Bagaimana pola makan untuk menghindari osteoporosis?
by pakar emas 0
Pola makan yang baik untuk mencegah dan mengobati osteoporosis adalah makanan yang mengandung nutrisi seimbang dan sesuai unt kebutuhan kesehatan tulang, yaitu protein; mineral kalsium, fosfor, mangan, boron; dan vitamin D, serta fiestrogen (terutama bagi wanita yang sudah menopai yang sudah kehilangan hormon estrogen). Nutrisi teresebut dapat diambil dari susu dan olahannya, daging, buah-buahan, dan sayuran. Kalsium adal mineral utama bagi tulang yang bersama dengan fosi (menjadi kalsium fosfat) memegang peran penting dari proses pembentukan tulang. Peningkatan tumpukan kalsium fosfat akan memberikan kepadatan pada tular Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab sebelumm kepadatan tulang mencapai puncaknya (massa tulng: puncak) pada usia 25—30 tahun pada tulang trabekuli tulang belakang dan 35—40 tahun pada tulang ti padat seperti tulang lengan dan tungkai. Kalau asup kalsium kurang, maka lama-kelamaan tulang akan kei pos sehingga mudah mengalami osteoporosis. Deng mengetahui peran kalsium dalam pembentukan tular maka salah satu cara mencegah osteoporosis adal, memenuhi asupan kalsium sedini mungkin, dan lakukan seumur hidup.
Berikut ini faktor-faktor merencanakan pola makan untuk mencegah osteoporosis:
- Mengonsumsi makanan yang bervariasi. Bahan makanan satu dengan lainnya mengandung nutrisi yang berbeda. Jadi, untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan tubuh/tulang, Anda perlu mengonsumsi makanan yang bervariasi.
- Mengatur porsi makanan. Seseorang yang bertubuh kurus, tulangnya tidak padat sehingga mudah kero¬pos dan kena osteoporosis. Karena itu, aturlah porsi makanan Anda agar tubuh Anda tidak kurus, tapi juga tidak mengalami obesitas (karena penyakit lain akan mendatangi Anda, seperti jantung, diabetes).
- Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Sayur dan buah mengandung nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan tulang dan kesehatan tubuh. Sekali lagi, makanlah sayur dan buah yang bervariasi.
- Membatasi konsumsi garam. Biasanya konsumsi garam berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Namun mengonsumsi terlalu banyak garam akan meningkatkan pembuangan kalsium melalui urine. Anjuran ahli adalah 3—8 gram per hari atau sekitar d1/2—l 1/2sendok teh per hari.