SEJARAH PENGOBATAN
by pakar emas 0
Di Cina, Jahe segar (fresh ginger) dianggap berbeda dengan jahe kering (dried ginger). Bahkan ada seseorang ahli tumbuh-tumbuhan (herbalist) kuno yang mengira jahe berasal dari dua tanaman yang bereda. Jahe segar disebut sheng-jiang, sedangkan jahe kering, gan-jiang. Ahli pengobatan sering memakai jahe segar untuk mengusir 'hawa dingin' atau 'racun' dan mengurangi rasa mual. sementara jahe kering dipakai untuk menyembuhkan kekurangan 'Yang ('hawa dingin') pada nyeri lambung, nyeri perut, diare, batuk, dan rematik.
Di India, jahe segar juga dimanfaatkan untuk mengibati manual, asma, batuk, dan rasa nyeri yang hebat dan mendadak (kolik), juga dipakai untuk mengatasi jantung berdebar-debar, gangguan pencernaan (dispepsia), nafsu makan menurun, dan rematik. bahkan, pada abad ke-19, sari jahe menjadi obat asma dan batuk yang populer di India. Untuk obat batuk, sari jahe dicampur jus bawang putih segar dan madu, sedangkan untuk ,meredakan mual, jahe segar ditamabah sedikit madu dan sejumput bulu burung merak bakar. Bubuk jahe segar juga beberbentuk dicampur air, kemudian diaduk hingga berbentuk pasta dan dioleskan di pelipis untuk meredakan sakit kepala.
Kebanyakan orang Eropa, minuman teh jahe (ginger tea) untuk mengatasi ganguan pencernaan. Dalam buku "The Family Herbal" (terbit pada tahin 1814), seorang dokter berkebangsaan Inggris, Robert Thorton, menyebutkan , bahwa minum dua atau tiga cangkir penuh teh jahe dapat mengurangi gejala gout ( penyakit radang sendi akibat kelebihan asam urat), kembung, atau gangguan pencernaan (akibat terlalu banyak minum-minuman keras). Thorton juga percaya bahwa jahe punya khasiat untuk memperlancar sirkulasi darah.