Zaitun juga mengandung vitamin E & K

by 0

Diet Mediterania memang telah membuktikan khasiat zaitun Sebagai bah an pangan kunci dalam menjaga kesebatan jantung. Kolesterol LDL berkemampuan menembus dinding arteri dan mulai menyumbatpembuluh darah bila telah mengalami oksidasi. Bila oksidasi tidak terjadi maka LDL tidak mampu membentuk plak dan sumbatan arteri. Vitamin E adalah antioksidan yang berperan mencegah terjadinya proses oksidasi dalam tubuh. Dengan demikian vitamin E dapat menghambat risiko munculnya penyakit jantung koroner. 

Tampaknya, keyakinan bangsa Romawi terhadap khasiat zaitun kini telah terungkap. Buktinya, para ahli pun berpendapat bahwa nutrisi yang terkandung dalam buah zaitun berguna secara fisiologis dan klinis. Secara fisiologis, zaitun bermanfaat untuk mempercepat proses pencernaan. Sedangkan secara klinis, ia memiliki fungsi Sebagai pencegah kanker usus, penyakit kandung kemih, penyakit jantung, dan mampu menurunkan kadar kolesterol.

Suatu penelitian menganjurkan bahwa konsumsi vitamin E yang cukup akan dapat menurunkan risiko terserang penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, katarak, sakit otot, demam, dan penyakit infeksi lainnya. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Batas konsumsi vitamin E yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 IU (International Units)—suatu batas di mana sepertiga orang Amerika menggunakannya. Untuk keuntungan maksimal vitamin E, Anda perlu 100 sampai 400 IU setiap hari. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi risiko penyakit kronis menurut Jeff Blumberg, Ph.D., profesor nutrisi dari Tufts University, Boston.

Minyak zaitun mengandung sedikit vitamin E. Vitamin E berfungsi untuk penyembuhan penyakit kulit, mencegah terjadinya degenerasi otot dan berfungsi Sebagai antioksidan. Vitamin E Sebagai antioksidan menurut RDA dikonsumsi sebanyak 10 mg/hari untuk pria dan 8 mg/hari bagi wanita. Sebagai antioksidan, vitamin E dapat membantu menstabilkan membran sel, mengatur reaksi oksidasi, melindungi vitamin A,
pengaruh besar terhadap sel, seperti sel darah merah dan sel darah putih yang melewati paru-paru.

Kekurangan vitamin E akan mengakibatkan kelemahan otot, kreatinuria, hemolisis eritrosit, serta berperan dalam reproduksi. Bila kekurangan vitamin E, sel darah merah dapat terbelah dan terjadi hemolisis eritrosit. Selain itu juga berakibat pada sistem saraf dan otot yang menyebabkan kelemahan, kesulitan berjalan, dan nyeri pada otot betis.

Keracunan vitamin E dapat terjadi jika konsumsi berlebih, tetapi hal ini tidak mudah terjadi seperti pada vitamin A dan D. Gejalanya adalah sakit kepala, lemah, lelah, pusing, dan penglihatan tidak normal.
Untuk meyakinkan Anda apakah Anda telah mengonsumsi viitamin E dengan cukup, ingatlah beberapa rekomendasi di bawah ini:

  • Makanlah makanan yang banyak mengandung vitamin E seperti, kacang-kacangan, semua gandum merupakan sumber utama dari vitamin E. Sumber lain vitamin E adalah minyak tumbuh-tumbuhan (kecambah, gandum, biji-bijian), minyak kelapa, daging, unggas, ikan, sayur-sayuran yang berdaun dan berwarna hijau tua, serta buah-buahan.
  • Vitamin E dari suplemen. Tidak mungkin untuk mem- peroleh 100 sampai 400 IU dari makanan saja. Bahkan minyak zaitun sekalipun, Sebagai salah satu sumber vitamin E terbaik, hanya mengandung 1,74 IU per satu sendok makan. Untuk mendapatkan 100 IU, Anda perlu meminum 3 1/2 cangkir minyak zaitun per hari. Alih-alih menambah suplemen untuk memenuhi jumlah yang direkomendasikan, saran Dr. Blumberg.
  • Disebabkan vitamin E dapat memperlambat pembekuan darah, maka bicarakan pada dokter Anda sebelum mengonsumsi suplemen vitamin E, terutama jika Anda telah meminum obat penipisan darah atau mempunyai masalah pendarahan.

Leave a Reply