Penyebab faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan pada wanita

by 0

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan  kesuburan pada wanita, misalnya faktor-faktor berikut ini: 


1. Hormonal
Zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang tugasnya mengatur homeostatis, reproduk­si, metabolisme dan perilaku disebut hormon. Gangguan yang bersifat hormonal adalah ketidak- seimbangan hormon wanita yang memengaruhi ke­suburan. Untuk menghasilkan sel telur dan ovulasi dipengaruhi oleh kerja hormon (Dini Kasdu, 2003, dalam bukunya Kiat Sukses Pasangan Memperoleh Keturunan). Adanya gangguan fungsi kelenjar hipotalamus
dan hipofisdi di otak, maka mengakibatkan ketidak-
seimbangan hormon estrogen, maupun hormon progesteron, bisa terjadi karena kelebihan atau kekurangan  pada masing-masing hormon terse- but sehingga berpengaruh pada gangguan siklus haid misalnya tidak mendapat menstruasi, tidak teratur akibat lain gangguan pada pematangan
sel telur. Gangguan hormonal juga terkait dengan masalah psikologis. Jika seorang istri mengalami depresi, mengalami tekanan-tekanan akan mempengaruhi  kerja hormon.
Gangguan kesuburan yang disebabkan karena ada- nya penyakit di antara salah satu organ reproduksi, adalah sebagai berikuut :
        a. Gangguan Saluran Telur

Saluran telur adalah tempat bertemunya antara sel sperma dan sel telur. Apabila saluran tersebut mengalami gangguan, akibatnya pertemuan sel telur dan sel sperma tidak dapat terjadi. Penyebab gangguan sel telur di antaranya adalah adanyna penyumbatan karena terjadi peradangan, infeksi sehingga dapat merusak dinding pada saluran tersebut. Supaya sel telur yang dibuahi sehat dan berhasil baik menuju rahim, maka saluran itu harus dalam keadaan baik, bebas hambatan sehingga kehamilan dapat diwujudkan.
b. Gangguan Indung Telur
 Indung telur atau ovarium tugasnya mempro- duksi sel telur, hormon estrogen dan progesteron. sel telur matang akan dikeluarkan dari indung telur setiap bulan sekali menuju ke saluran telyr. Selepasnya sel telur disebut ovulasi. Apabila indung telur mengalami gangguan, ovulasi bisa saja tidak terjadi (an ovulasi). Bila seorang wanita tidak mengalami ovulasi bisa dipastikan tidak akan  terjadi kehamilan. Terhentinya ovulasi bisa disebabkan tidak mengalami menstruasi, dan ujung-ujungnya adalah adanya gangguan fungsi kelenjar hipotalamus tersebut. Ganggua lain pada organ indung telur karena adanya kista di bagian tersebut, yaitu sebuah benjolan yang berisi cairan, bisa berupa nanah atau darah Kista di indung telur umumnya digolongkan Sebagai tumor jinak. Apabila kista indung telur ini tidak segera diatasi maka akan berdampak pada masalah kesuburan.
       c. Gangguan Rahim

Ketidaksuburan (infertilitas) bisa disebabkan oleh gangguan rahim. Misalnya adanya infeksi atau adanya tumor rahim. Infeksi bisa berawal dari vagina kemudian menjalar ke indung te­lur sampai pada rahim. Demikian tumor yang menempel dinding rahim akan berpengaruh pada sel telur yang telah dibuahi. Supaya hasil pembuahan dapat berlangsung aman sampaikehamilan dan bahkan sampai sang janin dibesarkan di tempat tersebut maka keadaan rahimharus benar-benar dalam keadaan normal.

d.Infeksi

Infertilitas biisa disebabkan oleh infeksi. Penyakit peradangan yang disebabkan infeksi berasal dari vagina. Organ reproduksi wanita yang letaknya paling luar rentan terhadap kuman-kuman dari luar, misalnya, pada saat membersihkan vagina menggunakan air tercemar maka kuman itu masuk kedalam rahim, saluran telur atau bahkan sampai pada indung telur. Hal ini jelas akan menggangu organ reproduksi lainnya dan berakibat gangguan kesuburan. Bagian-bagian vital wanita bila terkena infeksi akan berakibat terjadi penyumbatan dibebrbagai tempat misalmnya, disaluran indung telur, indung telur sehingga proses pematangan sel telur bertemunya sel telur dengan sel sperma akan mengalami gangguan.

e. Endometriosis

Suatu keadaan atau penyakit di mana jaringan selaput lendir rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim (Dini Kasdu, 2003). Menurut Erin Yulinah, ahli farmasi dan Ketua Unit Farma- kologi dan Toksikologi ITB, endometriosis ada­lah gangguan endometrium pada lokasi ekstra ulterin yang dapat menyebabkan pendarahan seperti menstruasi dan terjadi peradangan endo­metrium. Dari data di Amerika Serikat, 40-50% wanita yang infertil (sulit punya anak) ternyata menderita endometrium. Suatu jaringan yang tumbuh tidak normal di bagian organ reproduk­si ini berupa benjolan kecil berwarna cokelat ke- hitaman, seperti tumor tetapi jinak. Gejala yang sering muncul pada penderita endometriosis adalah nyeri saat menstruasi, sakit di bagian panggul, haid yang tidak teratur, pendarahan cukup banyak pada saat haid, kurang subur.


Faktor psikis (kejiwaan) ternyata berpengaruh pada kesuburan. Tekanan hidup, stres, kecemasan, kelelahan fisik maupun psikis akan memengaruhi proses kerja kelenjar hipotalamus dan hipofisis seh­ingga hormon-hormon wanita juga akan mengalami gangguan. Hormon estrogen maupun progesteron yang dikendalikan di otak tidak dapat bekerja secara normal dan dapat mengakibatkan gangguan kesuburan. Depresi, stres yang berkepanjangan tidak saja memengaruhi kesuburan, tetapi juga menurunnya daya tahan tubuh sehingga segala gangguan serupa penyakit mudah menyerang, karena lemah- nya antibodi tubuh.

Leave a Reply