MENGENAL OSTEOPOROSIS

by 0

Dalam perjalanan ke Yogya naik mobil, di wm tepi sawah saya melihat seorang nenek yang sedang berjalan, tubuhnya bungkuk dan pung- gungnya melengkung. Apakah itu yang dibilang osteoporosis? Apakah itu suatu penyakit?
Benar, itu adalah salah satu akibat osteoporosis.

Osteoporosis adalah suatu penyakit tulang yang menyebabkan berkurangnya jumlah jaringan tu­lang dan tidak normalnya struktur atau bentuk mikroskopis tulang. Kuantitas dan kualitas tulang yang tidak normal membuat tulang tersebut lemah dan mudah patah, meskipun hanya mengalami trauma ringan. Secara mudah, osteoporosis adalah penyakit/kondisi ber­kurangnya kepadatan tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tak dapat disangkal bahwa makin tua usia, makin rapuh tulang-tulang tubuh. Namun osteoporosis atau tulang keropos karena penyakit bukanlah sekadar proses penuaan, melainkan penyakit yang menyerang tulang yang menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah atau berubah bentuk menjadi melengkung seperti yang dialami oleh nenek yang Anda lihat di tepi sawah itu.

Sebagai penyakit, osteoporosis tidak memperlihatkan gejala fisik yang nyata sehingga mudah terabaikan. Setelah tulang keropos, muncul akibat-akibat fisik yang nyata seperti mengalami patah tulang secara spontan atau tulang punggung melengkung, atau tubuh menjadi lebih pendek, terjadi kesakitan kronis, barulah yang bersangkutan menyadari bahwa dirinya menderita keropos tulang atau osteoporosis yang diperkuat dengan pemeriksaan dokter.

Kelainan tubuh bungkuk (dowager's hump) atau kifosis parah disebabkan oleh tekanan pada ruas tulang belakang yang tidak seimbang. Bagian depan tulang yang paling dekat dengan perut mengalami tekanan yang lebih besar ketimbang bagian belakang tulang sehingga bentuknya seperti baji. Dengan demikian, kondisi ini mendesak t ulang belakang ke arah depan. Sedangkan tekanan sejenis baji di tulang belakang bagian tengah (bagian dada) atau bawah (bagian pinggang) menyebabkan kepala penderita terpaksa menunduk. Penderita juga mengalami sakit leher kronis karena usaha yang terus-menerus untuk menjaga agar kepala tetap tegak. Penderita juga sulit berjalan dan keseimbangan tubuh pun terganggu. Akibatnya mudah terjatuh. Dan sering terjatuh meningkatkan risiko patah tulang.

Akibat lain, badan memendek sehingga penderita kesulitan bemapas disebabkan tidak mengembangnya rongga dada secara penuh saat bernapas. Kesulitan ber- napas menghadirkan komplikasi penyakit radang paru- paru yang bisa menyebabkan kematian.

Leave a Reply