih. Beberapa orang .;bih suka membersihkan lokasi suntikan dengan gumpalan kapas yang dicelupkan ke dalam alkohol. Ini tidaklah esensial.
  10. Cubitlah sejumlah besar kulit di antara ibu ari dan telunjuk Anda. Jika Anda tidak melakukanya  Anda mungkin akan menyuntikkan insulin ke dalam otot, terutama jika ada sedikit lemak di bawah kulit.
  11. Tekanlah jarum langsung ke kulit atau pada sudut menyerong.
  12. Tarik keluar jarumnya dan sekalah lokasi suntikan agar bersih.
Jika Anda menggunakan lebih dari satu jenis
insulin:

  1. Cucilah tangan Anda dan sekalah bagian atas dari kedua botol insulin agar bersih.
  2. Balikkan botol yang berisi insulin interme¬diate-acting atau long-acting, seperti NPH atau insulin Lente. Lalu gulingkan botol di antara telapak tangan Anda untuk mencampurnya. Jangan kocok botolnya.
  3. Tariklah piston alat suntik untuk menarik udara yang sebanding dengan dosis insulin NPH atau insulin Lente Anda.
  4. Tusukkan jarum suntik menembus bagian atas botol insulin NPH atau Lente dan suntikkan udara ke dalam botol.
  5. Tariklah piston untuk menarik udara yang sebanding dengan dosis insulin reguler Anda. Tusukkan jarum suntik menembus bagian atas botol insulin reguler dan suntikkan udara ke dalam botol.
  6. Dengan jarum masih di dalam botol, balikkan botolnya dan tarik penekannya untuk mengisi alat suntik tepat di atas penanda dosis insulin Anda. Dengan perlahan-lahan, tekanlah piston sampai garis penanda dosis insulin reguler Anda yang benar. 
  7. Periksalah gelembung udara. Jika ada, dengan lembut ketuklah alat suntik sehingga gelembungnya naik ke permukaan. Ulangi langkah 7 dan 8 di atas dan kembali periksa gelembungnya. Teruskan kedua langkah ini 5.impai tidak ada gelembung udara di dalam alat suntik.
  8. Lepaskan jarum dari botol insulin reguler dan rusukkan ke bagian atas botol yang berisi insulin NPH atau Lente.
  9. Dengan perlahan-lahan, tekanlah piston sampai garis penanda dosis insulin total Anda.
  10. Suntikkan dosis insulin seperti yang dijabarkan dalam langkah 9-12 yang dijabarkan dalam bagian “menggunakan satu jenis insulin”


Apa saja regimen suntikan insulin?

by 0

Beberapa rancangan sistematis atau regimen insulin digunakan untuk merawat pengidap diabetes yang tergantung pada jenis insulin yang berbeda. Dokter Anda akan memilih regimen yang paling cocok bagi Anda berdasarkan (a) kadar gula darah Anda, (b) tingkat pengendalian diabetes yang diinginkan, (c) sejauh mana insulin yang diproduksi oleh pankreas bisa mengisi kekurangan yang ditinggalkan oleh suntikan insulin, (d) gaya hidup Anda, dan (e) kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan suntikan insulin.
Suntikan sekali sehari, bahkan jika merupakan campuran antara insulin short-acting dan insulin dengan efek tertunda, tidak dapat mencapai kadar insulin yang diinginkan sepanjang hari bagi orang yang tubuhnya hanya memproduksi sedikit insulin atau tidak sama sekali. Insulin campuran dua kali sehari adalah regimen yang paling sederhana dan paling lazim digunakan. Tujuannya adalah untuk (a) memberikan latar belakang dan mencukupi kebutuhan insulin pada saat makan siang dengan insulin inter¬mediate-acting dan (b) menangani dua makan atama dalam satu hari (sarapan dan makan malam) dengan insulin short-acting. Kedua jenis insulin ini disuntikkan sebelum sarapan dan makan malam.
Biasanya, sekitar dua pertiga dari kebutuhan isulin harian diberikan pada pagi hari dan sisanya  yang sepertiga diberikan pada malam hari. Rasio insulin short-acting dan intermedi-ate-acting biasanya berbeda pada pagi dan malam hari. Dokter Anda akan menganjurkan rasio dan dosis yang diinginkan berdasarkan hasil pengukuran gula darah sepanjang hari. Jika regimen insulin tidak diatur dengan baik, kadar gula darah bisa turun sampai ke bawah normal,terutama antara waktu makan dan pada pagi

Kapan insulin dianjurkan untuk mengontrol diabetes?

by 0

Insulin dianjurkan bagi lima kondisi utama:

  • Diabetes pada anak-anak
  • Diabetes pada orang yang kekurangan berat badan dan dan kekurangan gizi
  • Kecenderungan untuk menderita ketoasidosis pada pengidap diabetes
  • Dalam keadaan darurat, seperti pembedahan, kehamilan, demam tinggi, atau koma diabetik
  • Jika metode pengendalian kadar gula darah, xirerti obat-obatan, diet, dan olahraga tidak
     efektif

Apa saja jenis insulin?

by 0

Ada beberapa jenis insulin. Semua jenis ini berbeda dalam tiga karakteristik utamanya: (a) waktu yang dibutuhkan untuk mulai berpengaruh pada sel-sel tubuh setelah penyuntikan, (b) waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak aktivitas, dan (c) lamanya insulin beraksi. Berdasarkan kriteria di atas, suntikan insulin bisa dikelompokkan menjadi short-acting, intermediateacting,, dan long-acting.
Puncak aksi dari insulin short-acting dicapai dalam waktu 1-3 jam dan insulin ini akan bekerja selama 4-8 jam. Insulin intermediate- acting mencapai puncak aksi dalam waktu 4-6 jam dan kerjanya berlangsung selama sekitar 8-12 jam. Insulin long-acting manusia mencapai puncak dalam waktu 4-8 jam dan kerjanya berlangsung selama 8-14 jam.

Insulin short-acting juga dikenal Sebagai nsulin soluble (mudah larut) atau reguler. Tampilannya transparan. Insulin intermediate-acting mengandung NPH (Neutral Protamine Hagedorn) dan Lente rsulin. NPH adalah insulin yang telah dimodifikasi dan mengandung sejumlah kecil protamina,
salah satu kelompok protein sederhana. Kerjanya dimulai lebih cepat dan efeknya berlangsung dalam durasi menengah. Lente insulin, mg dibuat dari ultralente dan semilente insulin, memiliki karakteristik yang sama dengan insulin NPH.

Insulin long-acting mencakup protamine Zinc insulin dan ultralente. Keduanya memiliki jangka waktu aksi yang diperpanjang Insulin-insulin ini tidak lazim digunakan untuk pengobatan diabetes.
Belakangan ini, pre-mixed insulin sudah tersedia dan lebih disukai. Insulin ini mengandung insulin short-acting dan intermediate-acting. Insulin pre-mixed mencegah risiko yang mungkin terjadi akibat mencampur secara manual dosis yang kurang tepat dari beberapa jenis insulin. Namun insulin tersebut hanya dianjurkan jika kadar gula darah terkontrol dengan baik.

Sebelumnya, insulin diambil dari pankreas beberapa hewan. Akan tetapi, dewasa ini insulin biosintetis juga tersedia dan mirip dengan insulin manusia. Kendati mahal harganya, insulin manusia tetap lebih disukai karena sangat mengurangi risiko komplikasi seperti resistensi insulin.

Insulin manusia disiapkan dengan menyalin dan meletakkan gen (unit dasar materi genetis) manusia, yang mengkode protein insulin, ke dalam suatu bakteri. Beberapa teknik diterapkan atas gen ini agar bakteri mau menggunakannya sehingga insulin diproduksi oleh bakteri itu setiap hari. Insulin dari bakteri tersebut lalu diubah menjadi insulin manusia melalui beberapa teknik yang canggih. Insulin manusia uga dapat disiapkan dengan menggunakan sel- sel khamir ketimbang bakteri.

Apa pengobatan terhadap diabetes Tipe I ?

by 0

Serangkaian program suntikan insulin, diet, dan olahraga dianjurkan untuk penanganan diabetes Tipe I. Insulin hanya bisa diberikan dalam bentuk suntikan. Ini karena insulin adalah suatu protein dan jika diberikan dalam bentuk oral akan hancur pada saat dicerna sehingga rusak.

Apa pengobatan terhadap diabetes?

by 0

Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan melalui beberapa cara. Hal ini terutama mencakup insulin, obat-obatan, kontrol makanan, dan olahraga. Pilihan-pilihan pengendalian terhadap diabetes bergantung pada jenis diabetes dan tingkat keparahannya. 

Tujuan utama pengobatan  diabetes.

  • Mencapai kadar gula darah terbaik yang tepat bagi Anda
  • Memberikan keringanan dari gejala-gejala diabetes
  • Menyeimbangkan makan, olahraga, dan obat-obatan atau insulin
  • Mengurangi faktor risiko yang terkait dengan komplikasi,seperti obesitas, merokok, kolesterol tinggi, dan tekanan aarah tinggi
  • Memastikan pertumbuhan yang normal pada anak-anak dan orang dewasa muda yang mengidap diabetes
  • Mempertahankan berat badan yang normal
  • Mencegah komplikasi akut seperti ketoasidosis dan rfeksi
  • Mencegah  jika mungkin, atau mendeteksi sedini mungkin dan menangani komplikasi kronis

Bagaimana Komplikasi Diabetes Dapat dicegah ?

by 0

Anda dpat mencegah komplikasi diabetes melalui tujuh cara di bawah ini :

  • Selalu mengontrol kadar gula darah dengan baik.
  • Pertahankan tekanan darah yang normal. Jika Anda mengidap tekanan darah tinggi, minumlah obat yang diresepkan oleh dokter Anda secara teratur.
  • Jika Anda kegemukan, kurangi berat badan Anda melalui pengendalian makan yang benar dan berolahraga secara teratur.
  • Kurangi pasokan lemak dan kolesterol di dalam makanan Anda.
  • Kembangkan rutinitas berolahraga secara teratur setelah berkonsultasi dengan dokter Anda.
  • Jangan merokok.
  • Lakukan pemeriksaan secara teratur untuk mendeteksi komplikasi akibat diabetes, jika ada, sedini mungkin.

Apa saja komplikasi diabetes?

by 0

Komplikasi diabetes bisa bersifat: (1) akut karena kekurangan insulin menyebabkan naiknya kadar gula darah ke tingkat yang sangat tinggi, dan (2) kronis akibat adanya perubahan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh.
Komplikasi akut mencakup ketoasidosis "abetik dan infeksi berulang.

Ketoasidosis diabetik atau koma
Ketika kadar insulin rendah, tubuh tidak mampu mengubah glukosa menjadi energi dan karenanya mengambil lemak dari tempat penyimpan- annya. Pemecahan lemak untuk menghasilkan
energi menyebabkan terbentuknya fatty acids atau asam lemak. Asam lemak ini melewati hati dan membentuk kelompok bahan kimia yang disebut keton. Keton dikeluarkan melalui urine. Adanya keton di dalam urine disebut ketonuria.
Meningkatnya kadar keton di dalam jaringan tubuh disebut ketosis. Ketosis bisa meningkatkan keasaman cairan dan jaringan tubuh sampai ke tingkat yang abnormal dan menyebabkan suatu kondisi yang disebut asidosis. Asidosis Sebagai ikibat dari meningkatnya keton disebut ketoasi- osis. Kotak 6 memuat gejala-gejala ketoasidosis. Ketoasidosis diabetik adalah suatu kondisi iarurat, dan jika tidak ditangani tepat waktu, lapat mengakibatkan kematian. Dosis insulin ;mg tepat dan cairan infus dapat memulihkan ketoasidosis diabetik. Jika Anda memiliki gejala- geiala yang menunjukkan ketoasidosis, Anda zxpat mengikuti cara-cara berikut sampai Anda rr.encapai rumah sakit:

  • Tingkatkan dosis insulin yang biasa, setidaknya sebanyak 25%.
  • Minumlah sebanyak mungkin cairan.
  • Dapatkan tes urine untuk keton dan tes darah untuk glukosa setidaknya setiap empat sampai enam jam.
Gejala-gejala ketoasidosis
Akut:
  • Gejala:Dehidrasi yang diindikasikan oleh keringnya mulut dan berkurangnya elastisitas atau kekenyalan kulit
  • Napas berbau seperti buah
  • Mual, muntah, dan rasa sakit di bagian perut
  • Napas dalam
  • Napas semakin cepat
  • Keadaan yang sangat lemah, rasa mengantuk yang dapat menyebabkan tidak sadar atau koma
Gejala Kronis:

  • Penyakit arteri koroner pembuluh darah jantung terpengaruh. Penyakit jantung seperti serangan jantung dan angina mungkin terjadi.
  • Nefropati—fungsi ginjal terpengaruh.
  • Neuropati—saraf-saraf pada berbagai bagian tubuh terpengaruh.
  • Retinopati—retina mata yang terutama terpengaruh. Kehilangan penglihatan Sebagian atau seluruhnya mungkin terjadi.

Infeksi
Orang yang mengidap diabetes lebih mungkin mengalami infeksi karena tiga alasan utama: (a) pertumbuhan bakteri sangat pesat jika kadar glukosa tinggi; (b) mekanisme pertahanan alami tubuh pada orang yang mengidap diabetes rendah, dan (c) komplikasi yang terkait dengan diabetes meningkatkan risiko infeksi.

Infeksi yang lazim di antara orang yang mengidap diabetes mencakup infeksi kulit, infeksi saluran kencing, penyakit pada gusi, tuberkulosis, dan beberapa infeksi jamur.
Komplikasi kronis lebih lazim terjadi jika kadar gula darah yang normal tidak dipertahankan secara teratur. Orang yang mengidap diabetes kemungkinan besar mengalami penyakit pada jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, dan saraf.

Penyakit pada jantung dan pembiduh darah
Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri) adalah suatu kondisi di mana ada (a) pengerasan arteri dan (b) penyempitan arteri karena timbunan lemak pada dinding bagian dalam pembuluh. Ini adalah penyakit yang ber- kembang lama. Namun penyakit ini berkembang lebih cepat pada orang yang mengidap diabetes. Inilah sebabnya pengidap diabetes dua kali lebih mungkin terkena serangan jantung mu angina dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap diabetes.
Pengerasan pembuluh arteri pada kaki dapat mempengaruhi otot kaki akibat berkurangnya pasokan darah. Ini bisa: menyebabkan kram, rasa kurang nyaman, atau rasa lemah ketika berjalan. jika pasokan darah ke kaki berkurang banyak atau terputus untuk waktu yang lama, mungkin akan terjadi kematian jaringan. Jika ini terjadi, yang terkena mungkin harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawa si pasien.

Kerusakan pada ginjal
Diabetes dapat memengaruhi beberapa pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Sebagai akibatnya, efisiensi ginjal dalam menyaring produk sisa pun berkurang. Fungsi ginjal yang menurun menyebabkan dikeluarkannya suatu protein yang disebut “albumin” dalam urine. Kerusakan ginjal mungkin berlanjut, terutama jika kadar gula darah tidak dijaga agar terkendali. Kerusakan ginjal karena diabetes lebih lazim terjadi pada diabetes Tipe I, ketimbang diabetes Tipe II.

Kerusakan pada mata
Orang yang mengidap diabetes lebih mungkin mengalami kehilangan penglihatan Sebagian atau seluruhnya ketimbang mereka yang tidak mengidapnya.

Kerusakan saraf
Hampir 70% orang yang mengidap diabetes mengalami beragam tingkat kerusakan saraf.
Kerusakan saraf ini disebut neuropati. Neuropati Sebagai akibat diabetes disebut diabetic neuropathy.
Gula darah yang tinggi merusak serat saraf dan lapisan lemak di sekitar saraf. Saraf yang rusak tidak dapat menyampaikan sinyal ke dan dari otak dengan baik. Akibatnya, Anda mungkin akan kehilangan sensasi atau meninkatnya sensasi atau rasa sakit pada bagian yang Terkena. Kerusakan saraf tepi pada tubuh lebih lazim terjadi ketimbang pada bagian tubuh yang lain. Kerusakan ini biasanya dimulai dari jemari kaki dan berlanjut ke betis serta paha. Hal ini bisa menyebabkan rasa kebal, rasa kesemutan, terbakar, rasa nyeri yang tumpul, rasa nyeri yang tajam, atau kram. Kulit mungkin menjadi begitu peka sehingga bahkan tekanan dari seruru dan pakaian menjadi tidak tertahankan.

Uji toleransi glukosa

by 0


Kadang kala, suatu uji toleransi glukosa secara oral (melalui mulut) diperlukan untuk memas- tikan diagnosis. Uji ini, yang mengindikasikan kapasitas tubuh Anda dalam menggunakan glukosa, dilakukan pada pagi hari setelah berpuasa semalaman. Anda seharusnya makan secara normal selama tiga hari sebelum menja- lankan tes ini. Dalam uji ini, darah untuk mengu- kur kadar gula darah puasa diambil terlebih dahulu. Kemudian, Anda akan diberi 75 gram glukosa. Sampel darah diambil setelah setengah jam, satu jam, dan dua jam setelah menerima glukosa. Hasil tes toleransi glukosa ditafsirkan Sebagai normal, toleransi glukosa yang tidak sempurna, dan diabetes. Tes toleransi glukosa yang tidak sempurna dipandang Sebagai faktor risiko bagi terjadinya diabetes di masa menda- tang. Akan tetapi, hasil ini tidak dimasukkan ke dalam diagnosis diabetes. Kadar gula darah bagi setiap kondisi ini dimuat pada Kotak 5.
Uji toleransi glukosa tidak dianjurkan bagi orang yang sedang menjalani istirahat total atau sedang menderita beberapa penyakit, terutama infeksi.

Bagaimana diabetes didiagnosis?

by 0

Diabetes dapat didiagnosis dengan tes darah dan urine. Jika pada saat pemeriksaan rutin Anda tidak memiliki gejala apa pun, dokter Anda mungkin menyarankan random blood sugar test (uji gula darah secara acak). Ini artinya darah Anda bisa diuji kapan pun sepanjang hari, tidak peduli kapan Anda terakhir kali makan. jika dicurigai ada diabetes, kadar fasting blood sugar atau gula darah puasa (setelah berpuasa 12 jam) dan postprandial blood sugar atau gula darah pascaprandial (dua jam fetelah makan) akan diuji. Diabetes didiagnosis :ka kadar gula darah secara acak yang Anda miliki !ebih dari 200 mg/100 ml darah dan gula darah puasa Anda lebih dari 140 mg/100 ml.

Sampai beberapa tahun yang lalu, tes urine secara rutin dianjurkan untuk mendiagnosis dia¬betes. Namun, tes ini tidak direkomendasikan lagi karena adanya beberapa kondisi kesehatan lain dan obat-obatan bisa memberikan hasil yang salah.

Apa saja faktor kecenderungan diabetes?

by 0

Faktor kecenderungan adalah faktor yang meningkatkan risiko Anda mendapatkan suatu penyakit tertentu. Ada banyak kondisi yang meningkatkan risiko diabetes. Kotak 4 memuat beberapa faktor kecenderungan yang paling penting.
Kotak 4. Faktor-faktor kecenderungan diabetes
•    Keturunan
•    Kegemukan (obesitas)
•    Usia
•    Jenis kelamin
•    Kehamilan
•    Infeksi virus
•    Cedera pada pankreas
•    St res
•    Gaya hidup yang tidak aktif

Keturunan
Orang yang bertalian darah dengan orang yang mengidap diabetes lebih cenderung mengidap penyakit ini ketimbang mereka yang tidak memilikinya di dalam keluarga. Risikonya tergantung pada jumlah anggota keluarga yang memiliki diabetes. Semakin banyak jumlah sanak saudara yang mengidap diabetes, semakin tinggi risikonya. Ada risiko 5% bagi Anda untuk mengidap diabetes jika orangtua atau saudara kandung Anda mengidap diabetes. Risikonya bisa meningkat menjadi 50% jika Anda kelebihan berat badan.
Kegemukan
Hampir 80% orang yang terjangkit diabetes pada usia lanjut biasanya kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan meningkatkan kebu- tuhan tubuh akan insulin. Orang dewasa yang kegemukan memiliki sel-sel lemak yang lebih besar pada tubuh mereka. Diyakini bahwa sel-sel lemak yang lebih besar tidak merespons insulin dengan baik. Gejala-gejala diabetes mungkin bisa menghilang seiring menurunnya berat badan.


Usia
Risiko diabetes meningkat sejalan bertambahnya usia, terutama setelah usia 40 tahun, karena jumlah sel-sel beta di dalam pankreas yang mem- produksi insulin menurun seiring bertambahnya umur.
Jenis kelamin
Baik pria maupun wanita memiliki risiko yang sama besar untuk mengidap diabetes sampai usia dewasa awal. Setelah usia 30 tahun, wanita memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pria. Wanita yang terkena diabetes selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit diabetes Tipe II pada usia lanjut.

Infeksi virus
Beberapa infeksi virus bisa merusak sel-sel beta di dalam pankreas dan karenanya menyebabkan diabetes.


Cedera pada pankreas
Kecelakaan atau cedera yang merusak pankreas juga bisa merusak sel-sel beta, dan karenanya menyebabkan diabetes.


Stres
Beberapa hormon yang dilepaskan selama stres bisa menghambat efek insulin atas sel-sel, dan karenanya menyebabkan diabetes.


Gaya hidup yang tidak aktif
Beberapa penelitian dewasa ini telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki gaya hidup kurang aktf lebih mungkin terkena diabetes dibandingkan mereka yang hidupnya aktif. Diyakini bahwa olahraga dan aktivitas fisik meningkatkan pengaruh insulin atas sel-sel.

Apa Saja Gejala Diabetes?

by 0

Ada tiga gejala utama diabetes, yaitu:
•    Meningkatnya rasa haus
•    Meningkatnya rasa lapar
•    Meningkatnya frekuensi buang air kecil
Anda juga mungkin memiliki beberapa atau semua gejala yang terdapat pada Kotak 1.

Sering buang air kecil dan meningkatnya rasa haus
Ginjal menyaring sekitar 1.500 liter darah per hari. Ginjal mengeluarkan sejumlah air dan produk buangan dalam bentuk urine serta menyerap Sebagian besar darah yang tersaring, termasuk glukosa. Jika darah mengandung lebih banyak glukosa daripada yang dapat diserap lagi oleh ginjal, glukosa ini dikeluarkan bersama urine. Seiring keluarnya glukosa dari dalam tubuh, diperlukan banyak air untuk memper- mudah pengalirannya keluar dari tubuh. Meningkatnya air di dalam urine meningkatkan pula frekuensi buang air kecil, yang pada akhirnya mengakibatkan meningkatnya rasa haus.



Rasa lapar yang berlebihan
Ketika insulin yang memadai tidak melekat pada reseptor, sel-sel tubuh tidak memperoleh energi apa pun. Karenanya sel-sel itu mengirimkan suatu pesan “lapar” ke otak. Otak merespons pesan tersebut dengan memberi Anda suatu rasa lapar yang berlebihan. Kendati makan lebih banyak, glukosa yang diperoleh dari makanan tidak dapat digunakan untuk energi karena dilepaskan melalui air kencing.
Secara umum, kurangnya energi pada sel-sel mengakibatkan rasa lemah dan lelah. Juga, dengan ketiadaan insulin, sel-sel itu tidak bisa memperoleh energi. Karenanya, energi diperoleh dari lemak dan otot-otot. Ketika energi diperoleh dari lemak dan otot, Anda akan kehilangan berat badan, bahkan jika Anda makan cukup banyak untuk memuaskan rasa lapar Anda.

Masalah kulit
Kelebihan gula darah menekan mekanisme rertahanan alami tubuh. Inilah sebabnya mengapa luka dan cedera akan sangat lama sembuhnya jika terdapat kadar gula yang tinggi di dalam darah. Juga, gula adalah makanan yang sangat baik bagi bakteri untuk bertumbuh. Oleh karena itu, infeksi kulit sangat umum terjadi pada penderita diabetes. Kulit, terutama di sekitar alat kelamin mungkin akan terasa gatal.