Uji toleransi glukosa
by pakar emas 0
Kadang kala, suatu uji toleransi glukosa secara oral (melalui mulut) diperlukan untuk memas- tikan diagnosis. Uji ini, yang mengindikasikan kapasitas tubuh Anda dalam menggunakan glukosa, dilakukan pada pagi hari setelah berpuasa semalaman. Anda seharusnya makan secara normal selama tiga hari sebelum menja- lankan tes ini. Dalam uji ini, darah untuk mengu- kur kadar gula darah puasa diambil terlebih dahulu. Kemudian, Anda akan diberi 75 gram glukosa. Sampel darah diambil setelah setengah jam, satu jam, dan dua jam setelah menerima glukosa. Hasil tes toleransi glukosa ditafsirkan Sebagai normal, toleransi glukosa yang tidak sempurna, dan diabetes. Tes toleransi glukosa yang tidak sempurna dipandang Sebagai faktor risiko bagi terjadinya diabetes di masa menda- tang. Akan tetapi, hasil ini tidak dimasukkan ke dalam diagnosis diabetes. Kadar gula darah bagi setiap kondisi ini dimuat pada Kotak 5.
Uji toleransi glukosa tidak dianjurkan bagi orang yang sedang menjalani istirahat total atau sedang menderita beberapa penyakit, terutama infeksi.