Terapi dengan Tanaman Obat
by pakar emas 0
Konsep pengobatan pada gangguan kesuburan dilakukan berdasar kasus per kasus. Artinya setiap pasangan suami istri selalu sama penyebabnya. Ada yang disebabkan oleh penyakit, ada yang disebabkan oleh stres, ada karena pengaruh hormonal. Masing-masing akan diberikan pengobatan sesuai hasil diagnosisnya ada 3 tahap pengobatan terhadap gangguan suburan baik yang disebabkan oleh wanita ataupun
Gangguan Kesuburan yang Disebabkan oleh Wanita
Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum jangka waktu antara 2-4 minggu, tujuannya mengantisipasi gangguan penyumbatan di saluran organ reproduksi wanita, mengantisipasi adanya gangguan infeksi, mengantisipasi gangguan hormonal seperti masalah menstruasi, serta mengantisipasi adanya kista, mioma, endometriosis, dan lainnya. Tujuan akhir pengobatan tahap pertama ini adalah membersihkan organ reproduksi, menormalkan fungsi menstruasi dan meng- atasi penyakit. Tanaman obat yang diberikan memiliki efek farmakologi: antivirus, antipiretik (antidemam), sitostatika (obat antikista/kanker), antiinflamasi (anti- radang) dan antiinfeksi.
Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selama 3-4 minggu, kelanjutan pengobatan tahap per tama. Tujuan pemberian ramuan pada tahap kedud ini adalah menyuburkan dan menguatkan sel telur, agar sel telur berfungsi dengan baik. Tanaman obat yang diberikan memiliki efek Sebagai penyegar tubuh (analeptik), meningkatkan daya tahan tubuh (immu nomodulator), serta pemicu pertumbuhan sel telur.
Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selama 3-4 minggu, kelanjutan pengobatan tahap
Ramuan tanaman obat diberikan untuk diminum selama 3-4 minggu, merupakan kelanjutan tahap pengobatan kedua. Tujuan pemberian ramuan pada tahap ini adalah meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Tanaman obat yang diberikan dipilih yang memiliki efek: meningkatkan daya gerak (mortilitas) sperma, serta memicu pertumbuhan sperma.
Catatan:
Cara Minum Ramuan
Baik untuk pria maupun wanita, setiap selesai minum ramuan pada tahap pertama, lakukan jeda selama 31 hari (istirahat tidak minum ramuan selama 3 hari), kemudian baru dilanjutkan minum ramuan tahap kedua, lakukan jeda lagi selama 3 hari, demikian seterusnya. Tujuannya memberikan istirahat tubuh |khususnya pada lambung.