Deskripsi Bunga Matahari

by 0



Tidaklah sulit untuk menemukan tanaman ini. Sebab, di pekarangan-pekarangan rumah, banyak orang yang menanamnya Sebagai hiasan. Itu tentu saja dikarenakan mereka belum tahu sepenuhnya bahwa bunga ini tidak hanya sedap dipandang, namun mempunyai khasiat yang luar biasa bagi kesehatan.

Di Indonesia, bunga matahari, sejauh ini, memang dikenal Sebagai bunga hias. Cara merawatnya pun tidaklah susah. Sebab, tidak memerlukan perawatan khusus, dan hanya memerlukan pemupukan, pengairan, dan pembasmian gulma.

Musim tanam yang cocok adalah musim kemarau karena bunga matahari memerlukan banyak sinar matahari. Bunga tersebut diperkirakan berasal dari Meksiko dan telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Dahulu, bunga itu telah dibudidayakan oleh orang-orang Indian, Amerika Utara, bahkan sejak ribuan tahun lalu.
Selanjutnya, bunga matahari tersebar ke Amerika Selatan. Di Inka, bunga ini menjadi salah satu sumber pangan. Bahkan, setelah penaklukan oleh orang Eropa yang terjadi pada abad ke-16, bunga matahari diperkenalkan ke Eropa dan berbagai penjuru dunia lainnya.

Pada abad berikutnya (abad ke-17), biji bunga matahari digunakan dalam campuran roti atau diolah Sebagai pengganti kopi dan cokelat. Kemudian, pada abad ke-19, biji bunga matahari digunakan Sebagai sumber minyak.

Di Jawa, pada tahun 1919, bunga matahari mulai dikenal dan ditanam. Bunga ini tumbuh subur di daerah pegunungan; daerah yang memiliki kelembaban cukup dan banyak mendapatkan sinar matahari secara langsung. Itu tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut. Bersamaan dengan itu, bunga matahari kemudian dijadikan Sebagai simbol bunga nasional RRC dan bunga resmi negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Di Indonesia, bunga matahari
sejauh ini, memang dikenal Sebagai bunga bias. Cara merawatnya pun tidaklah susab. Sebab,
tidak memerlukan perawatan khusus, dan hanya memerlukan pemupukan, pengairan, dan pembasmian gulma.

Deskripsi bunga matahari ini, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah sumber, merupakan tanaman semusim. Bunga matahari sangat khas. Bentuknya besar dan biasanya berwarna kuning terang dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30 cm). Bentuk bunga matahari itu tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol.

Tinggi bunga matahari sekitar 3-5 m, yang tergantung pada varietasnya. Daun tunggal lebar dan batangnya biasanya ditumbuhi rambut kasar, tegak, dan jarang bercabang.
Pada bunga ini, terdapat dua tipe bunga. Ada yang disebut Sebagai bunga tepi atau “bunga lidah” yang membawa satu kelopak besar berwarna kuning cerah dan steril. Ada pula yang dinamakan “bunga tabung” yang fertil dan menghasilkan biji.

Jumlah bunga tabung bisa mencapai 2.000 kuntum dalam satu tandan bunga. Penyerbukan terbuka (silang) dan dibantu oleh serangga. Pada hari yang cerah, tandan bunga majemuk mengikuti pergerakan harian matahari (asal nama tumbuhan ini), yang gejalanya disebut heliotropisme.
Sumber lain juga mendeskripsikan bahwa tanamim berbatang basah (herbaceous) ini tumbuh tegal.

Bunga-Bunga Sekitar Kaya obat untuk Kesehatan setinggi 1-3 m. Seluruh permukaan tanaman berkulit batang kasar dan memiliki bulu. Daunnya berwarna hijau dan ber- bentuk jantung. Pada
bunganya, ukurannya besar berbentuk cawan dengan mahkota seperti pita kuning di sepanjang tepi cawan. Di tengah cawan itu terdapat bunga-bunga kecil berbentuk tabung dengan warna
cokelat.
Bila dibuahi, bunga-bunga kecil tersebut menjadi biji-bijinya yang berwarna hitam bergaris-garis putih, yang berkumpul di dalam cawan. Jika sudah matang, biji-biji ini mudah dilepaskan dari cawannya.
Bunga matahari (Helianthus annus L.) termasuk bunga yang mempunyai perilaku heliotropisme karena bunga ini menghadap ke arah matahari. Orang Prancis menyebutnya toumesol atau “pengelana matahari”.

Leave a Reply