Bagaimana olahraga untuk penderita osteoporosis?

by 0

Usia yang semakin tua akan membuat seseorang berubah pola hidupnya dengan berkurangnya  aktivitas fisik sehari-hari. Dengan berkurangnya aktivitas sehari-hari, maka olahraga menjadi kegiatan yang sangat penting untuk mempertahankan kesehatan secara umum, termasuk mencegah osteroporosis (kalau orang tersebut belum terkena) maupun mengobatinya (jika orang tersebut penderita osteoporosis, artinya pernah mengalami patah tulang). Program olahraga seharusnya memperhatikan kemungkinan terjadi cedera, jadi gerakan- gerakannya haruslah tidak menimbulkan risiko patah tulang. Contohnya jogging atau bersepeda di jalan yang tidak rata tentunya sangat berbahaya. Lebih baik pilih sepeda statis atau berlari di jogging track. Peningkatan latihan juga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. 

Jangan lupa melakukan gerakan pemanasan pada awal latihan dan pendinginan pada akhir latihan, berupa peregangan.
Olahraga tidak mungkin dilakukan hanya untuk sehari atau dua hari, sebulan atau dua bulan bagi penderita osteoporosis maupun bagi orang sehat. Olahraga harus dilakukan secara rutin, teratur, dan terukur. Bagi pemula, olahraga dimulai dengan gerakan ringan dan waktu yang tidak terlalu lama. Kemudian semakin ditingkatkan menjadi 20—30 menit setiap kali latihan, dengan frekuensi 3—5 kali dalam seminggu.

Leave a Reply