Mengapa Sebagian orang lebih berisiko kolesterol tinggi?
by pakar emas 0
Mungkin Anda belum familiar dengan penjelasan di atas. Namun intinya, masalah kolesterol akhir-akhir ini banyak dibicarakan karena ada hubungannya dengan penyakit arterosklerosis dan dan penyakit kardiovaskuler pada manusia. Banyak penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan diet rendah lemak risiko penyakit jantung koroner (PJK) lebih rendah dibanding- kan dengan diet lemak tinggi, khususnya lemak jenuh dan kolesterol.
Yang perlu diperhatikan adalah laki-laki mempunyai relatil lebih banyak LDL, sedangkan wanita pramenopause mempunyai relatif banyak HDL, sehingga laki-laki cenderung mempunyai kadar kolesterol plasma lebih tinggi dari pramenopause. Berikui, daftar faktor risiko memiliki kolesterol tinggi menurut National Heart, Lung, and Blood Institute-.
- Konsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak-lemak jenuh.
- Kelebihan berat badan. Menurunkan berat badan dapai membantu menurunkan kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung.
- Tidak cukup olahraga. Disarankan olahraga paling sedikit 30 menit pada hampir setiap hari dalam seminggu.
- Merokok atau punya tekanan darah tinggi.
- Perempuan pascamenopause. Sesudah menopause, kadai kolesterol jahat LDL secara alamiah naik.
- Usia menua, yang merupakan faktor risiko untuk pria clan wanita.
- Riwayat keluarga kolesterol tinggi.
Faktor utama risiko penyakit jantung koroner adalah umur, jenis kelamin, rokok, hipertensi, diabetes yang meningkatkan LDL kolesterol (≥ 4,1 mmol/L atau 160 mg/dL) dan menurunkan HDL kolesterol (<0,9 mmol/L atau 35 mg/dL).
Penyakit kardiovaskuler terkenal Sebagai penyebab kematian di Amerika Serikat, diperkirakan 5 juta orang menderita penyakit arteri koroner, 3 juta terkena serangan jantung dan 600.000 meninggal per tahun. Kematian karena penyakit arteri koroner turun 40% lebih sejak tahun 1964, ini menggambarkan
perbaikan perawatan kesehatan dan lebih efektif mencegah dengan mc nghindari faktor risiko yang banyak, khususnya menurunkan kolesterol plasma dan tekanan darah.
PJK sangat berhubungan dengan adanya arterosklerosis, yang menggambarkan kemunduran beberapa fenomena meliputi interaksi antar lipid plasma, lipoprotein, monosit, platelet dan endotelium dan otot polos pada dinding arteri yang berangsur-angsur menyempitkan arteri koroner setelah terjadinya trombosit dan koroner. Risiko PJK konstan pada kadar kolesterol 200 mg/ dL tapi di atas nilai tersebut akan meningkatkan risiko PJK konstan dengan naiknya kadar kolesterol plasma.
Selain PJK, arterosklerosis juga merupakan penyebab naiknya kadar kolesterol plasma dan merupakan faktor utama risiko penyakit jantung yang meliputi suatu kombinasi tapat dan intima (endotelium) dan media (otot polos) yang melapisi pembuluh darah yang menghasilkan dalam mempersempit artcn dan membatasi aliran darah.