Apa Dampak Infeksi Hepatitis B?

by 0

Infeksi hepatitis B dapat memiliki salah satu dari empat dampak di bawah ini:

1. Sakit ringan: Sekitar dua pertiga orang yang terinfeksi virus hepatitis B mengalami sakit ringan. Dalam sakit ringan, tubuh bereaksi kuat terhadap infeksi dengan mengembangkan antibodi terhadap infeksi hepatitis B dan penyakit ini sembuh sepenuhnya. Antibodi yang dihasilkan setelah sakit ringan memberikan perlindungan seumur hidup terhadap infeksi di masa mendatang.

2.Hepatitis akut. Sekitar seperempat orang yang ternfeksi virus hepatitis A mengembangkan hepatitis akut. Gejala-gejalanya muncul sekitar satu sampai enam bulan setelah virus menginfeksi tubuh. Gejala-gejala hepatitis akut mencakup:
  • Penyakit kuning (Jaundice)
  •  Ruam
  • Rasa sakit pada persendian
  • Peradangan pada ginjal dan pembuluh darah
  • Anemia akibat depresi atau tekanan atas sumsum tulang, yang adalah jaringan lunak terspesialisasi di dalam tulang. Sumsum tulang penting bagi produksi dan pematangan sel-sel darah merah. Kecuali penyakit kuning, gejala lainnya kurang umum terjadi.
Kebanyakan orang yang mengidap infeksi hepatitis B akut pulih sepenuhnya dalam waktu satu sampai enam bulan. Namun, sekitar 1—6% orang bisa saja menderita sakit yang parah yang disertai oleh gagal ginjal. Risiko kematian sangat tinggi pada orang yang mengalami gagal ginjal.

3. Pembawa hepatitis B tanpa gejala (asimtomatik): Sekitar 10% orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis B ddak sanggup mem- bersihkan virus dari dalam tubuh mereka.Proporsi anak-anak yang gagal membersihkan virus lebih tinggi lagi. Dari mereka yang tidak membersihkan virus, sekitar 90% orang terus menunjukkan adanya virus dalam darah mereka. Walaupun virus itu ada dalam darah, tidak tampak adanya gejala apa pun dan karenanya orang yang demikian disebut pembawa tanpa gejala (asymptomatic carrier). Pembawa tanpa gejala tidak diperbolehkan mendonorkan darah. Namun, mereka berada dalam risiko yang sangat rendah untuk menularkan penyakit ini kepada orang lain.
Sangat dianjurkan agar orang-orang yang mengalami kontak yang dekat dengan, atau memiliki relasi seksual dengan, seorang pembawa tanpa gejala, menerima imunisasi aktif guna memastikan perlindungan penuh terhadap virus ini Kondom harus digunakan oleh orang dalam semua kontak seksual baik yang ddak dilindungi oleh vaksinasi ataupun yang status kekebalannya tidak diketahui.

Sekitar 10% orang yang gagal membersihkan virus dari tubuh mereka memiliki sejumlah besar virus yang berkembang biak dan bertumbuh lengan sangat cepat. Beberapa tes darah yang spesifik dapat mendeteksi virus ini. Orang yang memiliki sejumlah besar virus mengalami sakit yang parah dan terkena hepatitis aktif kronis. Ini mungkin berkembang menjadi sirosis (cirrhosis) hati atau, kadang kala, bahkan kanker hati. Sirosis hati adalah istilah yang digunakan untuk hati yang cedera dan terluka secara permanen. Jaringan parut yang terbentuk pada hati memengaruhi stuktur hati dan menghambat aliran darah yang melaluinya. Perubahan struktur normal hati ini akan memengaruhi semua fungsinya.
Hepatitis aktif kronis berkembang pada 90— 95° o bayi baru lahir yang terinfeksi dan sekitar 30% anak-anak yang terinfeksi. Sekitar 1—10% orang dewasa yang terinfeksi kemungkinan besar terkena hepatitis aktif kronis. Risikonya kini semakin umum pada orang dewasa yang memiliki mekanisme pertahanan alami yang lemah karena masalah kesehatan lain, seperd kanker darah, gagal ginjal, mereka yang pernah menerima transplantasi organ, kaum homoseksual, orang yang menderita AIDS, dan orang yang menerima obat-obatan seperd steroid.

4.Kanker hati: Hepatitis aktif kronis akibat infeksi hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati. Ini terjadi lebih umum pada orang Asia dan orang yang terkena infeksi sewaktu bayi atau kanak-kanak. Risiko kanker hati meningkat pada perokok dan pengonsumsi alkohol.

Leave a Reply