Bagaimana diabetes memengaruhi fungsi seksual pada wanita?
by pakar emas 0
Menstruasi yang tidak teratur dan suatu kondisi yang disebut polycystic ovarian syndrome (POS) lebih lazim terjadi pada wanita pengidap diabetes dibandingkan yang tidak mengidapnya. POS adalah suatu kondisi yang tidak normal di mana (a) tidak terjadi ovulasi (proses keluarnya sel telur dari ovarium), (b) tidak terjadi menstruasi, (c) tumbuhnya rambut secara berlebihan pada tubuh, seperti pada pria, dan (d) ketidak- mampuan untuk mengandung. Ini semua dihubungkan dengan resistensi insulin, obesitas,dan intoleransi glukosa. Pada sekitar 40% wanita mg tergantung pada insulin untuk mengontrol diabetes, kebutuhan insulin berubah selama menstruasi. Perubahan ini diyakini disebabkan oleh hormon dalam tubuh dan asupan makanan.
Turunnya berat badan pada orang yang menderita POS bukan hanya memperbaiki resistensi insulin dan toleransi glukosa, tetapi uga mengurangi produksi hormon yang menyebabkan tumbuhnya rambut secara berlebihan, dan dapat mengembalikan ovulasi dan dengan demikian kesuburan.
Infeksi pada vagina sangat jamak terjadi di antara wanita pengidap diabetes, terutama infeksi jamur. Infeksi yang parah bisa mengganggu serta terasa sakit, dan karenanya mengganggu aktivitas seksual. Perawatan atas kondisi ini mencakup pengendalian yang baik atas kadar gula darah dan obat-obatan seperti krim lokal, pessaries (obat-obatan yang ditempatkan di dalam vagina), dan sebagainya guna mengontrol infeksi.