Apa yang Dimaksud dengan “Faktor Risiko”?
by pakar emas 0
Ketika Anda menyetir di bawah pengaruh alkohol, risiko kecelakaan meningkat. Ini artinya peningkatan kadar alkohol dalam darah Anda telah menjadi faktor risiko. Contoh lain: tonsilitis kronis pada masa kanak-kanak bisa menyebabkan penyakit rematik jantung, peradangan sendi, atau penyakit ginjal. Ini membuat tonsil yang terinfeksi menjadi sebuah faktor risiko.
Maka, sebuah faktor risiko adalah suatu kondisi yang secara potensial berbahaya dan dapat memicu suatu penyakit spesifik atau cacat. Orang yang memiliki faktor risiko tinggi akan lebih sering mengalami penyakit ini, dan dalam bentuk yang lebih serius, dibandingkan mereka yang tidak memilikinya.
Tingginya tingkat terjadinya penyakit kardiovaskular telah memicu suatu pencarian habis-habisan tentang penyebab dan kondisi yang mendahuluinya. Kita tahu fakta bahwa lebih banyak faktor risiko yang ditemukan pada orang yang telah mengalami serangan jantung atau stroke daripada mereka yang tidak.
Pada tahun-tahun belakangan ini, kami telah lebih banyak belajar tentang sifat dari berbagai faktor. risiko dan efeknya terhadap sistem kardiovaskular. Di antaranya, kebiasaan nutrisi yang berbahaya, kelainan metabolisme spesifik, penyakit pada pembuluh darah, dan kemungkinan stres emosi.
Faktor-faktor risiko
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Metabolisme lemak yang abnormal:
- Kolestrol serum tinggi (hypercholestrolemia)
- Trigliserida serum tinggi (hypertriglyceridemia)
Merokok
Diabetes
Kadar asam urat serum tinggi (hiperurisemia)
Kelebihan berat badan
Stres (kemungkinan)