Bagaimana Mengatur Tekanan Darah?

by 0

Bagaimana organisme memecahkan masalah penyesuaian tekanan dan distribusi darah dalam arteri terhadap kebutuhan yang terus berubah dari organ-organnya? Dalam mengatur tekanan darah, alam mengikuti suatu prinsip teknologi modern dan kemungkinan besar telah terjadi selama jutaan tahun yang dikenal Sebagai “pengatur dengan umpan balik”.

Dinding arteri besar, terutama aorta dan arteri ginjal, dilapisi oleh sel-sel yang peka terhadap tekanan, sejenis alat pengukur keciL “Reseptor tekanan” ini, yaitu nama ilmiahnya, dihubungkan oleh saluran-saluran saraf dengan pusat sirkulasi di otak, yang padanya reseptor- reseptor tadi meneruskan informasi tentang hubungan tekanan dalam berbagai sektor sistem arteri. Sirkulasi menggabungkannya dengan data vtal laporan lain yang diterimanya, seperti metabolisme dari darah dan impuls-implus otak. Pusat sirkulasi diaktifkan oleh arter berotot dan jantung oleh saluran-saluran dari sistem saraf otonom.

Jika suatu kenaikan dalam tekanan darah dibutuhkan,pusat mengirimkan sinyal yang tepat ke terminal yang mirip bola lampu ke serat-serat saraf simpatis pada organ yang dituju.Serat-serat saraf bertindak agak mirip dengan laboraturium  yang khusus dengan kapasitas produksi dan  penyimpanan yang besar, dan segera melepaskan sejumlah noradrenalin. Ini adalah suatu  hormon yang menyempitkan arteri perifer dan merangsang aktivitas jantung. Maka, hormon ini meningkatkan ketahanan arteri terhadap darah dan volume jantung permenit. Hasilnya adalah kenaikan tekanan darah. jika puat analisis data otak mengindikasikan bahwa tekanan darah yang dilaporkan melebihi kebutuhan, sinyalnya menurun, yang berarti stimulasi saliiran simpatis menurun, demikian pula produksi noradrenalin. Singkatnya, mekanisme pengontrol tekanan darah bekerja Sebagai berikut.

Pusat sirkulasi dirangsang—aktivitas simpatis meningkat-—pembuluh darah menyempit-—tekanan darah naik—reseptor tekanan dirangsang—informasi sampai ke pusat sirkulasi—pembalikan—aktivitas simpatis menurun—pembuluh darah mengalami dilasi—tekanan darah turun.
Ini menutup siklusnya. Jika sistemnya diaktifkan oleh peningkatan tiba-tiba dalam tekanan darah, siklusnya pun dibalik.

Unit fungsional dari serat-serat saraf simpatik dan terminal-terminal penghasil noradrenalinnya dalam jantung dan dinding-dinding arteri disebut sistem simpatis- adrenergis. Ini akan disebut berulang-ulang dalam bab-bab selanjutnya karena memainkan peran penting dalam perkembangan tekanan darah tinggi dan pengobatannya.

Leave a Reply