Apa saja komplikasi diabetes?
by pakar emas 0
Komplikasi diabetes bisa bersifat: (1) akut karena kekurangan insulin menyebabkan naiknya kadar gula darah ke tingkat yang sangat tinggi, dan (2) kronis akibat adanya perubahan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh.
Komplikasi akut mencakup ketoasidosis "abetik dan infeksi berulang.
Ketoasidosis diabetik atau koma
Ketika kadar insulin rendah, tubuh tidak mampu mengubah glukosa menjadi energi dan karenanya mengambil lemak dari tempat penyimpan- annya. Pemecahan lemak untuk menghasilkan
energi menyebabkan terbentuknya fatty acids atau asam lemak. Asam lemak ini melewati hati dan membentuk kelompok bahan kimia yang disebut keton. Keton dikeluarkan melalui urine. Adanya keton di dalam urine disebut ketonuria.
Meningkatnya kadar keton di dalam jaringan tubuh disebut ketosis. Ketosis bisa meningkatkan keasaman cairan dan jaringan tubuh sampai ke tingkat yang abnormal dan menyebabkan suatu kondisi yang disebut asidosis. Asidosis Sebagai ikibat dari meningkatnya keton disebut ketoasi- osis. Kotak 6 memuat gejala-gejala ketoasidosis. Ketoasidosis diabetik adalah suatu kondisi iarurat, dan jika tidak ditangani tepat waktu, lapat mengakibatkan kematian. Dosis insulin ;mg tepat dan cairan infus dapat memulihkan ketoasidosis diabetik. Jika Anda memiliki gejala- geiala yang menunjukkan ketoasidosis, Anda zxpat mengikuti cara-cara berikut sampai Anda rr.encapai rumah sakit:
- Tingkatkan dosis insulin yang biasa, setidaknya sebanyak 25%.
- Minumlah sebanyak mungkin cairan.
- Dapatkan tes urine untuk keton dan tes darah untuk glukosa setidaknya setiap empat sampai enam jam.
Akut:
- Gejala:Dehidrasi yang diindikasikan oleh keringnya mulut dan berkurangnya elastisitas atau kekenyalan kulit
- Napas berbau seperti buah
- Mual, muntah, dan rasa sakit di bagian perut
- Napas dalam
- Napas semakin cepat
- Keadaan yang sangat lemah, rasa mengantuk yang dapat menyebabkan tidak sadar atau koma
- Penyakit arteri koroner pembuluh darah jantung terpengaruh. Penyakit jantung seperti serangan jantung dan angina mungkin terjadi.
- Nefropati—fungsi ginjal terpengaruh.
- Neuropati—saraf-saraf pada berbagai bagian tubuh terpengaruh.
- Retinopati—retina mata yang terutama terpengaruh. Kehilangan penglihatan Sebagian atau seluruhnya mungkin terjadi.
Infeksi
Orang yang mengidap diabetes lebih mungkin mengalami infeksi karena tiga alasan utama: (a) pertumbuhan bakteri sangat pesat jika kadar glukosa tinggi; (b) mekanisme pertahanan alami tubuh pada orang yang mengidap diabetes rendah, dan (c) komplikasi yang terkait dengan diabetes meningkatkan risiko infeksi.
Infeksi yang lazim di antara orang yang mengidap diabetes mencakup infeksi kulit, infeksi saluran kencing, penyakit pada gusi, tuberkulosis, dan beberapa infeksi jamur.
Komplikasi kronis lebih lazim terjadi jika kadar gula darah yang normal tidak dipertahankan secara teratur. Orang yang mengidap diabetes kemungkinan besar mengalami penyakit pada jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, dan saraf.
Penyakit pada jantung dan pembiduh darah
Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri) adalah suatu kondisi di mana ada (a) pengerasan arteri dan (b) penyempitan arteri karena timbunan lemak pada dinding bagian dalam pembuluh. Ini adalah penyakit yang ber- kembang lama. Namun penyakit ini berkembang lebih cepat pada orang yang mengidap diabetes. Inilah sebabnya pengidap diabetes dua kali lebih mungkin terkena serangan jantung mu angina dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap diabetes.
Pengerasan pembuluh arteri pada kaki dapat mempengaruhi otot kaki akibat berkurangnya pasokan darah. Ini bisa: menyebabkan kram, rasa kurang nyaman, atau rasa lemah ketika berjalan. jika pasokan darah ke kaki berkurang banyak atau terputus untuk waktu yang lama, mungkin akan terjadi kematian jaringan. Jika ini terjadi, yang terkena mungkin harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawa si pasien.
Kerusakan pada ginjal
Diabetes dapat memengaruhi beberapa pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Sebagai akibatnya, efisiensi ginjal dalam menyaring produk sisa pun berkurang. Fungsi ginjal yang menurun menyebabkan dikeluarkannya suatu protein yang disebut “albumin” dalam urine. Kerusakan ginjal mungkin berlanjut, terutama jika kadar gula darah tidak dijaga agar terkendali. Kerusakan ginjal karena diabetes lebih lazim terjadi pada diabetes Tipe I, ketimbang diabetes Tipe II.
Kerusakan pada mata
Orang yang mengidap diabetes lebih mungkin mengalami kehilangan penglihatan Sebagian atau seluruhnya ketimbang mereka yang tidak mengidapnya.
Kerusakan saraf
Hampir 70% orang yang mengidap diabetes mengalami beragam tingkat kerusakan saraf.
Kerusakan saraf ini disebut neuropati. Neuropati Sebagai akibat diabetes disebut diabetic neuropathy.
Gula darah yang tinggi merusak serat saraf dan lapisan lemak di sekitar saraf. Saraf yang rusak tidak dapat menyampaikan sinyal ke dan dari otak dengan baik. Akibatnya, Anda mungkin akan kehilangan sensasi atau meninkatnya sensasi atau rasa sakit pada bagian yang Terkena. Kerusakan saraf tepi pada tubuh lebih lazim terjadi ketimbang pada bagian tubuh yang lain. Kerusakan ini biasanya dimulai dari jemari kaki dan berlanjut ke betis serta paha. Hal ini bisa menyebabkan rasa kebal, rasa kesemutan, terbakar, rasa nyeri yang tumpul, rasa nyeri yang tajam, atau kram. Kulit mungkin menjadi begitu peka sehingga bahkan tekanan dari seruru dan pakaian menjadi tidak tertahankan.