Keistimewaan Lebah
by pakar emas 0
Seperti yang kita tahu, lebah (dalam hal ini lebah madu) .idalah sejenis serangga yang hidup secara berkelompok atau berkoloni dalam habitatnya. Dalam bukunya, Madu Untuk Kesehatan, Kebugaran, dan Kecantikan, Suriawiria menyebutkan bahwa lebah madu merupakan contoh makhluk yang memiliki komitmen dan kedisiplinan tinggi. Selain itu, lebah madu juga memiliki modal kerja sama yang erat dan terpadu. Untuk itulah mengapa dalam menjalani kehidupannya lebah senantiasa membentuk koloni, semacam sebuah kehidupan bemegara.
Karena faktor kebermanfaatannya pula, mereka (kelompok lebah madu) dari periode ke periode tak lepas dari penelitian dan pembudidayaan. Dunia lebah madu seakan tak pernah habis dikaji sepanjang zaman, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun dari sisi religiusitas. Perlu ditekankan di sini adalah bahwa kehidupannya yang banyak menarik dan menyita perhatian para ilmuwan sebenarnya tak lepas dari kebenaran Qur'ani. Ya, dengan termaktubnya lebah dalam salah satu surah Al-Qur'an (Q.S. An-Nahl [16]), hal ini menunjukkan bahwa lebah mempunyai aspek penting bagi kehidupan manusia. Mereka (koloni lebah) bisa menjadi semacam pelajaran bagi insan yang beriman. Sebab, dari binatang itulah kita dapat melihat berbagai filosofi, manfaat, juga cara mereka berkehidupan.
Dalam sebuah catatan ilmiahnya, Abd Al-Mun'im Al-Hefru (guru besar masalah lebah dan serangga di Fakultas Pertanian, Universitas Al-Azhar, Mesir) menyatakan bahwa lebah dengan komposisi, tabiat, tingkah laku, dan proses kelahiranny.i merupakan salah satu bukti kebesaran Allah Swt. dalam lembaran alam yang bisa diselidiki dengan pengamatan teliti melalui mata telanjang dan penemuan-penemuan ilmiah sepanjang sejarah Namun, segi keajaiban ilmiah Al-Qur'an dalam bidang ilmu tentang lebah dan tempat tinggalnya adalah bahwa nuansi ayat Al-Qur'an yang dibaca dan didengarkan telah membawa isyarat-isyarat dan petunjuk-petunjuk yang dibuktikan secara ilmiah di masa kini melalui pengamatan-pengamatan teliti dan penyingkapan-penyingkapan teoretis empiris yang masih saja menjadi tanda tanya di kalangan ilmuwan tentang serangga Itau lebah dari hari ke hari.
Terkait sisi historisnya, Al-Hefni kembali mengungkapkan kihwa sebelum manusia memanfaatkan lebah, lebah madu membuat sarangnya di celah-celah antara batu-batuan dan pohon-pohon yang berlubang. Ini diterangkan dengan gambar yang menceritakan tentang batu-batuan yang mempunyai celah sebagai tempat tinggal lebah di salah satu dataran tinggi disebelah timur Spanyol pada masa batu pertengahan.
Menurutnya, hal itu terjadi kurang lebih 700 tahun Sebelum Masehi.. Lebah sering sekali membuat sarang-sarang lilinnya di tempat terbuka dengan mengambil tempat-tempat yang mudah
untuk menjaganya dari faktor-faktor alam. Di sini ia beranak pinak ini mengumpulkan madu. Sel-selnya terbuat dari bahan-bahan sederhana yang dapat dijangkau dan sesuai dengan keahlian-keahlin lokal berbagai masyarakat lebah. Ini menunjukkan bahwa sel-sel lebah tidak mempunyai satu asal-usul.
Di hutan-hutan besar di Eropa pada masa lalu, sel kuno tu mpakan kayu-kayu berongga berjatuhan yang dihuni oleh lebah madu liar. Kebanyakan petunjuk yang dikenal tentang lebah madu pada zaman kuno adalah lebah mesir (lebih kurang 1400 sampai 600 tahun Sebelum Masehi). Hal-hal yang
ditemukan tentang lebah mesir kuno mempunyai urgensi penting karena kelangkaannya dan karena ia adalah peninggalan sejarah. Dengan demikian, sebenarnya bermacam hal yang telah difirmankan Allah Swt. dan termaktub dalam Al-Qur'an dapat ditinjau dari segi ilmu pengetahuan dan sisi historisnya.