Stres
by pakar emas 0
Stres telah menjadi suatu istilah populer yan; digunakan untuk menjelaskan segala sesuatu mulai dari sakit kepala ringan sampai gangguan serius. Kita membaca dan mendengar tentang hal itu di meja makan dan di acara bincang- bincang di televisi, koran, dan majalah. Tetapi apa artinya? Profesor H. Selye, pencipta konsep stres, menerapkannya pada “mekanisme alarm” perlindung tubuh melawan pembebanan yang terlalu berat. Di bawah stres, sistem saraf masuk ke persneling tinggi” dan memicu produksi sejumlah besar hormon untuk meningkatkan pertahanan dan resistensi tubuh. Reaksi stres dapat dipicu oleh berbagai kondisi yang berbeda oleh suhu dingin dan panas, infeksi dan cedera, ketegangan psikologis dan emosional.
Apakah stres yang biasa ini akan berubah 5 suatu kondisi yang permanen, yaitu stimulan konstan dari mekanisme dan apakah tekanan yang terus-menerus untuk beroperasi pada “persneling ini ikhirnya akan memberikan beban seharusnya pada sistem kardiovaskular, keduanya akan tergantung pada berbagai faktor, terutama pada sifat stresnya dan pada dampak serta durasinya. Profesor L. Levy dari Swedia telah mengumpulkan daftar stres dalam kehidupan sehari-hari seperti yang didefinisikan oleh psikologi medis. Di antaranya:
- Tuntutan menekan yang tercipta karena konflik tentang “peran” kita dalam berbagai situasi hidup yaitu pekerjaan, pernikahan, hubungan dengan orangtua, dan lain-lain.
- Tuntutan menekan yang tercipta karena perubahan yang tidak diantisipasi dan tiba-tiba dalam kehidupan kita, seperti perubahan dan transfer pekerjaan, ketidakpastian kerja, dan perubahan radikal serupa yang menuntut penyesuaian besar.
- Ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi hidup yang baru karena perbedaan antara harapan dan realitas dalam kehidupan bisnis serta pribadi.
Apakah jenis stres ini berubah menjadi faktor risiko, kelihatannya tergantung pada individunya, pada “stresstability'’-nya. Dr. M. Friedman dan Dr. R. H. Rosenman telah menulis buku di mana mereka mencirikan individu yang mudah terkena stres Sebagai orang yang hidup sesuai jadwal, yang berbicara dengan cepat dan dengan cara yang tegang, orang yang tidak mau mendengarkan, yang mencoba lebih dari satu hal pada satu waktu, yang selalu ingin mengalahkan orang lain, yang tidak bisa menikmati dirinya sendiri, yang sering mengertakkan gigi. Orang jenis ini hidup agak berbahaya; bukan hanya karena stresnya, tetapi kepribadiannya sendiri bisa menjadi suatu faktor risiko.
Banyak pembaca akan mengenali dirinya atau orang lain dalam penjelasan ini. Namun sebagian besar masih merupakan teori, suatu berjalan. Penelitian terhadap stres ibaratnya masih bayi, dan kurangnya metode yang objektif memperumit masalah- karena stres, tidak seperti faktor risiko lain atau tekanan darah, tidak bisa diukur menggunakan angka, juga, tidak seperti merokok yang bisa dijadikan studi perbandingan. Seperti halnya beberapa orang lebih tipis kulitnya dibandingkan orang lain, beberapa orang lebih mudah stres dibandingkan orang lain. Dengan kata lain, jenis-jenis stres yang berbeda memengaruhi berbagai jenis orang dengan cara yang berbeda dan menimbulkan reaksi fisik yang berlainan.
Itulah sebabnya ilmu pengetahuan medis, walaupun mengakui bahwa stres mungkin berbahaya, dengan tiadanya bukti-bukti yang menyimpulkan, tidak menerimanya Sebagai faktor penyebab utama dari penyakit-penyakit kardiovaskular. Bertentangan dengan keyakinan populer, stres memainkan peran yang jauh lebih kecil Sebagai faktor risiko dibandingkan dengan kebiasaan makan yang buruk.
Profesor Selye, dalam bukunya tentang stres, berpendapat bahwa stres bukan sekadar ketegangan saraf. “Tidak adanya stres berarti mati,” tulisnya, dan ia melanjutkan bahwa tidak terlalu penting apakah suatu situasi tertentu dipicu oleh kejadian yang menyenangkan atau tidak menyenangkan; yang penting adalah penyesuaian yang dibutuhkan. Sebagai seorang dokter yang sehari-hari menjalin kontak dengan orang-orang yang harus beradaptasi dengan situasiyang sangat membuat stres, ia berada dalam posisi yang tepat untuk mengamati efeknya terhadap kesehatan.
Menyebarnya pemusatan perhatian dan anggapan yang salah tentang stres Sebagai suatu faktor risiko dilanjutkan oleh pembahasan palsu berbagai media. Untuk alasan tersebut saya membahsas masalah ini dengan terperinci. Saya akan kembali pada pembahasan tentang stres dalam diskusi tentang penyebab tekanan darah.