Apa saja klasifikasi masalah kaki pada diabetes?

by 0

Cedera pada kaki yang disebabkan oleh diabetes biasanya diklasifikasikan ke dalam lima tingkatan. Klasifikasi ini digunakan terutama Sebagai panduan dalam penanganan cedera kaki.

Kotak 16 memuat lima tingkatan yang akan dijabarkan selanjutnya.
Kotak 16. Klasifikasi penyakit kaki pada diabetes

  • TingkatO- Risiko tinggi untuk mengalami penyakit kaki.Tidak ada borok.
  • Tingkat 1 - Borok ringan tanpa adanya infeksi.
  • Tingkat 2 - Borok yang lebih dalam, sering kali dikaitkan dengan peradangan jaringan di sekitarnya. Tidak ada infeksi pada tulang dan pembentukan abses.
  • Tingkat 3 - Borok yang dalam hingga ke tulang dan terbentuk abses.
  • Tingkat 4- Gangrene yang terlokalisasi, seperti pada jari kaki, bagian depan kaki, atau tumit.
  • Tingkat 5 - Gangrene pada seluruh kaki.
Tingkat 0
Pengidap diabetes mana pun yang memiliki karakteristik yang termuat dalam Kotak 17 dianggap berisiko dnggi terkena borok pada kaki. Perawatan kaki secara teratur dan pemeriksaan bersama dokter bisa mencegah masalah kaki pada tingkat ini.

Tingkat 1

Borok ringan yang hanya terjadi pada bagian atas kulit termasuk dalam kelompok ini. Pada tahap ini, tidak ada infeksi. Biasanya, borok- borok ini terjadi karena kerusakan saraf, yang pada gilirannya mengurangi sensasi pada bagian yang terimbas. Inilah sebabnya borok-borok ini lazim terjadi pada tempat di mana berat badan bertumpu. Contohnya, bagian bawah kaki atau jari-jari kaki yang bersentuhan dengan tanah. Kadang kala jaringan callus (kapalan) bisa timbul. Kapalan adalah penebalan area kulit tertentu. Kadang kala, kapalan mungkin menyembunyikan sebuah luka di bawah area yang menebal.

Tingkat 2
Tahap ini mencakup luka yang dalam dan yang menembus kulit serta jaringan di bawahnya. Mungkin terdapat infeksi pada kulit dan jaringan di bawahnya. Beberapa jenis bakteri, yang beberapa di antaranya sulit tumbuh pada me¬dium buatan di laboratorium, bisa menyebabkan infeksi kulit pada pengidap diabetes. Namun tidak ada infeksi pada tulang kaki atau terben- tuknya abses. Abses adalah kumpulan nanah yang terlokalisasi dan dikelilingi oleh jaringan yang meradang.

Tingkat 3
Ini adalah tahap luka yang dalam dan yang acap kali memengaruhi tulang. Juga, ada infeksi yang rerkaitan dengan jaringan yang lebih dalam pada kaki. Pembentukan abses lazim terjadi pada tahap ini.

Tingkat 4
Pada tahap ini terjadi terputusnya pasokan darah aan karenanya terjadi gangrene pada bagian- bagian tertentu pada kaki. Kerusakan saraf kerap kali timbul dan bisa memperparah kondisi. Jika ada kerusakan saraf, tidak akan ada rasa sakit. Infeksi lazim terjadi pada bagian yang rusak dan mati pada kaki.

Tingkat 5
Ini adalah tahap di mana terjadi gangrene pada seluruh kaki karena terjadinya penyumbatan pembuluh-pembuluh darah utama kaki. Keru-sakan saraf dan infeksi biasanya memperburuk kondisinya.

Kotak 17. Risiko tinggi terkena masalah kaki pada diabetes
Orang yang memiliki karakteristik berikut memiliki risiko tinggi terkena penyakit kaki akibat diabetes:
  • Kerusakan saraf kaki
  • Penyakit pembuluh darah pada tungkai
  • Sebelumnya pernah memiliki luka di kaki
  • Kerusakan bentuk kaki
  • Adanya kapalan
  • Buta atau penglihatan yang buruk, penyakit ginjal, terutama gagal ginjal kronis
  • Manula, terutama yang hidup sendirian
  • Orang yang tidak dapat menggapai kakinya sendiri untuk membersihkannya
  • Pengendalian kadar gula darah yang buruk
  • Berkurangnya sensasi atau rasa pada kaki

Leave a Reply