Tes-tes Laboratorium Apa Saja yang Direkomendasikan bagi Hepatitis?

by 0

Beberapa jenis tes darah direkomendasikan untuk mendiagnosis hepatitis, jenisnya, dan tingkat keparahannya. Beberapa dari tes-tes ini mencakup:
  • Enzim hati: Kadar enzim hati dalam darah ^perti alanin aminotransferase (ALT) danaspertat aminotransferase meningkat pada tahap- tahap awal hepatitis akibat virus. Kadar enzim ini bukanlah suatu indikasi dari keparahan penyakit. Kadar enzim terus meningkat sampai penyakit kuning terjadi dan lalu secara bertahap menurun dalam tahap pemulihan.
  • Bilirubin: Ini adalah pigmen kuning dari cairan empedu yang terutama terbentuk ketika sel-sel darah merah yang sudah tua mati. Ketika bilirubin dilepaskan dari sel-sel darah merah yang mati, zat ini tidak larut dalam air. Hati mengubahnya menjadi zat yang dapat larut dalam darah sehingga dapat dikeluarkan dalam cairan empedu. Kadar bilirubin dalam darah meningkat pada hepatitis dan menyebabkan penyakit kuning. Penyakit kuning muncul ketika kadar bilirubin meningkat di atas 2,5 miligram (mg) per 100 mililiter (ml) darah. Kadarnya mungkin terus naik sampai kisaran 5—20 mg per 100 ml darah. Biasanya, kadar bilirubin di atas 20 mg per 100 ml darah mengindikasikan hepatitis yang parah.
  • Antigen Hepatitis B: Antigen adalah istilah yang umum digunakan bagi agen penyebab penyakit apa pun. Tersedia beberapa jenis tes untuk infeksi “hepatitis B. Tes yang paling umum adalah tes untuk mendeteksi dan mengukur antigen permukaan hepatitis B. Antigen permukaan adalah bagian kecil dari lapisan luar virus hepatitis B yang mengindikasikan adanya virus dalam darah. Jika tesnya positif dan Anda memiliki gejala yang menunjukkan hepatitis, kemungkinan Anda mengalami infeksi yang baru dan aktif. Jika Anda tidak memiliki gejala apa pun, kemungkinan Anda mengalami infeksi kronis. Kadang kala tes-tes tambahan juga dilakukan untuk mendeteksi apakah infeksinya baru terjadi atau sudah lama,dan apakah tubuh Anda masih mencoba nengatasi infeksi ini. Tes-tes ini juga dapat menunjukkan apakah Anda membutuhkan perawatan dan apakah Anda dapat menularkan infeksi ini kepada orang lain.
  • Antibodi: Tes-tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap hepatitis B dan C menolong mendeteksi apakah Anda terinfeksi virus-virus ini. Antibodi terhadap virus hepatitis B lebih efisien dalam menghancurkan virus yang ada di dalam tubuh kita dibandingkan terhadap hepatitis C. Inilah sebabnya adanya antibodi terhadap hepatitis di dalam darah akan berarti tubuh Anda masih terus memerangi virus itu atau sudah menghancurkannya secara sepenuhnya. Adanya antibodi terhadap infeksi hepatitis C artinya Anda masih terinfeksi.

Leave a Reply