Apakah T-score itu? Bagaimana pemakaian- nya dalam menghitung kepadatan tulang?

by 0

T-score adalah istilah yang dipakai untuk hasil pemeriksaan BMD, yaitu jumlah standar deviasi (SD) di mana BMD turun atau naik dibandingkan dengan kontrol. Yang dijadikan kontrol adalah or; muda dengan tulang yang kuat.

Formula perhitungan T-score adalah:

T-score =     (BMD pasien - BMD rata-rata orang muda mormal) 
                        Standar deviasi rata-rata orang muda nom

Untuk mudahnya, T-score Anda adalah BMD Anda bandingkan dengan score rata-rata orang usia mu (25—35 tahun) dengan ras dan jenis kelamin yang san Perbedaan ini dinamakan standar deviasi (SD).
Hasil T-score bisa plus atau minus. Jika hasil T-score Anda nol (zero), artinya densitas tulang Anda sama deng orang muda normal. Bila plus, artinya tulang Anda lebih padat daripada orang muda. Bila minus, densitas tulai Anda lebih rendah daripada normal.


Tiap penurunan T-score satu poin akan meningkatk; risiko fraktur dua kali lipat. Nilai T-score berbeda unti setiap tulang, misalnya T-score tulang tumit berbeda dengan T-score tulang panggul.


Jadi, jika Anda mempunyai T-score kurang dari -2,5, berarti Anda sudah terkena osteoporosis. Semakin rendah T-score semakin mudah Anda terkena patah tulang (termasuk osteoporosis berat). Nilai-T atau T-score mulanya ditentukan oleh WHO (World Health Organization) pada tahun 1992 untuk menentukan apakah seseorang kena osteoporosis. Menurut WHO T-score -2,5 atau lebih rendah menunjukkan adanya osteoporosis. Kondisi menengah yang disebut osteopenia adalah yang menunjukan massa tulang rendah antara -1 dan -2,5.
T-score rendah juga bisa disebabkan Anda mengidap penyakit tertentu meskipun belum terjadi osteoporosis, berikut ini beberapa penyakit yang menyebabkan T-score rendah:


❖    Ankylosing spondylitis, radang tulang belakang
❖    Penyakit Cushing
❖    Hiperparatiroid
❖    Hipertiroid
❖    Multiple myeloma
❖    Menopause dini
❖    Artritis ramotoid
❖    Ricket
❖    Kekurangan vitamin D 

Leave a Reply