Kalau begitu, anak-anak pun bisa mengalami osteoporosis?

by 0

Ya. Telah diketahui ada beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab osteoporosis pada anak,  yaitu:

  • Penyakit turunan: Turner syndrome, Klinefelter syndrome, osteogenesis imperfecta, homosisteinuria, hipo- fosfatasia, dan hiperkalsiuria.
  • Penyakit menahun: penyakit jantung bawaan, arthritis juvenile, penyakit hati menahun, dan cystic fibrosa.
  • Imobilisasi (kondisi berbaring terlalu lama): penyakit neuromuscular (saraf dan otot), distrofi muskular, dan kelumpuhan.
  • Penyakit endokrin: Cushing syndrome, hipertiroid.
  • Gangguan nutrisi: penyakit celiac, anoreksia.
  • Efek obat-obatan: steroid, obat antikejang, obat sitotolsik.
  • Lain-lain: idiophatic juvenile osteoporosis, localized oateo- porosis, transient osteoporosis of the hip, algodistrofi.
Jadi, sebaiknya sejak kecil kita sudah membiasakan anak-anak kita menjalani pola hidup sehat. Dan itu harus dicontohkan dari orang tuanya. Pola hidup sehat membuat daya tahan tubuh tinggi sehingga tidak mu¬dah sakit. Dan yang penting tercapainya puncak massa tulang pada usia 25—30 tahun. Semakin dini langkah pencegahan dilakukan, semakin besar dan baik dampak- nya pada pengurangan risiko di kemudian hari. Dan harap dicamkan, bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan perilaku yang mementingkan kesehatan tulang. Dasar tindakan pencegahan adalah mengurangi faktor risiko, mengoptimalkan nutrisi untuk kesehatan tulang, dan olahraga rutin yang menjaga kekuatan otot dan tulang.

Leave a Reply