Penyebab Infertilitas (ketidaksuburan) pada pria

by 0

Infertilitas (ketidaksuburan) pada pria bisa disebabkan
oleh hal-hal Sebagai berikut:

Produksi sprema, baik menyangkut kualitas mau- pun kuantitas dipengaruhi oleh kerja hormon. Apa bila ada gangguan pada kelenjar pituitaria, maka produksi sperma di testis juga akan mengalami gangguan. Agar bisa terjadi pembuahan (pertemu- an antara sel telur wanita dengan sel sperma pria) dibutuhkan jumlah sperma yang cukup dan sel sperma yang berkualitas. Bila salah satu atau keduanya tak terpenuhi, maka pembuahan tak akan berhasil. Untuk dapat membuahi sel telur wanita, dibutuhkan sedikitnya 20 juta sel sperma laki-laki,
namun apabila jumlahnya kurang dari 20 juta ketika
melakukan hubungan badan, maka kemungkinan sperma gagal untuk membuahi.

Gangguan pada sperma yang menyangkut jumlah serta kualitas, tidak saja dipengaruhi oleh fungsi hormonal saja, tetapi ada pengaruh lainnya seperti karena prnyakit kencing manis, depresi atau stres, gangguan di testis (tidak turun/menggantung di tubuh) dan sebagainya. Dari salah satu penyebab tersebut mengakibatkan ketidaknormalan sperma.
Misalnya bentuk sperma dan gerakan (motilitas) yang lambat saat mencapai tempat pembuahan, jumlahnya yang tidak mencukupi atau kualitas kurang baik. Jadi gangguan pada sperma dapat mengakibatkan pria infertil (kurang subur).


 Infeksi dapat menyerang di bagian testis maupun pada salurannya, bila ini terjadi maka akan mengganggu produksi sel sperma (karena sperma di- hasilkan dari testis). Infeksi dapat bersumber dari luar, misalnya penyakit sifilis, kencing nanah karena sering berganti pasangan, kurang menjaga keber- sihan alat vital, dan pada akhirnya akan meng- ganggu kesuburan.


Penyumbatan di bagian saluran dari testis menuju ke penis sebelum sperma dikeluarkan melalui eja kulasi, dapat mengakibatkan terjadinya peradang- an maupun infeksi, yang akhirnya memengaruhi kualitas sperma, seperti ketidaknormalan bentuk sperma, kesehatan sel sperma, mutu dan jumlah sel sperma.


Gangguan ereksi lebih dikenal dengan istilah ini potensi, yaitu ketidakmampuan penis untuk mere- gang/membesar. Meskipun gangguan ereksi ini tidak secara langsung berhubungan dengan gang- guan kesuburan pada pria, tetapi dengan sulitnya penis untuk bisa meregang dan berejakulasi dapat dipastikan  terjadi kegagalan sperma untuk bertemu sel telur. Padahal supaya terjadi pembuahan harus ada konsepsi (bertemunya sel sperma dengan sel telur).


Penyakit-penyakit tertentu yang dialami pria memengaruhi organ reproduksi pria, misalnya penyakit kencing manis, jantung, dan darahtinggi. Kencing manis pada tingkatan tertentu akan berpengaruh pada gangguan seksual, yaitu impotensi. Demikian penyakit jantung, karena gangguan arteri, maka suplai darah ke bagian penis menjadi terganggu sehingga dapat mengalami impotensi.

Stres, kelelahan fisik dan mental, depresi, dapat memengaruhi organ reproduksi pria, misalnya ejakulsi dini maupun impotensi. Meskipun stres tidak secara langsung berakibat pada gangguan kesuburan, tetapi dengan munculnya keluhan seksual ujung-ujungnya adalah mengganggu fertilitas si penderita. Selain itu stres akan memengaruhi kuan titas serta  kualitas sperma

Leave a Reply