Bagaimana membedakan patah tulang karena kecelakaan biasa dengan patah tulang yang disebabkan osteoporosis?

by 0

Osteoporosis sering disebut Sebagai the silent thief karena tidak mempunyai ciri-ciri yang jelas dan tanpa gejala. Tetapi suatu saat membuat kejutan dengan peristiwa patah tulang yang terjadi tiba-tiba. kalau patah tulang normal terjadi karena benturan keras yang disebabkan kecelakaan atau trauma hebat, palnli tulang lantaran osteoporosis terjadi disebabkan trauma atau benturan ringan/minimum saja. Contohnya terjadi fraktur dari posisi duduk akan berdiri, batuk, bahkan pelukan yang keras bisa menyebabkan tulang patah (Peringatan: jangan keras-keras memeluk nenek atau ibu Anda yang sudah lansia!). Fraktur semacam itu disebut fragility fracture yang disebabkan tulang yang sudah keropos.

Meskipun begitu, jika Anda mengalami beberapa gejala berikut ini, kemungkinan Anda telah menderita osteoporosis:

  • Nyeri berkepanjangan dan tidak kunjung hilang pada salah satu atau beberapa tulang.
  • Berangsur-angsur tinggi tubuh berkurang, Anda menjadi lebih pendek.
  • Mudah menderita patah tulang terutama tulang panggul.
Makin tua usia seseorang makin mudah mengalami patah tulang karena kepadatan tulang menjadi makin berkurang. Namun banyak penelitian yang menyebutkan bahwa meskipun osteoporosis sudah dalam kondisi lanjut, tulang yang keropos masih bisa diperbaiki dan kepadatan tulang bisa ditingkatkan. Dengan demikian kemungkinan fraktur bisa dikurangi. Ada tiga bagian tubuh yang paling sering mengalami fraktur karena keropos tulang:
  • tulang panggul (hip fracture)
  • tulang belakang (spine fracture atau vertebral compression fracture)
  • tulang pergelangan tangan (wrist fracture).
Bila terjadi patah tulang pada salah satu bagian tubuh tersebut di usia lebih dari 50 tahun atau pada masa pasca menopause, maka patut dicurigai patah tulang tersebut disebabkan tulang keropos.

Leave a Reply