Bagaimana dengan vertebroplasty? Mampukah menyembuhkan osteoporosis?

by 0

Vertebroplasty atau suntikan semen pada tulang yang keropos, sangat efektif bagi mereka yang menderita patah tulang dengan rasa sakit yang parah dan terus-menerus yang disebabkan tekanan pada ruas tulang belakang yang sangat akut. Rasa nyeri pada patah tulang belakang walaupun tidak sehebat patah tulang pada tulang panggul dan pergelangan tangan, namun sangat mengganggu dan berkepanjangan. Kini dengan suntikan semen khusus menggunakan teknik vertebroplasty, penderita patah tulang belakang dapat langsung duduk dan berjalan. Teknik vertebroplasty awalnya merupakan topik yang dibahas dalam simposium "Recent Advances in Critical Care Management of Trauma Cases" yang diselenggarakan pada Juli 2002 dalam rangka ulang tahun ke-52 RS Gatot Subroto. Pembicara 
utamaDR. Dr. BambangDarwono, SpB., SpBO. Teknik  dikembangkan di Prancis pada 1984 dan disempurnakan di Amerika sembilan tahun kemudian, berupa tindakan memasukkan sejenis semen tulang dengan menggunakan jarum khusus ke tulang belakang yang patah. Bermanfaat menyangga dan memberi kekuatan pada tulang dan dalam.

Semen akan mengeras dalam waktu 15 menit setelah disuntikkan. Keesokan harinya pasien sudah mampu berjalan. Meskipun proses penyambungan tulang tetap berlangsung selama tiga bulan, namun setidaknya kualitas hidup pasien tidak menurun. Ia tetap dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari tanpa terganggu oleh rasa nyeri.

Menurut DR.Dr. Bambang Darwono SpO., SpBO., teknik vertebroplasty cocok diterapkan bagi penderita retak kompresi akibat osteoporosis, retak kompresi yang terkait dengan kanker, dan retak atau patah tulang karena trauma. Bagi yang belum kena osteoporosis, teknik ini dapat memperkuat tulang yang patah. Pasien dengan tindakan vertebroplasty tidak perlu rawat inap di rumah sakit.
Risiko prosedur ini antara lain kebocoran semen di sekitar saraf tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sementara dan membutuhkan koreksi dengan jalan operasi.

Leave a Reply