Pengobatan tradisional
by pakar emas 0
Dr. Dirwan Suryo Soularto menyatakan, sebelum Islam hadir, manusia sudah mempunyai pengetahuan dan cara pengobatan yang mereka peroleh berdasarkan pengalaman. Hal ini dinamai pengobatan tradisional yang banyak berdasarkan pada kegelapan mistik. Mereka percaya bahwa dunia ini dikuasai oleh mahkluk gaib yang baik dan yang jahat terhadap manusia. Makhluk inilah yang menyebabkan datangnya bencana dan penyakit. Dukun-dukun atau orang-orang tua merekalah yang berhubungan dengan makhluk gaib tersebut. Dukun-dukun inilah yang nanti menjadi orang yang mengobati.
Setiap dukun mempunyai cara tersendiri dalam memperoleli ilmu pengobatan dan dalam membuat diagnosis penyakit seperti mengenai pengobatannya,yang kesemuanya dipengaruhi oleh kebudayaan suku-suku dan agama mereka. Dukun di Jawa berbeda dari dukun di Bali dan Sumatra. Dukun suku Batak akan berbeda dari dukun suku Minang dan sebagainya.
Pengobatan menggunakan bahan dari tanaman berkhasiat obat (pengobatan tradisional) sudah dikenal sejak ribuan tahiun lalu. Secara umum paham ini disebut herbalisme, yaitu suatu usaha memperbaiki fungsi tubuh menggunakan bahan tumbuh-tumbuhan, baik berasal dari satu tumbuhan ataupun dari ramuan beberapa tumbuhan. Dalam herbalisme ada prinsip dasar, yaitu menggunakan tumbuhan secara utuh. Jadi, bukan mengambil zat yang bermanfaat untuk penyakit tertentu saja atau bahkan menggunakan campuran-campuran bahan sintetik. Pembuatan obat tradisional ini cukup sederhana sehingga siapa saja yang mempelajarinya tentu dapat mengolahnya.
Sementara itu, dalam buku Pengobatan Cina Tradisional karya Shi Jizong dan Chu Feng Zhu (1997:4) disebutkan bahwa suku bangsa minoritas di Cina juga mengembangkan pengobatan tudisional mereka sendiri. Pada abad kedua dan ketiga Masehi, suku bangsa Uygur misalnya, menggunakan tumbuhan, bahan galian, daging, tulang binatang, serta keju untuk menyembuhkan penyakit. Sebelum Dinasti Han, kafilah mereka telah dilengkapi dengan dokter tradisional. Di antara karya medis yang masih selamat adalah dua buku mengenai pemeriksaan tubuh m.musia yang hidup dan mati, ditulis oleh Pasilaha pada abad kedelapan.
Selanjutnya, setelah dipraktikkan lebih dari 2000 tahun, pengobatan Uygur berkembang menjadi suatu unsur teoretis lengkap Dalam praktiknya, mereka menggunakan air, api, udara,da tanah Sebagai bahan. Di sana ada unsur keyakinan bahwa ada empat cairan berlainan (darah, unsur, empedu, dan cairan hitam) yang terdapat dalam tubuh manusia. Dengan demikian, dapat dimengerti bahwa pengobatan jalur tradisional menjadi semacam metode pengobatan yang menyandarkan mediasinya terhadap bahan-bahan alamiah. Artinya, pengobatan ini secara langusung menggunakan unsur atau zat yang telah disajikan alam,tanpa proses pengolahan yang cukup rumit.