Diet jantung sehat
by pakar emas 0
Makan (diet) sehat sangat erat kaitannya dengan diet jamiing sehat. Hal itu barangkali disebabkan asalah jantung dan isu penyakit CVD (Cardio Vascular Disease), merupakan penyebab kematian nomor 2 di Indonesia, dan mungkin juga hal ini berlaku di berbagai negara berkembang lainnya dan di negara maju.
Penyakit jantung banyak kaitannya dengan pangan yang kita konsumsi. Faktor-faktor yang memengaruhinya adalah, tingginya kadar kolesterol dalam darah, khususnya LDL (low density lipoprotein) jenis kolesterol jahat karena menjadi penyebab lerjadinya penyempitan pembuluh darah, dan HDL (high density lipoprotein) yang disebut kolesterol yang baik karena besarnya pencernan dalam meningkatkan daya kekebalan (imunitas) tubuh.
Idealnya bila manusia memiliki kadar LDL rendah, tinggi kandungan HDL-nya. Dari komponen-komponen HDL, yang terbanyak dan yang paling penting adalah apo-lipoprotein A-l, suatu faktor pelindung tubuh yang sangat penting peranannya.
Di samping itu juga disarankan untuk mengurangi kadar lemak lain seperti trigliserida dan Ip (a) lipoprotein, serta dianjurkan mengonsumsi jenis pangan yang mampu mengendalikan tekanan darah tinggi, seperti misalnya garam natrium.
Kolesterol yang terdapat dalam tubuh ternyata sebanyak tiga perempatnya bukan berasal dari makanan, tetapi berasal dan diproduksi oleh organ tubuh hati. Produksi kolesterol dalam hati tersebut distimulir oleh konsumsi lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh dianggap lemak jahat, yang sedapat mungkin dihindarii. Lemak jenuh banyak terkandung dalam gajih (lemak ternak/hewani) dan minyak kelapa.
Setiap minyak (cair) dan lemak (padat) selalu merupakan campuran dari tiga jenis asam lemak, yaitu; asam lemak tak jenuh yang terdiri atas asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated acid), asam lemak tak jenuh ganda (poy-unsaturated fatty acid) asam lemak jenuh (saturatedfatty acid). Hanya biasanya
dalam suatu produk pangan, salah satu jenis asam lemak saja yang menduduki tempat yang dominan.
Dari ketiga jenis asam lemak tersebut, ternyata asam lemak tak jenuh (mono-unsaturated dan poly-unsaturated) berperan positif dalam menjaga kesehatan jantung. Sedang asam lemak jenuh dan trans-fatty acid (hasil processing lemak, baking dan fast foods) sebaiknya dihindari.
Bila dibanding poly-unsaturated fat (PUFA), mono-unsaturated fat (MUFA) lebih baik perannya karena pada PUFA meskipun berguna untuk menurunkan kolesterol LDL, tetapi memiliki kelemahan menurunkan HDL. Sedangkan MUFA mampu menurunkan LDL tetapi juga mampu meningkatkan HDI . suatu yang justru kita kehendaki.